Suara.com - Ada 3 ketua umum partai politik yang paling disuka versi survei Charta Politika. Mereka adalah Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dan Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono. Mereka mempengaruhi suara partai di Pemilu 2019.
Direktur Charta Politika, Muslimin mengatakan hal itu berdasarkan figur. Hal itu terbukti dari beberapa masyarakat yang masih memilih sebuah partai atas ketokohan sang ketum.
"Sejauh mana sebenarnya pengaruh popularitas ketua umum partai. Jadi kalau kita lihat parpol ketua umum siapa yang paling populer memang kita lihat selalu partai lama," ujar Muslimin di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (4/4/2019).
Muslimin menyebutkan, ada tiga ketua umum partai yang memiliki tingkat persentase paling tinggi dari pemilih yang memilih partainya berdasarkan sosok mereka. Ketiganya yakni di antaranya ialah Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, serta Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Dari ketiga orang yang menjabat ketum di partainya tersebut, kata Muslimin, Prabowo masih menjadi ketum yang paling disukai oleh publik, diikuti selanjutnya oleh Megawati dan SBY.
"Jadi kemudian ketua umum partai yang paling disukai urutannya adalah memang masih Prabowo Subianto, itu paling disukai dari semua ketua umum yang ada. Baru kemudian posisi nomor dua ada Megawati Soekarnoputri, kemudian ada SBY," kata Muslimin.
Adapun perolehan persentase tokoh ketua umum yang paling disukai publik ialah Prabowo (25,2 persen), Megawati (19,9 persen), dan SBY (18,1 persen).
Selanjutnya secara berurut posisi di bawahnya ditempati oleh Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (6,9 persen), Ketua Umum Nasdem Surya Paloh (4,4 persen), Ketua Umum Perindo Hary Tanoesoedibjo (2,9 persen).
Adapun persentase di rentang 1-2 persen ditempati oleh Ketua Umum Golkar Airlangga Hartanto (1,6 persen), Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan (1,3 persen), Ketus Umum PSI Gace Natalie (1,2 persen), dan Ketua Umum PKS Sohibul Iman (1,0 persen).
Baca Juga: Subuh Berjamaah Lalu ke GBK, Kampanye Akbar Prabowo Tak Pakai Dangdutan
Berita Terkait
-
Unggul di Survei Roy Morgan, Erick Tohir: Rakyat Akui Keberhasilan Jokowi
-
Megawati: Kalau Panen Padi Jangan Langsung Ekspor, Suruh Rakyat Makan Dulu
-
Prabowo Kekeuh Kampanye Meski Sakit, Tapi Akhirnya Tak Diizinkan Dokter
-
Prabowo - Sandiaga Tak Pakai Ratna Sarumpaet Jadi Jurkam Pasca Sebar Hoaks
-
Yusril Dituding Adu Domba Rizieq Shihab dengan Kubu Prabowo
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Cerita di Balik Halte Setiabudi Integritas: Ide Ketua KPK saat Naik Bus dari Ragunan
-
Mandalika hingga Rempang: Hak Rakyat Tergilas Proyek Negara, Pemulihan Cuma Janji?
-
AI Digadang-gadang Mampu Kurangi Emisi Karbon, Benarkah?
-
Stop Stigma Anti-Negara! Kritik Bukan Ancaman, Semua Presiden Wajib Tunduk pada Konstitusi!
-
Benarkah Demo Mahasiswa Ditunggangi? Ini Alasan Mengapa PDIP Dicurigai
-
Wamensos Apresiasi Dukungan ESQ Group untuk Pendidikan dan Karier Siswa Sekolah Rakyat
-
Sekolah Rakyat Ubah Jalan Hidup Aldo, Mantan Tukang Las Kini Punya Impian ke Negeri Sakura
-
Bupati Kediri Apresiasi Capaian Siswa Sekolah Rakyat dalam Open House 2026
-
Rano Karno Janji Tuntaskan Banjir Abadi Joglo: Jalan Ambles Aja Kita Perbaiki
-
Washington D.C. Kalah, Jakarta Masuk Peringkat 53 Kota Terbaik Dunia