Suara.com - Kejadian anjloknya kereta api Commuter Line pada Minggu (10/3/2019) diharapkan tidak dibawa ke ranah politik. Hal ini disampaikan Letnan Jenderal TNI (purn) Johanes Suryo Prabowo.
Melalui akun Twitter resminya @marierteman, mantan Kasum (Kepala Staf Umum TNI) ini mencuitkan jika apa yang terjadi pada Commuter Linet tersebut tidak digunakan untuk mobilisasi massa dan tidak dijadikan sebagai ajang mencari perhatian Pemilu 2019 ini.
"Untuk penumpang,
semoga tdk ada korban jiwa.
Untuk para Direksi,(semua BUMN) semoga dpt memahami tanda alam yg menjelang Pilpres ini kurang bersahabat.
Hindari dulu mobilisasi massa dan foto-fotoan di KRL untuk kepentingan politik Pilpres," cuitnya.
Seperti di ketahui, PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) di akun Twitter resminya menyebut KA 1722 jurusan Jatinegara - Bogor mengalami anjlok antara Stasiun Cilebut - Bogor mengalami anjlok tertimpa tiang listrik.
"Selamat siang. Dapat kami sampaikan KA 1722 (Jatinegara-Bogor) mengalami anjlok antara Stasiun Cilebut-Bogor dan masih dalam proses evakuasi unit terkait. Untuk perjalanan KA saat ini belum dapat dilalui," tulisnya lagi.
Hal ini juga dibenarkan oleh VP Komunikasi Perusahaan Eva Chairunisa dalam keterangannya.
Baca Juga: Lokomotif Baru Disiapkan untuk Tarik Gerbong KRL yang Anjlok
"Hingga kini perjalanan KRL lintas Bogor Jakarta Kota/Jatinegara dan sebaliknya belum dapat dilayani," ujarnya, Minggu (10/3/2019).
Seperti diketahui, anggota Koalisi Masyarakat Sipil Bivitri Susanti menyebut, alasan polisi membekuk aktivis HAM sekaligus akademisi Robertus terkait kasus dugaan penghinaan terhadap intitusi TNI karena berdasarkan delik aduan. Dia menduga, pelapor dalam kasus ini tak lain adalah Letnan Jenderal TNI (purn) Johanes Suryo Prabowo.
Namun, J.S Prabowo sempat membantah menjadi pelapor di balik kasus penghinaan TNI yang kini menjerat Robet. Pensiuan TNI itu justru menyebut pernyataan yang disampaikan Bivitri adalah tidak benar.
"Bohong," kata Prabowo singkat melalui pesan singkat kepada Suara.com.
Namun, JS Prabowo yang memiliki akun Twitter bernama @marierteman, sempat mengomentari nyanyian Mars ABRI saat Robet berorasi dalam aksi Kamisan di depan Istana Negara, Jakarta, pada Kamis (28/2/2019).
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti
-
Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi
-
Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang
-
Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis