Suara.com - Pendukung Capres dan Cawapres nomor urut 01 Jokowi - Maruf Amin yang tergabung dalam Relawan Jokowi Deui (RJD), membuat kemasan dodol bergambar kedua tokoh tersebut.
Kemasan untuk membukus dodol khas Garut tersebut, dijadikan sebagai media kampanye yang dibagi-bagikan kepada masyarakat.
"Selaku relawan yang berasal dari Kota Garut, kami membuat dodol dengan branding Bapak Jokowi," kata Ketua Harian RJD Widdi Nugroho di Rumah Relawan Jokowi Deui, Jalan Ciledug, Kabupaten Garut, Selasa (26/3/2019).
Widdi menuturkan, biasanya pendukung pasangan calon mengampanyekan dengan cara menggunakan baliho, stiker, spanduk maupun kaos.
Namun, tim kampanye RJD Garut, ingin menunjukkan kampanye yang berbeda dengan membuat dodol kemasan bergambarJokowi dan Maruf Amin.
Selain itu, pada kemasan dodol itu terdapat tulisan "RJD Jokowi Relawan Deui 1 Spirit" dan "#2019pilihjokowikyaima'ruf".
Dodol kemasan Jokowi - Maruf tersebut dominan warna putih. Selain mempromosikan Capres dan Cawapres nomor urut 01, mereka juga ingin mengenalkan makanan dodol kepada masyarakat luas.
"Berangkat dari banyak yang tidak tahu rasa dodol, kita buat bagaimana dodol bisa dirasakan oleh masyarakat banyak," katanya.
Widdi kemudian berharap, kreativitas tim RJD itu dapat memberikan manfaat buat masyarakat, termasuk para pelaku usaha dodol di Garut agar produksinya meningkat setelah dipromosikan melalui kampanye.
Baca Juga: Tiket Pesawat Mahal, Luhut dan Menhub Murka ke Garuda Indonesia
Menurutnya, kampanye menggunakan makanan khas daerah Garut itu dapat mendongkrak popularitas dodol di Garut maupun luar kota.
"Selain kita berkampanye untuk Bapak Jokowi kita juga mengampanyekan dodol Garut," katanya.
Lebih jauh Widdi mengatakan, kampanye menggunakan dodol dapat menjadi nuansa baru masa kampanye Pemilu 2019.
Hingga saat ini dodol kemasan khusus itu baru disebar sebanyak 15 ribu kemasan ke berbagai daerah di Jawa Barat, Jakarta, dan kota sekitarnya.
"Bagaimana kita bisa berkampanye dengan efisien tapi ada beberapa imbas positif yang kita dapatkan," kata dia.
Berita Terkait
-
Sindir Jas Pakaian Eropa, Jokowi Ajak Massa Coblos Baju Putih
-
JK Tidak Ingat Jokowi Pernah Janji Buyback Indosat
-
Minta Coblos Baju Putih, Jokowi: Jas itu Pakaian Orang Eropa, Orang Amerika
-
Jokowi hingga JKT 48 Bakal Semarakan Final Piala Presiden e-Sports 2019
-
Ini Tugas yang Diambil Alih Wapres JK Selama Jokowi Kampanye
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
6 HP Murah dengan Kamera Terbaik Januari 2026, Harga Mulai 2 Jutaan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Kontroversi Grok AI dan Ancaman Kekerasan Berbasis Gender di Ruang Digital
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
Terkini
-
Indonesia Dilanda 2.139 Bencana di 2025: Didominasi Banjir dan Tanah Longsor
-
Prabowo ke Siswa Sekolah Rakyat: Bukan Salah Orang Tuamu, Memang Negara Belum Mampu Beri Terbaik
-
Rismon Desak Klarifikasi Jujur Usai Eggi Sudjana Disebut Minta Maaf dan Rangkul Jokowi di Solo
-
Bivitri Susanti Nilai Pilkada Tidak Langsung Berisiko Membuat Pemimpin Abai ke Rakyat
-
Fakta di Balik Siswa Sekolah Rakyat: 67 Persen dari Keluarga Berpenghasilan di Bawah Rp1 Juta
-
Pelapor Kasus Fitnah Ijazah Palsu Jokowi Dipanggil Polda, Laporan Eggi Sudjana Dicabut?
-
Tok! Hakim Tolak Eksepsi Nadiem Makarim, Sidang Korupsi Chromebook Lanjut ke Pokok Perkara
-
Pakar: Laporan Terhadap Pandji Pragiwaksono Salah Alamat, Ini Alasannya!
-
KPK Tetapkan Gus Yaqut Jadi Tersangka Kasis Kuota Haji, Maman PKB: Harus Diusut Tuntas
-
Soal Pandji Pragiwaksono Dipolisikan, Garin Nugroho Singgung Mental Kerdil Hadapi Kritik