Suara.com - Jajaran Polres Metro Jakarta Selatan meringkus tiga perampok yang beraksi di minimarket di Jalan Siaga Raya, Nomor 17 Pejaten Barat, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Komplotan tersebut beraksi dengan membongkar brankas minimarket yang berisi uang tunai senilai kurang lebih Rp 100 juta.
Ketiga tersangka tersebut adalah H (39), AB (21), dan LK (18). Ketiganya memiki peran berbeda dalam berkasi. H berperan sebagai pemimpin perampokan dengan peran menodong karyawan minimarket. Kemudian, AB dan LK berperan menodong korban perampokan menggunakan pisau dan mengikat korban dengan tali tis.
"Para tersangka diamankan di daerah Pasar Minggu, Jakarta Selatan dan Limo, Depok pada Kamis 14 Februari 2019," kata Kepala Sub Bagian Humas Polres Metro Jakarta Selatan, Kompol Suharyono saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis, (21/2/2019).
Kejadian tersebut tepatnya pada Selasa (5/2/2019) sekira pukul 03.15 WIB. Saat itu, minimarket tersebut didatangi oleh para tersangka yang langsung menodong karyawan dengan menggunakan benda menyerupai pistol, serta senjata tajam jenis golok dan pisau.
Ketiganya meminta karyawan minimarket untuk membuka brankas lalu mengambil uang tunai tersebut, sebelum kemudian mengikatnya dengan menggunakan tali tis dan melarikan diri.
Dari pemeriksaan sementara, para tersangka telah melancarkan aksinya sebanyak 10 kali. Tak hanya itu, komplotan tersebut saat beraksi diketahui berjumlah lima sampai enam orang.
"Mereka menyasar minimarket buka 24 jam yang kurang pengawasan di wilayah Jakarta Selatan serta Bogor. Sebelum beraksi, para tersangka berkumpul dan membagi peran masing-masing. Mereka mulai beraksi pukul 02.00 sampai 04.00 WIB," jelas Kompol Suharyono.
Suharyono mengatakan, komplotan tersebut menggunakan mobil sewaan tiap kali beraksi. Namun, pelat nomor kendaraan diganti dengan pelat yang telah disiapkan.
Polisi sendiri mengamankan sejumlah barang bukti seperti satu pucuk soft gun berikut magazen berisi peluru jenis gotri, satu pucuk pistol gas berikut pelontar, sebilah golok bergagang kayu dan sebilah badik bergagang kayu.
Baca Juga: Ditekuk Madura United, Sriwijaya FC Tersingkir dari Piala Indonesia
Kemudian, satu unit mobil wama hitam, satu buah tas ransel warna abu-abu coklat, satu buah tas laptop warna hitam, satu unit sepeda motor warna merah, satu unit sepeda motor warna putih, dan satu unit sepeda motor warna biru.
Sementara hasil rampasannya, yakni 18 bungkus rokok Camel, lima bungkus rokok Gudang Garam Surya, satu bungkus rokok Esse, satu bungkus rokok Magnum, 42 lembar kartu perdana XL. 60 buah kartu e-Money Flazz, tujuh lembar kartu Google Play, serta tujuh lembar Kartu e-Money Brizzi
Dari tiga tersangka yang berhasil diamankan, tersangka berinisial H telah meninggal. Menurut Suharyono, H meninggal karena sakit. Para tersangka kini sudah ditahan di Polres Jakarta Selatan.
"Terhadap para tersangka disangkakan Pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal sembilan tahun penjara," tandas Suharyono.
Berita Terkait
-
Sadis! Komplotan Perampok di Tangsel Keroyok Korban, Disekap di Mobil Sambil Dipaksa Cari Orang
-
Polisi Periksa Kerangka Diduga Alvaro, Ayah Tiri Ditangkap sebagai Terduga Pelaku!
-
Terungkap! Ini Sosok Misterius Mirip Ayah yang Diduga Bawa Kabur Alvaro
-
Residivis Spesialis Rumah Kosong Beraksi Lagi di Jakarta Barat: Lampu Menyala Jadi Incaran!
-
Keji! Nenek Mutmainah Tewas, Jasadnya Diduga Dibakar dan Dibuang Perampok ke Hutan
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
QRIS Jadi 'Alat Bantu' Judi Online: Mengapa Sistem Pembayaran BI Ini Rentan Disalahgunakan?
-
Klaim Pakai Teknologi Canggih, Properti PIK2 Milik Aguan Banjir
-
6 HP Murah dengan Kamera Terbaik Januari 2026, Harga Mulai 2 Jutaan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Kontroversi Grok AI dan Ancaman Kekerasan Berbasis Gender di Ruang Digital
Terkini
-
Diduga Disambar Petir, Lantai 5 Tzu Chi School PIK Terbakar: Kerugian Ditaksir Rp200 Juta
-
Gus Ipul Berkelakar soal Khofifah: Tiga Kali Pilgub Lawannya Sama, Bergantian Jadi Mensos
-
Waspada Banjir di Puncak Musim Hujan, Ini 5 Hal Penting yang Wajib Disiapkan
-
Rismon Siap Buka-bukaan di Sidang KIP Besok: Sebut Ijazah Gibran Tak Penuhi Dua Syarat Krusial
-
Tepis Isu Perpecahan Kabinet, Prabowo: Jangan Percaya Analisis Orang Sok Pintar di Medsos!
-
Kisah Warga Cilandak Timur Hadapi Banjir di Balik Tanggul Anyar
-
Megawati Hadiri Penutupan Rakernas I PDIP, Sampaikan Arahan dan Rekomendasi Partai
-
BNI Dukung Danantara Serahkan 600 Hunian Layak Pascabencana di Aceh Tamiang
-
Nota Perlawanan Kasus Dugaan Korupsi Chromebook Ditolak, Nadiem Makarim: Saya Kecewa
-
Gaji ASN Pemprov Gorontalo Macet, Gubernur Gusnar Ismail Sampaikan Permohonan Maaf