Suara.com - Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono menyebutkan, kedatangan polisi ke kantor Telkom, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, hari ini berkaitan kasus dugaan aliran dana mencurigakan yang masuk ke Indonesia.
Menurutnya, saat ini kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan.
"Ada dugaan aliran dana mencurigakan masuk ke Indonesia, sedang dilakukan penyelidikan," ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat (12/4/2019).
Namun, Argo menyebut polisi tak melakukan penggeledagan, melainkan hanya meminta dokumen untuk kepentingan kasus ini.
"Jadi ada transaksi mencurigakan. Itu bukan geledah itu tapi minta dokumen saja," kata dia.
Sayangnya, Argo tak mau membeberkan secara rinci penyelidikan yang kini ditangani aparat Ditreskrimsus Polda Metro Jaya termasuk identitas pelapor dalam kasus itu. Argo hanya menyebut saat ini, polisi masih mengumpulkan bukti-bukti terkait pelaporan tersebut.
"Pelapor tidak boleh disampaikan. Biarkan penyidik bekerja," singkat Argo.
Sebelumnya, Kepala Subdit Sumber Daya dan Lingkungan (Sumdaling) Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, AKBP Ganis Setyaningrum terjun ke lokasi. Saat dihubungi, ia menyebut hanya menindaklanjuti soal pelaporan yang diterima polisi.
"Kita menindaklanjuti pengaduan saja, biasa menindaklanjuti pengaduan saja ya," ujar Ganis.
Baca Juga: Ditawari Jadi Caleg, Baim Wong Disomasi Manajemen Artis
Menurutnya, pelaporan itu berkaitan dengan adanya sejumlah transaksi yang mencurigakan.
"Kita melakukan ini atas ada pengaduan gitu kita tindak lanjuti. Ada dugaan transaksi yang mencurigakan ya kita tindak lanjuti," tambahnya.
Berita Terkait
-
Kantor Telkom Digeledah Polisi, Kasus Apa?
-
Skandal Asmara Karyawati Picu Pengusaha Amat Tantoso Tusuk WN Malaysia
-
Awalnya Dikira Bangkai Ayam, Nelayan Histeris Lihat Kaki Mayat dalam Karung
-
Masalah Utang, Pengusaha Amat Tantoso Tikam WN Malaysia hingga Kritis
-
Sampingan Jadi DJ, Alasan Agung Saga Pakai Sabu Biar Terus Strong
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- Misteri Lenyapnya Bocah 4 Tahun di Tulung Madiun: Hanya Sekedip Mata Saat Ibu Mencuci
Pilihan
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
Terkini
-
RUU Pemilu Jadi Tarik Ulur: Demokrat Nilai Tak Perlu Buru-Buru, Golkar Minta Segera Dibahas
-
Israel Diserang Jutaan Lebah, Warga Zionis Ketakutan Yakin Itu Kiriman dari Tuhan
-
Perang Bikin Harga-harga Naik, Kaesang Lobi Dubes Iran Buka Jalur Selat Hormuz untuk Pertamina
-
DPM Perdokjasi Resmi Bekerja Sama dengan 13 Asuransi untuk Perkuat Penilaian Klaim
-
Polisi Selidiki Kasus Begal Viral di Gunung Sahari Meski Korban Belum Melapor
-
Kemkomdigi Beberkan 7 Ancaman Digital yang Bisa Rusak Mental Anak: PP Tunas Hadir Untuk Melindungi
-
Bukti Awal Sudah di Kantong! Polda Metro Jaya Siap Usut Skandal Pelecehan Seksual Mahasiswa FH UI
-
Jarwinn Solar Panel Solusi Listrik Lebih Hemat Di Saat Viral BBM Naik
-
BGN Pastikan Motor Listrik Bakal 'Blusukan' Antar MBG di Seluruh Indonesia
-
Reshuffle Kabinet Makin Dekat? Sekjen Demokrat Tegaskan Nasib Menteri di Tangan Prabowo