Suara.com - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto tak mempermasalahkan pernyataan Gubernur Aceh nonaktif, Irwandi Yusuf yang menyebut Capres nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) pernah bekerja di perusahaan milik Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto. Hasto menganggap hal itu justru sebagai bukti kalau Jokowi memiliki pengalaman kerja yang luas.
"Pak Jokowi itu pengalamannya luas. Mau bekerja di industri mebel atau Aceh itu enggak ada persoalan, yang penting ini menujukan kualifikasi dari Pak Jokowi sebagai pemimpin yang memahami seluruh aspek," tutur Hasto di Kantor DPP PDIP, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (19/2/2019).
Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN), Jokowi - Ma'ruf itu mengatakan Jokowi sebagai seorang pemimpin memiliki pandangan yang visioner.
Menurutnya Jokowi memahami segala aspek, Hasto mengklaim Jokowi sangat memahami terkait perkembangan perekonomian dan teknologi informasi dunia yang menurutnya berbeda dengan Ketua Umum Partai Gerindra.
"Pak Jokowi menjalankan itu untuk melakukan pemerataan yang lebih baik. Karena itulah ketidakmampuan Pak Prabowo, sekali lagi terhadap atas unicorn," ucapnya.
Sebelumnya Gubernur Aceh nonaktif Irwandi Yusuf sempat mengungkapkan kalau Jokowi dan Prabowo Subianto sebenarnya pernah satu kongsi saat berbisnis tambang di tanah Rencong.
Irwandi mengatakan kalau Jokowi pernah menjadi anak buah Prabowo saat menjadi karyawan perusahaan milik Prabowo di Bener Meriah.
"Pak Jokowi lebih tahu sebab Pak Jokowi kerja di sana juga dulu, di Bener Meriah. Pokoknya di sana tiga tahun dia dengan Pak Prabowo," kata Irwandi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta Pusat, Senin (18/2) kemarin.
Baca Juga: Masih Berstatus Pejabat Daerah, Polisi Tak Tahan Sekda Papua
Berita Terkait
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
Terkini
-
Pramono Siapkan 500 Ondel-Ondel Karya Desainer Top untuk Rayakan 5 Abad Jakarta
-
Irma Suryani: Program MBG Bisa Jadi Mudarat Jika Salah Sasaran dan Tak Dikelola Profesional
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Metromini dan Kopaja Sudah Pergi, tapi Jakarta Belum Selesai Merindukannya
-
Sembunyi di Kawasan Elit Bangkok, Istri Frans Antoni Ikut Terseret Jaringan Fredy Pratama
-
Jejak Perjuangan Riyan Hidayat: Dari Kebun Kopi Perbatasan Hingga ke Panggung Kepemimpinan Nasional
-
Mendagri dan Menteri ATR/BPN Terbitkan SEB untuk Perkuat Perlindungan Lahan Pertanian Pangan
-
Penandatanganan SKB Kemendagri & Menteri PKP Perkuat Peran Pemda dalam Program 3 Juta Rumah
-
Dasco Hubungi Kepala BGN, DPR Sebut Ada Efisiensi Anggaran MBG Rp70 Triliun
-
Respons Tuntutan Mahasiswa, Sufmi Dasco Telepon Kepala BGN dan Menteri ESDM