- Polres Metro Jakarta Selatan memeriksa Reza Arap terkait kematian Lula Lahfah selama lima jam hingga dini hari Selasa (27/1/2026).
- Penyidik melontarkan sekitar 30 pertanyaan fokus klarifikasi peristiwa kematian, meskipun keluarga korban menolak autopsi dilakukan.
- Penyelidikan tetap berjalan mendalami unsur pidana dengan menganalisis barang bukti seperti rekaman CCTV dan surat rawat jalan.
Suara.com - Polres Metro Jakarta Selatan telah memeriksa YouTuber dan musisi Reza Oktovian alias Reza Arap terkait kasus kematian kekasihnya, Lula Lahfah.
Pemeriksaan berlangsung lima jam hingga Selasa (27/1/2026) dini hari tadi.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Iskandarsyah menyebut Reza Arap tiba sekitar pukul 23.00 WIB, pada Senin, 26 Januari 2026. Pemeriksaan baru berakhir pada Selasa, 27 Januari 2026, pukul 03.46 WIB.
"Sampai jam 03.46 WIB," ungkap Iskandarsyah saat dikonfirmasi.
Dalam pemeriksaan tersebut, penyidik melontarkan sekitar 30 pertanyaan kepada Reza Arap. Pertanyaan difokuskan pada klarifikasi peristiwa kematian Lula Lahfah.
Polisi belum menyampaikan kesimpulan dari hasil pemeriksaan tersebut. Pendalaman masih dilakukan oleh penyidik.
Sebelumnya, Iskandarsyah sempat menyebut Reza Arap berada di tempat kejadian perkara (TKP) setelah menerima informasi meninggalnya Lula.
Ia menegaskan, kehadiran Reza Arap bukan pada saat awal kejadian atau sebelum kamar korban dibuka. Reza disebut datang setelah menerima kabar duka.
Keluarga Tolak Autopsi, Polisi Tetap Lakukan Penyelidikan, Kenapa?
Baca Juga: Alasan Polisi Tetap Periksa CCTV dan Reza Arap di Kasus Kematian Lula Lahfah
Polres Metro Jakarta Selatan sebelumnya memastikan penyelidikan kematian selebgram Lula tetap dilakukan meski keluarga korban menolak visum dan autopsi.
Iskandarsyah mengatakan penyelidikan tetap dilakukan untuk mendalami ada atau tidaknya unsur pidana di balik kematian Lula.
“Kami tetap melakukan penyelidikan untuk memastikan apakah ada peristiwa pidana atau tidak. Semua akan kami ungkap berdasarkan fakta dan hasil pemeriksaan ilmiah,” jelas Iskandarsyah kepada wartawan, Selasa (27/1/2026).
Berdasar hasil pemeriksaan awal, kata Iskandarsyah, memang tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Meski demikian, penyidik tetap mengamankan dan memeriksa barang bukti dari lokasi kejadian.
"Seluruh proses penyelidikan dilakukan berdasarkan fakta di lapangan dan pendekatan scientific investigation," katanya.
Dalam proses penyelidikan, polisi telah mengamankan sejumlah barang bukti, mulai dari rekaman kamera pengawas, obat-obatan, hingga surat rawat jalan dari Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI). Seluruh barang bukti tersebut saat ini masih dianalisis di laboratorium forensik.
Berita Terkait
-
Meski Autopsi Ditolak Keluarga, Polisi Tetap Selidiki Kematian Lula Lahfah, Kenapa?
-
Polisi Tunggu Kehadiran Reza Arap untuk Diperiksa sebagai Saksi Kematian Lula Lahfah
-
Orangtua Waspada, Dinar Candy Edukasi Narkoba Jenis Baru: Bentuknya Mirip Balon Ulang Tahun
-
Alasan Polisi Tetap Periksa CCTV dan Reza Arap di Kasus Kematian Lula Lahfah
-
Pihak Kepolisian Usut Kematian Lula Lahfah dengan Scientific Investigation
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Tragedi di Stasiun Bekasi Timur: 3 Penumpang KRL Tewas dan 38 Korban Luka-luka Dilarikan ke 4 RS
-
KAI Fokus Evakuasi dan Normalisasi Jalur Pasca KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL di Bekasi Timur
-
Tabrakan Hebat di Stasiun Bekasi Timur: KRL vs Argo Bromo Anggrek, Jeritan Penumpang Pecah!
-
Rekam Jejak Jenderal Dudung Abdurachman: Dari Pencopot Baliho Kini Jadi Tangan Kanan Presiden
-
Reshuffle Kabinet: Qodari Geser dari KSP ke Bakom, Dudung Ambil Alih Peran Strategis di Istana
Terkini
-
Sejajarkan Andrie Yunus dengan Marsinah, Dongker Bakal Abadikan Kasus Kekerasan Aparat dalam Lagu
-
Tinjau Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur, Anggota DPR Sudjatmiko: Situasi Sangat Mencekam
-
Tragedi di Stasiun Bekasi Timur: 3 Penumpang KRL Tewas dan 38 Korban Luka-luka Dilarikan ke 4 RS
-
Tabrakan Kereta Bekasi Timur: 29 Korban Dievakuasi, 6-7 Orang Masih Terjepit
-
10 Tahun Memprihatinkan, Prajurit TNI Kodim 0623 Cilegon dan Warga Perbaiki Musala di Langon
-
KAI Daop 1 Jakarta: Dua Korban Tabrakan Kereta Bekasi Timur Meninggal Dunia
-
KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL, Dugaan Awal Akibat Kecelakaan Taksi Listrik
-
KAI Commuter Terapkan Rekayasa Rute Pasca Tabrakan KA di Bekasi Timur, Ini Daftar Lengkapnya
-
KAI Masih Evakuasi dan Data Korban Kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek vs KRL di Stasiun Bekasi Timur
-
Tabrakan KRL Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur, Basarnas Kerahkan Tim Evakuasi