Suara.com - Berbagai macam cara dilakukan para pelaku penyelundupan ke dalam penjara atau lembaga pemasyarakatan (lapas). Salah satunya di Lapas Delta Sidoarjo, Jawa Timur. Dua orang pengunjung ketahuan menyelundupkan alat komunikasi berupa telepon genggam lengkap dengan charge dan handsfree.
Modusnya adalah, telepon genggam berikut peralatan lainnya ditanam ke dalam tapak alas kaki atau disol di sendal yang digunakan pelaku. Beruntung, petugas lapas lebih jeli dan berhasil mengungkap aksi penyelundupan ke dalam Lapas Delta Sidoarjo itu.
Dikutip dari Beritajatim.com, Kalapas Delta Sidoarjo, M. Susanni mengatakan, dua penyelundup itu diketahui bernama Samsul Hadi (24) asal Dusun Tanggulrejo Desa/Kecamatan Porong dan Dwi Ariani (25) asal Desa Wangkal, Kecamatan Krembung.
Petugas awalnya curiga saat melihat gerak-gerik keduanya. Keduanya terlihat berjalan tidak seperti pengunjung lapas lainnya.
"Jadi, jalannya agak ditahan-tahan," kata Susanni, Sabtu (2/3/2019).
Curiga atas ulah dua pengunjung itu, petugas langsung memeriksa keduanya. Sandal yang dikenakan kedua pelaku kemudian diperiksa dengan dimasukkan ke dalam alat pemindai atau x-ray. Hasilnya, didapati sebuah handphone dan charger terbungkus rapi di balik sandal tersebut.
"Modusnya, sandal dilubangi, lalu ditanami sebuah handphone dan charger," ungkap Susanni.
Menurut dia, Sabtu merupakan hari sedang ramai-ramainya pengunjung ke lapas. Namun demikian, petugas enggan kecolongan dengan maraknya penyelundupan barang-barang terlarang ke dalam lapas.
"Biasanya moment-moment seperti ini banyak dimanfaatkan pengunjung. Terutama mereka yang hendak menyelundupkan barang haram maupun barang terlarang. Makanya harus kami perketat lagi,” katanya.
Baca Juga: Harlah Nahdlatul Ulama di Sumut Ricuh, PDIP: Jangan Uji Kesabaran NU
Usai ketahuan, kedua pelaku langsung diperiksa dan dibuatkan Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Dari hasil pemeriksaan petugas, keduanya hendak mengunjungi saudaranya yang ada di dalam lapas bernama Indra Novyan Hermanto, narapidana kasus narkoba.
Berdasarkan hasil rapat internal lapas Sidoarjo, kedua pengunjung di-blacklist untuk melakukan kunjungan ke lapas. Tak hanya itu, narapidana yang hendak dikunjungi juga mendapat sanksi berupa hukuman disiplin sel dan tidak diperkenankan atau tidak boleh dikunjungi hingga batas waktu yang ditentukan.
Tag
Berita Terkait
-
Ada yang Menonjol di Celana, Pria Ini Ternyata Selundupkan Hewan ke Pesawat
-
Diduga Terlibat Kasus Penyeludupan Batu Antimoni, Dua Anggota TNI Dibekuk
-
Bayar di Ranjang, Petugas Bea Cukai Licinkan Penyelundupan Barang Mewah
-
Viral, Cuma Pakai Rol Rambut, Penumpang Selundupkan 70 Burung di Pesawat
-
Pengakuan Steve Emmanuel : Kokain Belanda Lebih Enak Ketimbang Indonesia
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat