Suara.com - Ida menceritakan detik-detik anak laki-lakinya berinsial F (23) saat diserang anggota Geng 3 Serangkai dengan senjata tajam. Beruntung, nyawa pemuda itu masih bisa diselamatkan rekannya, U (20) yang harus mengorbankan satu tangannya karena putus akibat bacokan dari sajam para pelaku.
Menurut Ida, awalya anaknya sedang tidur di rumah temannya. Namun, saat Kampung Jengkol diserang, F bersama temannya terbangun dan mengambil bambu untuk menghalau serangan Geng 3 Serangkai.
"Itu si F lagi tidur abis acara bakar ayam. Pas ada ribut-ribut dia bangun tuh langsung lari sama temannya ngambil bambu," ujar Ida saat ditemui di rumahnya, Jalan Swadaya III, Cakung, Jakarta Timur, Kamis (21/3/2019).
Lebih lanjut, Ida mengatakan anaknya itu berada paling depan untuk menghalau serangan dari geng tiga serangkai. Namun nahas, F malah terkena bacok di bagian punggung dan terjatuh.
Lalu F, cerita Ida, mencoba berdiri namun terus dihujani serangan sajam oleh para pelaku. Melihat rekannya sudah tak beredaya, U datang dan untuk membantu F. Namun nahas, lengan U terkena bacokan hingga putus. Untungnya, nyawa kedua pemuda itu masih terselamatkan setelah warga sekitar menariknya ke tempat aman. Tawuran tersebut pun baru terhenti ketika aparat polisi datang ke lokasi.
"F dibacok terus jatoh terus berdiri dibacok lagi sampai tiga kali. Kalau gak ada U mah mungkin dah lewat (wafat) kali anak saya," jelas Ida.
F dan U segera dilarikan ke Rumah Sakit Persahabatan setelah serangan berakhir. F mengalami luka bacok di mulut dan banyak luka bacok di punggung. Sedangkan U harus kehilangan tangan kanannya.
Dalam kasus ini, polisi telah menetapkan 13 tersangka dari anggota geng 3 Serangkai. Mereka adalah KV (16), MRH (17), SSR (17), LN (18), MFD (24), DMS (19), FZ (21), AWL (20), BBG (21), LTF (20), FJR (18), DN (18), dan AVN (18).
Dalam pengungkapan kasus ini, polisi menyita sejumlah barang bukti seperti celurit dan cocor bebek yang dipakai para tersangka untuk melakuka aksi pembacokan. Selain itu, polisi menyita 12 ponsel genggam dan sejumlah kendaraan sepeda motor.
Baca Juga: Nurullita Dipecat karena Dukung Jokowi, Di-bully Teman Sekantor
Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 170 KUHP tentang Pengeroyokan dan atau Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Darurat Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 1951 tentang kepemilikan senjata tajam dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
Pilihan
-
Bertemu Ulama, Prabowo Nyatakan Siap Keluar dari Board of Peace, Jika...
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
-
Kasus Saham Gorengan, Bareskrim Tetapkan 3 Tersangka Baru, Salah Satunya Eks Staf BEI!
-
Bareskrim Geledah Kantor Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Saham Gorengan
Terkini
-
Bukan Musuh, Pemred Suara.com Ajak Jurnalis Sulsel Taklukkan Algoritma Lewat Workshop AI
-
Sekjen PBNU Ungkap Alasan Prabowo Gabung Board of Peace: Demi Cegah Korban Lebih Banyak di Gaza
-
Hadiri Majelis Persaudaraan Manusia di Abu Dhabi, Megawati Duduk Bersebelahan dengan Ramos Horta
-
Tiket Kereta Lebaran 2026 Telah Terjual Lebih Dari 380 Ribu, Purwokerto Jadi Tujuan Paling Laris
-
Nekat Berangkat Saat Sakit, Tangis Pilu Nur Afni PMI Ilegal Minta Dipulangkan dari Arab Saudi
-
Kisah Epi, ASN Tuna Netra Kemensos yang Setia Ajarkan Alquran
-
KPK Masih Menyisir Biro Travel yang Ikut Bermain Jual-Beli Kuota Haji di Kemenag Periode 2023-2024
-
Pastikan Pengungsi Hidup Layak, Kasatgas Tito Tinjau Huntara di Aceh Tamiang
-
KPK Cecar 5 Bos Travel Terkait Kasus Kuota Haji, Telisik Aliran Duit Haram ke Oknum Kemenag
-
Soroti Siswa SD Bunuh Diri di Ngada, Ketua Komisi X DPR Desak Negara Hadir untuk Keluarga Miskin