Suara.com - Dukungan Wakil Ketua Umum Partai Berkarya Muchdi Purwoprandjono atau Muchdi PR kepada Capres dan Cawapres nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) - Ma'ruf Amin menuai kontroversi. Kehadiran Muchdi dianggap semakin menyudutkan Jokowi dalam kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia.
Kritikan tersebut datang dari Direktur Eksekutif Human Rights Working Group (HRWG) Hafiz Muhammad. Ia mengatakan kehadiran Muchdi PR semakin menghambat Jokowi untuk membongkar kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia berat di masa lalu.
"Masuknya Muchdi sih kalau dalam kacamata kami sangat menghambat proses penyelesaian kasus Munir," kata Hafiz Muhammad saat dihubungi Suara.com, Senin (11/2/2019).
Kehadiran Muchdi PR di kubu Jokowi juga dinilai semakin menambah beban elektoral paslon 01 di Pilpres 2019, khususnya di kalangan aktivis HAM. Namun HRWG juga tidak serta merta setuju jika pendukung Jokowi akan berpindah ke Prabowo terkait adanya Muchdi PR.
"Ketika Muchdi masuk dalam tim pemenangan Jokowi ya kita anggap bagian kendala yang akan menambah beban pemerintahan Jokowi bila ke depan nanti dia terus terpilih, kalaupun tidak ya kita berhadapan juga dengan Prabowo yang juga tidak lebih baik dibandingkan Jokowi dalam konteks kasus-kasus pelanggaran HAM," jelasnya.
Sepeti diketahui pada pertengahan 2008, Muchdi PR menjadi terdakwa dalam kasus pembunuhan aktivis HAM Munir. Muchdi PR dianggap bertanggung jawab atas kematian Munir.
Dalam persidangan yang sama, terungkap bahwa pada saat Muchdi PR menjabat sebagai Danjen KOPASSUS menggantikan Prabowo, ia justru membebaskan para aktivis yang ditangkap. Pada 31 Desember 2008, Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menvonis Muchdi PR bebas murni dari segala dakwaan.
Kini, Wakil Ketua Umum Partai Berkarya yang mengusung Prabowo Subianto - Sandiaga Uno itu secara mengejutkan banting setir mendukung pason 01 Jokowi - Ma'ruf Amin.
Muchdi PR hadir dalam acara deklarasi dukungan 1000 perwakilan purnawirawan TNI-Polri untuk Jokowi - Ma'ruf Amin di Jakarta Internasional Expo Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (10/2/2019) kemarin.
Baca Juga: Ini Alasan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Masih Tahan Ahmad Dhani
Selain Muchdi PR, purnawirawan yang hadir di antaranya, Jenderal TNI (Purn) Fachrul Razi, Letjen TNI (Purn) Suaidi Marasabessy, Jenderal (TNI) Subagyo HS dan Laksamana TNI (Purn) Bernard Kent Sondakh.
Kemudian, Laksamana Madya TNI (Purn) Freddy Numberi dan Marsekal (TNI) Agus Supriyatna, Jenderal Pol (Purn) Bimantoro, Jenderal Pol (Purn) Roesmanhadi dan Jenderal Pol (Purn) Da'i Bachtiar.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Kontroversi Grok AI dan Ancaman Kekerasan Berbasis Gender di Ruang Digital
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
Terkini
-
Terapis SPA Tewas di Kamar Kos Bekasi, Polisi Tangkap Pelaku dan Temukan Cairan Pembersih Toilet
-
Kekerasan Anak Masih Tinggi, PPPA Dorong Sekolah Jadi Ruang Aman
-
Data Genangan dan Banjir Pagi Ini: Ketinggian Air di Pasar Minggu Mencapai Hampir Satu Meter
-
Hujan Angin, Pohon di Kemang Sempal Hingga Tutup Jalan
-
Banjir Arteri Lumpuhkan Akses Keluar Tol, Polisi Rekayasa Lalin di Rawa Bokor
-
Tiba di Banjarbaru, Prabowo Bakal Resmikan 166 Sekolah Rakyat
-
Jakarta Hujan Deras, Sejumlah Koridor Transjakarta Alami Perpendekan Jalur Akibat Genangan Air
-
Menteri Abdul Muti Resmi Menghapus Sanksi Sebagai Efek Jera di Sekolah
-
Perjalanan KRL Kacau Balau Terdampak Hujan Lebat: Rel Terendam Banjir hingga Pohon Tumbang
-
Pagi Kelabu Warga Jakarta Selatan: Macet dan Genangan Jadi Ujian Kesabaran di Awal Pekan