Suara.com - Polisi masih kesulitan untuk melacak asal usul mesin anjungan tunai mandiri (ATM) yang disimpan Ramyadjie Priambodo, kerabat Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto di kamar apertemennya. Mesin ATM itu disita polisi terkait pembobolan uang nasabah bank dengan cara skimming yang dilakukan Ramyadjie.
Alasan polisi belum bisa mengungkap pemilik mesin ATM itu karena Ramyadjie belum membeberkannya selama menjalani pemeriksaan sebagai tersangka terkait kasus skimming tersebut.
"Tapi sampai sekarang dia belum menyebutkan dari siapa. Tapi kita masih ingin tetap menggali terus dari siapa, alamat di mana, di kota apa," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, Jumat (22/3/2019).
Argo juga tak membeberkan nominal harga ATM yang ditemukan di apartemen milik Ramyadjie. Dirinya belum mendapatkan informasi terkait hal itu.
"Saya belum dapat info terkait hal itu (harga mesin ATM)," jelasnya.
Kasus ini terungkap setelah polisi mendalami laporan kasus skimming pada tanggal 11 Februari 2018 lalu. Setelah dilakukan penyelidikan, polisi akhirnya meringkus Ramyadjie saat berada di sebuah apartemen di kawasan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan pada 26 Februari 2019.
Dari hasil pemeriksaan, Ramyadjie kerap menyamar sebagai wanita hijab saat melancarkan aksinya. Terungkapnya kasus ini, Ramyadjie ternyata sudah 91 kali menggasak uang nasabah bank lewat modus skimming. Polisi telah menyita barang bukti uang sebesar Rp 300 juta yang diduga merupakan hasil kejahatan yang dilakukan Ramyadjie.
Polisi pun telah menetapkan Ramyadjie Priambodo sebagai tersangka dan telah ditahan di rumah tahanan Polda Metro Jaya.
Baca Juga: Buat Heboh, Wanita Ini Rekam Dirinya Jilati Toilet: Lidah Saya Mati Rasa
Berita Terkait
-
Niat Mengompreng, Siswa SD Malah Tergilas Kontainer
-
Ada 6 Korban, Guru SD Jambak Rambut Siswinya Lalu Dicabuli di Kelas
-
Terlatih, Perampok Berjas Hujan Asal Rusia Kerap Sasar Money Changer Bali
-
Satria, Santri Abal-abal yang Doyan Mengutil di Masjid dan Ponpes
-
Gasak Rp 900 Juta di Money Changer Bali, WN Rusia Ditembak Mati
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Misteri Formasi Tak Lazim Drone Iran, Kesaksian Pilot F-15 Bikin Geger
-
Wacana Ekspor Satu Pintu Dinilai Berpotensi Perkuat Posisi Indonesia di Tengah Persaingan Global
-
Warga Sipiongot Senang Karena Jalan Diaspal Setelah Puluhan Tahun
-
Skandal Korupsi Kuota Haji: KPK Cecar Eks Dirjen PHU Hilman Latief Soal Modus Bagi-bagi 50 Persen
-
Masuk RS Polri Gegara Sakit Saluran Pencernaan! Penahanan Gus Yaqut Dibantarkan
-
Eks Plt Direktur PU Ditahan! Terima Suap BUMN dan Rekayasa Proyek Fiktif Rp16 Miliar
-
3 Tahun dalam Penyiksaan: Bagaimana Penyekapan YTR Bisa Luput dari Pantauan Sekitar?
-
Sasaran Turis Bali! 18 Kg Ganja Asal Amerika-Rusia Diselundupkan Lewat Trik Kompartemen Koper
-
Ditanya Nyesal Ikut Pilpres 2024, Anies Balik Tanya Publik: NyeseI Tak Memilih Saya?
-
Usut Dalang Pembagian Kuota Haji 50:50, Eks Dirjen PHU Kemenag Dicecar KPK