Suara.com - Peristiwa nahas di Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur ini menjadi peringatan sekaligus pelajaran bagi para orangtua agar tidak melepas anak kecilnya sendirian. Seorang balita dua tahun di Ponorogo baru saja tewas usai tertabrak mobil pikap di jalan raya.
Mengutip laman Beritajatim.com, insiden mengenaskan itu terjadi pada Sabtu (2/3/2019) di Jalan Raya Ponorogo - Kauman KM 7-8, tepatnya di Dusun Minar, Desa Gabel, Kecamatan Kauman.
"Benar tadi sore ada kecelakaan. Korbannya seorang balita. Bocah tersebut akhirnya meninggal," kata Kanit Laka Sat Lantas Polres Ponorogo, Ipda Badri, Sabtu (2/3/2019).
Dia menceritakan, awalnya balita tersebut keluar dari rumah sendirian tanpa ditemani orangtuanya. Tiba-tiba saja, balita tersebut berjalan menyeberangi jalan.
Di saat bersamaan muncul mobil pikap dengan nomor polisi AE 9745 SE yang dikemudikan Hari Suprijanto.
Saat itu Hari memacu mobilnya dengan kecepatan 50 km/jam hingga akhirnya menabrak bocah yang menyeberang jalan sendirian itu. Akibatnya, korban mengalami luka dahi robek, wajah lecet, perut lecet, lutut lecet serta kondisi tidak sadar.
"Korban langsung meninggal di TKP," ungkap Badri.
Usai melakukan olah TKP, mobil pikap berikut pengemudinya yang merupakan warga Dusun Blimbing, Kecamatan Sooko dibawa ke Polres Ponorogo.
"Sopir masih kita mintai keterangan," pungkasnya.
Baca Juga: Modus Unik Pengunjung Lapas Sidoarjo Selundupkan Hp untuk Napi Narkoba
Berita Terkait
-
Sambangi Istri Pedagang Salak Tengah Malam, Oknum Polisi Digerebek Warga
-
Kementan Kembali Panen Jagung, Kali Ini di Lumajang
-
Vanessa Angel Disiksa? Komnas Perempuan Sambangi Sel Tahanan
-
Pamit Buang Hajat, Jiono Ditemukan Tewas Setelah Hilang 3 Hari
-
Video Pembakaran Kaos Jokowi -Ma'ruf Amin, Lokasi Akhirnya Terungkap
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat