Suara.com - PDI Perjuangan dan Partai Gerindra mendapatkan efek ekor jas paling signifikan di Pemilu 2019. Itu dikarena figur kader yang diusung dalam Pilpres 2019. Itu berdasarkan survei Charta Politika.
Di Pemilu 2014, elektabilitas PDIP sebesar 18,9 persen namun jumlahnya meningkat berdasarkan survei Charta 19-25 Maret 2019, yaitu sebesar 25,3 persen. Sementara Partai Gerindra di Pemilu 2014, elektabilitasnya sebesar 11,8 persen namun jumlahnya meningkatkan berdasarkan survei Charta 19-25 Maret 2019 yaitu 16,2 persen.
"PDIP dan Partai Gerindra mendapatkan efek ekor jas paling signifikan karena figur kadernya yang diusung maju dalam kontestasi Pemilu Presiden 2019," kata Direktur Riset Charta Politika, Muslimin dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis.
"Kenaikan signifikan Gerindra dipengaruhi Prabowo dan Sandi yang menjadi capres-cawapres," ujarnya.
Muslimin mengatakan PPP menjadi partai politik yang memiliki trend menurun elektabilitasnya apabila dilihat dari tiga survei Charta Politika.
Berdasarkan data Charta Politika, survei tanggal 22 Desember 2018-2 Januari 2019 elektabilitas parpol, yaitu PKB 8,1 persen, Gerindra 15,2 persen, PDIP 25,2 persen, Golkar 9 persen, Nasdem 5,3 persen, Partai Garuda 0,2 persen, Berkarya 0,3 persen, PKS 4,2 persen, Perindo 2,7 persen, PPP 4,3 persen, PSI 1,5 persen, PAN 2,6 persen, Hanura 0,6 persen, Demokrat 4,5 persen, PBB 0,4 persen, dan PKPI 0,1 persen.
Survei Charta Politika tanggal 1-9 Maret 2019 elektabilitas parpol, yaitu PKB 7,2 persen, Gerindra 15,7 persen, PDIP 24,8 persen, Golkar 9,8 persen, Nasdem 4,9 persen, Partai Garuda 0,2 persen, Berkarya 0,4 persen, PKS 4,1 persen, Perindo 1,3 persen, PPP 3,6 persen, PSI 1,4 persen, PAN 3,2 persen, Hanura 0,8 persen, Demokrat 5,1 persen, PBB 0,4 persen, dan PKPI 0,3 persen.
Survei Charta Politika tanggal 19-25 Maret 2019, elektabilitas parpol, yaitu PKB 8,5 persen, Gerindra 16,2 persen persen, PDIP 25,3 persen, Golkar 11,3 persen, Nasdem 5,2 persen, Partai Garuda 0,2 persen, Berkarya 0,1 persen, PKS 5 persen, Perindo 2 persen, PPP 2,4 persen, PSI 2,2 persen, PAN 3,3 persen, Hanura 1 persen, Demokrat 5,2 persen, PBB 0,5 persen, dan PKPI 0,2 persen.
Survei Charta Politika dilakukan pada 19-25 Maret 2019 dengan jumlah sampel sebanyak 2.000 responsen di 34 provinsi.
Baca Juga: Pete Buttigieg, Pemuda Gay Bakal Jadi Penantang Donald Trump di Pilpres AS
Survei tersebut menggunakan metode multistage random sampling dengan margin of error +/- 2,19 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Berita Terkait
-
Sebelum Sidang, Terdakwa Hoaks Surat Suara Tercoblos Acungkan Salam 2 Jari
-
Charta Politika: Prabowo, Ketua Umum Partai yang Paling Disukai Publik
-
Kampanye di Garut, Maruf Amin: Dulu Kalah, Serang Harus Menang
-
Unggul di Survei Roy Morgan, Erick Tohir: Rakyat Akui Keberhasilan Jokowi
-
TKN: Pemilih Galau akan Pilih Jokowi - Ma'ruf
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat