Suara.com - Dahnil Anzar Simanjuntak, koordinator juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto - Sandiaga Uno, mengaku kecewa mendengar kabar pemecatan Ketua KPU Kota Pariaman Abrar Azis.
Dahnil, yang mengaku mendengar putusan pemecatan Ketua KPU Pariaman itu dari media, menilai pemecatan itu tidak adil karena tidak ada pembicaraan soal pemilu dalam acara makan malam tersebut.
"Bagi saya keputusan tersebut mengabaikan etika sesungguhnya dan enggak berkeadilan," kata Dahnil di Gedung Istora Senayan, Rabu (10/4/2019).
Dahnil pun membeberkan soal pertemuan dengan Abrar tersebut yang dipermasalahkan lantaran dinilai Peraturan DKPP Nomor 2 Tahun 2017 tentang Kode Etik dan Pedoman Perilaku Penyelenggara Pemilihan Umum.
Dahnil menyebut Abrar sebagai adiknya di Pengurus Pusat Pemuda Muhammadiyah. Pertemuan itu terjadi saar Dahnil sedang melakukan perjalanan untuk berceramah ke Pasaman Barat. Dalam perjalanan, Dahnil mampir ke salah satu restoran bersama teman-temannya dari PP Pemuda Muhammadiyah.
"Datang di situ ya biasa. Saya kan seniornya. Dia mampir di situ, kemudian say hello. Kemudian ikut makan di situ. Itu yang kemudian dipecat? Apa alasannya?," ujarnya.
Bahkan Dahnil mengaku kalau tidak ada pemanggilan kepada dirinya untuk dimintai klarifikasi. Padahal Dahnil menegaskan bahwa pada saat bertemu dengan Abrar, tidak ada pembahasan soal pemilu.
"Enggak ada urusannya dengan pemilu. Abrar datang di situ makan dan di situ banyak orang. Kalau kita mau terkait pemilu enggak akan di tempat makan yang terbuka dan Abrar bahkan enggak sempat ngobrol dengan saya," tuturnya.
Untuk diketahui, Ketua Komisi Pemilihan Umum atau KPU Kota Pariaman Abrar Azis dipecat karena makan bareng Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak. Abrar Azis disebut melanggar kode etik.
Pemecatan itu diputuskan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). Sanksi ini dijatuhkan dalam sidang kode etik penyelenggara Pemilu yang diselenggarakan DKPP di Ruang Sidang DKPP, lantai 5 Gedung Bawaslu RI, Jalan MH Thamrin No 14, Jakarta, Rabu.
Berita Terkait
-
Haji Tanpa Antre? Kemenhaj Godok Skema 'War Tiket' Arahan Prabowo, Begini Mekanismenya
-
Konflik AS vs Iran Kian Membara, Pemerintah Imbau Jemaah Umrah Tunda Keberangkatan
-
Situasi Timur Tengah Memanas, Pemerintah Imbau Jemaah Tunda Keberangkatan Umrah
-
Presiden Prabowo Perintahkan Tekan Cash Outflow Ekonomi Haji
-
Wamenhaj: Asrama Haji Akan Jadi 'Pusat Ekonomi Umrah', Semua Jemaah Wajib Lewat Sini!
Terpopuler
- Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 5 Tinted Sunscreen yang Bagus untuk Flek Hitam dan Melasma
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
Pilihan
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
Terkini
-
BBM Non-Subsidi Naik, Puan Maharani Ingatkan Pemerintah Soal Mitigasi Harga Energi
-
Puan Soroti Gugurnya 3 Prajurit TNI di Lebanon, DPR Dorong Evaluasi Misi Perdamaian
-
Siapa Ahmad Vahidi? Komandan Baru IRGC Iran Jadi Sosok Menakutkan Bagi AS dan Israel
-
Didesak Aliansi, DPRD Kaltim Sepakat Tanda Tangani Pakta Integritas
-
Terbongkar! Lab Narkoba Vape Malaysia di Apartemen River Side Tangerang Jadi , Nilainya Rp762 Miliar
-
Kadis LH Jadi Tersangka Longsor Bantargebang, Rano Karno: Ini Konsekuensi yang Harus Dipikul
-
Clandestine Lab Vape Narkoba Terungkap di Tangerang, Polisi Sita Barang Bukti Senilai Rp762 Miliar
-
KPK: 91 Persen Koruptor Adalah Laki-laki
-
Sah! DPR Ketok Palu UU PPRT di Hari Kartini, Jutaan Pekerja Rumah Tangga Kini Punya Payung Hukum
-
Lebanon Pilih Negosiasi dengan Israel, Presiden Joseph Aoun Ungkap 3 Tujuan Utama