Suara.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump meminta pada pihak Boeing untuk mengubah citra pesawat Boeing 737 Max 8 pasca jatuhnya pesawat Lion Air dan Ethiopian Airlines. Presiden Trump menilai jika langkah tersebut diambil bisa mengembalikan kepercayaan publik.
Dikutip dari Reuters, dalam postingannya Trump menjelaskan langkah yang harus dilakukan oleh Boeing. Diketahui, Trump memiliki maskapai penerbangan Trump Shuttle di tahun 1989 hingga 1992.
"Apa yang saya ketahui tentang branding mungkin tidak ada, tetapi jika saya (pemilik) Boeing, saya akan memperbaiki Boeing 737 Max dan menambah fitur hebat tambahan dan membuat pesawat dengan nama baru" ujarnya seperti dikutip Suara.com. pada Selasa (16/4/2019).
Saat ditanya terkait saran Presiden Trump melalui potingan Twitter, Wakil Presiden Komunikasi Beoing, Gordon Jondroe menjelaskan untuk membangun kepercayaan publik adalah tetap berfokus dan pilot menjadi peran penting.
"Keyakinan pilot terhadap pesawat akan mengarahkan penumpang dan awak untuk memiliki kepercayaan yang lebih besar pada pesawat," ujar Gordon Johndroe.
Ia menerangkan, Boeing 737 Max 8 merupakan peawat terlaris Boeing yang berbasis di Chicago Amerika Serikat. Boeing 737 Max 8 merupakan sumber utama laba dan uang setelah memenangkan 5 ribu pesanan dalam tujuh tahun produksi.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
KPAI: Anak Korban Kekerasan Daycare Little Aresha Yogyakarta Berpotensi Alami Trauma Serius!
-
AS Perketat Aturan Kartu Hijau, Pemohon yang Mendukung Palestina akan Ditolak
-
Rektor Paramadina: Penutupan Prodi Visi Jangka Pendek, Kampus Bukan Sekadar Cetak Pekerja!
-
Polisi Sikat Markas Narkoba Viral di Kebon Melati, 9 Orang Ditangkap dari Pinggir Rel!
-
Menaker Yassierli: Lulusan Perguruan Tinggi harus Miliki Strategi Triple Readiness Hadapi Era AI
-
Penghargaan Pemda Strategi Tingkatkan Kinerja dan Kepercayaan Publik
-
Wamensos Tegaskan Sekolah Rakyat Jadi Jalan Emas Putus Rantai Kemiskinan
-
KPAI Ungkap Dugaan Pelanggaran Berlapis di Kasus Daycare Litte Aresha Yogyakarta!
-
Hari Kekayaan Intelektual 2026, Kementerian Hukum Dorong Industri Olahraga dan Inovasi Nasional
-
Duel Lawan Begal! Karyawan Sablon di Jakbar Bersimbah Darah Demi Pertahankan Motor dan HP