Suara.com - Personel Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumatera Utara menggagalkan penyelundupan 20.000 pil ekstasi atau psikotropika dari Malaysia yang dbawa menggunakan sampan melalui perairan Teluk Nibung Kota Tanjung Balai, Provinsi Sumatera Utara.
"Petugas juga mengamankan tiga orang tersangka yang menyeludupkan psikotropika jenis etizolam, Rabu (13/3/2019)," kata Direktur Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumut Kombes Pol Hendry Marpaung di Mapolda, Senin (18/3/2019).
Ketiga tersangka itu adalah A, J dan I dengan barang bukti yang disita berupa empat bungkus besar kemasan plastik warna silver yang masing-masing kemasan berisi psikotropika sebanyak 500 papan (5.000 butir).
"Dengan jumlah seluruhnya 2.000 papan (20.000 butir) pil psikotropika," ujar Hendry seperti dilansir Antara.
Ia menyebutkan, petugas juga mengungkap kasus peredaran narkotika jenis sabu-sabu seberat 22,69 kg, di sejumlah daerah.
Kasus narkotika itu, pertama, penangkapan tiga orang laki-laki memiliki narkotika jenis sabu di dalam kamar Hotel Antara, Jalan Asrama, Kecamatan Medan Helvetia. Petugas mengamankan tiga orang tersangka F, M, dan I, serta menyita barang bukti seberat 990 gram sabu, di dalam plastik teh warna hijau tulisan China merek Guanyinwang.
"Penangkapan tiga tersangka narkoba itu, Selasa (26/2) dan langsung dibawa ke Mapolda Sumut untuk proses lebih lanjut," ujar Hendry.
Ia menyebutkan, dari pengembangan kasus itu, petugas kemudian meringkus tersangka MY, di Jalan Garuda II, Kecamatan Sei Semayang, Kota Binjai, pada hari yang sama. Dari dalam rumah tersangka di Perumahan Alum Permai Blok A-25 Desa Payaroba Binjai itu ditemukan dalam plastik assoy warna putih seberat 955 gram sabu.
Kasus kedua yaitu pada Rabu (27/2) dimana petugas meringkus pengedar narkoba EAS, dan menyita seberat 1.988 gram sabu di dalam rumahnya Bandar Labuhan Bawah, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang.
Baca Juga: Ajudan Gubernur Irwandi Yusuf Bantah Ikut Terima Fee Proyek DOKA
Kasus ketiga, pada Rabu (6/3), aparat keamanan membekuk tersangka DH, di Kelurahan Beting Kwala Kapias, Kecamatan Teluk Nibung, Kota Tanjung Balai, Rabu (6/3) dan menyita 1.000 gram sabu di dalam sebuah gudang.
Berita Terkait
-
Industri Rumahan Pil Ekstasi di Prabumulih Digerebek Polisi
-
Jadi Otak Peredaran Ribuan Ekstasi, Serda SM Terancam Hukuman Mati
-
Bamsoet Sebut Perang Proxy Ancam Generasi Milenial Indonesia
-
Dikemas Layaknya Kopi, Penyelundupan Paket Ganja Asal Aceh Terbongkar
-
Bea Cukai Tangkap Bule Tanzania Telan 99 Butir Sabu Seberat 1 Kilogram
Terpopuler
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- 7 HP Samsung Terbaik untuk Orang Tua: Layar Besar, Baterai Awet
- 30 Link Twibbon Idul Fitri 2026 Simpel Elegan, Cocok Dibagikan ke Grup Kantor dan Rekan Kerja
Pilihan
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
Terkini
-
Tak Ada di Rutan KPK, Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah
-
Open House Anies Baswedan: Momen Sampaikan Aspirasi Hingga Karya Lukis
-
Prabowo Minta Kasus Andrie Yunus Diusut Tuntas, Anies Baswedan: Aparat Harus Wujudkan
-
4 Prajurit TNI Jadi Tersangka Kasus Andrie Yunus, Anies Baswedan: Selidiki Sampai Pemberi Perintah!
-
Tak Hadir Open House Anies Baswedan, Tom Lembong Sudah Kirim Pesan Ucapan Lebaran
-
Ngeri! Iran Tembakkan Rudal Balistik Sejauh 2500 Mil Serang Pangkalan AS-Inggris
-
Jangan Salah Paham! Begini Aturan Main Skema WFH 1 Hari Seminggu yang Sedang Digodok Pemerintah
-
Pemerintah Godok Skema WFH untuk ASN, Ini Alasannya
-
Iran Tolak Gencatan Senjata, Menlu Abbas Araghchi: Apa Jaminannya AS-Israel Tak Lagi Menyerang?
-
Sempat Ribut dengan Trump, Presiden Kolombia Dituduh AS Terima Dana dari Kartel Narkoba