Suara.com - Seorang suami berusia 26 tahun di Malaysia menampar istrinya yang berumur 45 tahun, serta mengancam memutilasi, hanya gara-gara tak dibelikan mobil.
Alhasil, sang suami yang hanya diidentifikasi sebagai warga negara Indonesia tersebut, ditangkap polisi setelah istrinya membuat laporan pada Senin (25/3) awal pekan ini.
”Penganiayaan dan pengancaman itu sendiri terjadi empat hari sebelumnya (Kamis; 21/3) di rumah mereka, Kampung Sapagaya Hilir,” kata Kepala Polisi Distrik Lahad Datu Asisten Komandan Nasri Mansor, seperti diberitakan The Star, Rabu (27/3/2019).
Ia menjelaskan, setelah penganiayaan itu, sang istri dan ketiga anaknya lari dari rumah mereka dan bersembunyi di tempat kerabat.
Kepada polisi, korban mengakui penganiayaan itu terjadi saat dirinya baru pulang dari sekolah untuk menjemput anak-anaknya.
Setibanya di rumah, sang suami langsung menagih dibelikan mobil. Namun, si istri mengakui tak bisa membelikannya mobil.
Mendengar jawaban itu, suami langsung menampar istri dan mengancam memotongnya memakai kapak serta membakar rumah.
”Pelaku kami tangkap di sebuah rumah di Kampung Sapagaya Hilir pada pukul 3.50 sore pada hari yang sama. Kami juga menyita kapak yang sempat diacung-acungkan tersangka saat insiden itu,” jelasnya.
Penyelidikan sementara menunjukkan, sang suami merupakan pengguna aktif narkoba. Ia menikahi korban 8 Februari 2019 dan memiliki satu anak.
Baca Juga: Bagi Kiat Sukses, Liliyana: Bijak dalam Medsos dan Pilah-Pilah Pemberitaan
Sementara bagi si istri, itu adalah pernikahan untuk kali ketiga. Ia memiliki dua anak lain dari pernikahan sebelumnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Ade Armando Resmi Keluar dari PSI, Pengamat Sebut Demi Selamatkan Citra Partai
-
Mensos Gus Ipul Sambangi KPK Besok, Minta Nasihat Terkait Pengadaan Sekolah Rakyat yang Disorot
-
Gelandang Botafogo Danilo Incar Satu Slot Timnas Brasil di Piala Dunia 2026: Banyak Pemain Top
-
Sidang Kasus Andrie Yunus, Eks Kepala BAIS: Intelijen Itu Alat Negara, Bukan Alat Emosi
-
Menkes Budi Waspadai Hantavirus Masuk Indonesia, Rapid Test hingga PCR Disiapkan
-
Akan Disampaikan di Forum Dunia, 3 Poin tentang Kekerasan Anak yang Tak Bisa Lagi Diabaikan
-
Militer AS Punya Program Lumba-Lumba Militer, Isu di Selat Hormuz Jadi Sorotan
-
Prabowo Bertolak ke Filipina Hadiri KTT Ke-48 ASEAN, Menteri Bahlil dan Seskab Teddy Ikut
-
Soal Masa Depan Wisata RI, Triawan Munaf: Tak Ada Lagi Sistem Pemesanan yang Terfragmentasi
-
Siap-Siap Ganti Gas Melon ke CNG, Apakah Bisa Pakai Kompor LPG Biasa?