Suara.com - Rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Sutrisna Wibawa kini banyak dikenal orang sejak viral-nya kabar bahwa IPK akan dijadikan kelas-kelas tiket konser. Tak hanya itu, ternyata masih banyak bukti bahwa Sutrisna memang orang yang humoris.
Dalam unggahan Instagram pada Selasa (26/3/2019) lalu, Sutrisna memperlihatkan direct message (DM) yang berisi permintaan diadakannya konser penyanyi ternama untuk dies natalis UNY.
Ia pun mengirimkan balasan, dengan malah berinisiatif menjadikan KTM dan KHS mahasiswa UNY sebagai tiket menonton konser. Nantinya IPK mahasiwa yang akan menjadi penentu kelas-kelas tiket itu.
Mahasiswa dengan IPK 4 akan mendapat kelas VIP, IPK 3,8 platinum, IPK 3,6 gold, IPK 3,4 silver, dan IPK 3,2 festival. Sementara itu, sisanya hanya diperbolehkan menonton dari layar di luar GOR, dan, kocaknya, pemilik IPK 3 ke bawah hanya boleh menonton streaming di kos.
Selain itu, berikut empat bukti lain humoris dan ramahnya Sutrisna pada para mahasiswa UNY:
1. Give away UKT
Sutrisna sempat mengunggah pengumuman di Instagram story terkait dies Natalis ke-55 UNY. Pemilik akun Instagram dengan puluhan ribu followers ini bahkan menuliskan, akan mengadakan lomba di Instagram yang hadiahnya termasuk 'give away UKT' alias bagi-bagi uang senilai UKT.
"Hadiahnya terdiri dari: Give away UKT untuk 1 orang (dalam bentuk Uang dari saku saua peribadi), kaos, jaket, dan cendramata UNY lainnya. Mulai sekarang silahkan cari tau lebih banyak tentang UNY dan sejarahnya..... sebagai persiapan," tulis Sutrisna.
2. 10 Year Challenge
Baca Juga: Polisi Memburu Penabrak Pasukan Oranye Naufal Rasyid, Ada CCTV
Sebagai pejabat tinggi universitas yang mengikuti tren masa kini, Sutrisna juga pernah mengunggah foto #10YearChallenge. Ia menyandingkan foto bocah Korea Selatan Song Minguk dan fotonya sendiri, yang dibubuhi tulisan 'Song Trisna'.
"Biar kekinian seperti yang lain ikut #10yearschallenge . Ini saya 10 tahun lalu dan sekarang.... iya-in aja biar kalin cepet lulus," candanya.
3. Hamil 7 bulan
Tampaknya pria 59 tahun ini kerap mendapat pesan-pesan unik melalui DM Instagram. Selain permintaan untuk mengundang penyanyi terkenal di acara dies natalis UNY, Sutrisna juga mendapat pesan dari akun yang mempromosikan jasa konsultasi masalah kehamilan.
Pria 59 tahun ini pun mengomentari cara akun tersebut memasarkan produknya dan menambahkan ralat bahwa ia bukan ibu-ibu dan dari dulu sudah 'hamil' 7 bulan, tetapi belum juga melahirkan.
4. Dumbledore
Tag
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- Misteri Lenyapnya Bocah 4 Tahun di Tulung Madiun: Hanya Sekedip Mata Saat Ibu Mencuci
Pilihan
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
Terkini
-
Tim Advokasi Minta MK Batalkan Pasal Kontroversial UU TNI, Soroti Ruang Sipil dan Impunitas
-
Cueki Permintaan Trump, Presiden Lebanon Ogah Bicara dengan Benjamin Netanyahu
-
Gelar KWP Awards 2026, Ariawan: Pers dan Parlemen Wajib Kolaborasi untuk Negara
-
Mengenal Piramida Budaya Perkosaan: Dari Obrolan Digital hingga Kekerasan Nyata
-
Pentagon Panaskan Mesin Perang, Negosiasi AS-Iran Terancam Kolaps
-
Perdokjasi Dorong Prodi S2 Kedokteran Asuransi Pertama di Indonesia, Target Berdiri 2028
-
Insiden Panipahan Jadi 'Wake-Up Call', Kapolda Riau Deklarasi Perang Total Lawan Narkoba
-
Unggah Foto AI Dipeluk Yesus, Donald Trump Ingin Dianggap sebagai Mesias
-
Nyatakan Netral, PSI Siap Mediasi Sahat-JK
-
Resmi, UBL Pecat Dosen Terduga Pelaku Pelecehan Mahasiswi