Suara.com - Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo atau Jokowi - Ma'ruf Amin, Abdul Kadir Karding meminta masyarakat untuk tidak memilih presiden yang memiliki emosi yang tidak stabil. Karding mengimbau masyarakat untuk jeli dalam menentukan pilihannya di Pilpres 2019 nanti.
Pernyataan Karding tersebut dimaksudkan kepada Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto. Karding menilai Prabowo semakin menunjukkan karakter emosi yang tak terkontrol.
Menurut dia, hal itu tergambar mulai dari debat keempat saat Prabowo marah kepada penonton. Lalu emosi Prabowo terlihat tatkala sempat marah-marah kepada salah satu pendukungnya yang terlihat mengobrol saat Prabowo berpidato di acara kampanye akbar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Minggu (7/9) lalu.
Bahkan, kata Karding, Prabowo juga sempat mengeluarkan kata-kata kasar dan emosional yang tak pantas seperti 'ndasmu' saat berpidato.
"Pemimpin yang emosinya tidak stabil seperti itu akan sangat berbahaya, saat memegang tampuk kekuasaan negara. Sebab rakyat akan terancam dan jadi korban dari pemimpin yang emosinya tidak stabil," kata Karding kepada wartawan, Rabu (10/4/2019).
Karding mengklaim imbauannya untuk memilih presiden yang tidak emosional itu bukan tanpa alasan. Sebab menurutnya, berdasarkan hasil riset dari 204 ahli psikologi Universitas Indonesia. Hasil survei terhadap psikologi kedua capres menunjukkan kepribadian Jokowi dinilai lebih tenang dibanding Prabowo.
Lalu jika diukur dari angka 1 sampai 10, poin untuk stabilitas emosi Prabowo berada pada angka 5,16 persen. Sedangkan, Jokowi 7,60 persen.
Sementara itu, tentang sikap otoriter dan demokratis, Jokowi hanya 13 persen memiliki kemungkinan otoriter. Sedangkan Prabowo 76 persen. Soal demokratis, Jokowi memiliki angka 87 persen dan Prabowo hanya 24 persen.
"Berbahaya sekali apabila bangsa ini diserahkan pada pemimpin yang tidak stabil. Taruhannya adalah nasib 260 juta rakyat yang terancam menjadi korban," imbuh dia.
Baca Juga: BPN Prabowo Klaim Jumlah Massa Patahkan Hasil Survei Menangkan Jokowi
Berita Terkait
-
Ini Dia Kriteria Capres Idaman Lalu Muhammad Zohri
-
Resmikan Posko Pengaduan Kecurangan Pemilu, Moeldoko: Kita Bisa Kritisi KPU
-
Pose Dua Jari, 7 Petugas Lapas Kelas 1 Semarang Dimutasi ke Nusakambangan?
-
Gading Marten Tunjukkan Dukungan ke Jokowi, Jaketnya Bikin Heboh!
-
Jokowi: Jangan Sampai Ada yang Suka Marah-marah Betul
Terpopuler
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- 10 Potret Rumah Baru Tasya Farasya yang Mewah, Intip Detail Interiornya
- 4 HP Xiaomi RAM 8 GB Paling Murah, Performa Handal Multitasking Lancar
- 5 Shio yang Diprediksi Beruntung dan Sukses pada 27 Maret 2026
- Panas! Keluarga Bongkar Aib Bunga Zainal, Sebut Istri Sukhdev Singh Pelit hingga Nikah tanpa Wali
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Dukung Earth Hour, BNI Perkuat Operasional Rendah Emisi dan Efisiensi Energi
-
Pembersihan Lumpur dan Rehabilitasi Sawah Terus Diakselerasi Satgas PRR
-
Tancap Gas! Satgas PRR Serahkan 120 Rumah kepada Penyintas Bencana di Tapanuli Selatan
-
Wacana WFH ASN: Solusi Hemat BBM atau Celah untuk Long Weekend?
-
Menteri PU Nyetir Sendiri Lintasi Trans Jawa, Puji Kualitas Tol Bebas Lubang
-
Tak Ada yang Kebal Hukum: Mantan PM Nepal Sharma Oli Ditangkap Terkait Tewasnya Demonstran
-
Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
-
Sampah Menggunung di Pasar Induk Kramat Jati Capai 6.970 Ton, Pasar Jaya Kebut Pengangkutan
-
Antisipasi Copet hingga Jambret, Ribuan Personel Jaga Ketat Pasar Murah di Monas
-
Bersama Anak Yatim Piatu, Boni Hargens Gelar Doa bagi Perdamaian Dunia