Suara.com - Sejumlah warganet pendukung calon presiden dengan nomor urut 2 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno menuding stasiun televisi berita Metro TV merekayasa atau 'mengakali' proses hitung cepat alias quick count Pemilihan Presiden 2019.
Namun, salah seorang presenter dan jurnalis Metro TV Maria Lizia membantahnya. Melalui fitur Instastory akun jejaring sosial Instagram miliknya, @marializia, dia mengatakan bahwa itu kesalahan teknis dalam penayangan grafis data quick count.
"Banyak yang screen capture, mempertanyakan dan menjadi viral. Klarifikasinya: terdapat kesalahan teknis dalam penayangan grafis data hasil sementara penghitungan cepat Pilpres 2019 pada pukul 15.12 WIB," tulis Maria Lizia, Rabu (17/4/2019) malam.
Menurut Maria Lizia, dalam penayangan yang viral tersebut, ada perbedaan data grafis dengan election ticker yang muncul di layar. Maria Lizia mengimbau agar lebih yakin, warganet diminta untuk mengecek quick count di TV lain di detik yang sama.
"Di tayangan tersebut terdapat perbedaan data grafis dengan election ticker yang muncul di layar. Berikut kami tampilkan data terakhir penghitungan suara yang benar. Agar lebih yakin, monggi dicek quick count TV lain di detik yang sama/bisa buka langsung web lembaga quick count tersebut," tulis Maria Lizia.
Di Instastory berikutnya, Maria Lizia menampilkan klarifikasi dari Metro TV. Dia juga memaparkan perbandingan antara tayangan yang benar dan salah. Dalam tayangan yang salah, data dan logo tertukar gara-gara kesalahan teknis.
"Jadi kehebohan ini adalah murni karena technical error. Salah masukin data, yang segera diperbaiki," tulis Maria Lizia.
Sebelumnya, sejumlah warganet pendukung Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno mengunggah video yang memperlihatkan perubahan hasil quick count sementara dalam tayangan Metro TV.
Salah satu yang mengunggah video tersebut adalah politikus Partai Amanat Nasional (PAN) Hanum Salsabiela Rais melalui akun jejaring sosial Twitter, @hanumrais. Dalam cuitannya, Hanum Rais berkicau mengindikasikan adanya kecurangan atas nama survei.
Baca Juga: Pemilu 2019 Selesai, MUI Sampaikan Pesan Damai untuk Indonesia
"Allah dengan kuasa-Nya menunjukkan makar manusia yang mencurangi demokrasi Indonesia atas nama survei. Silahkan tonton sendiri," cuit Hanum Rais.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jalan Putri Hijau/Yos Sudarso Medan Ditutup 31 Januari hingga 6 Februari, Arus Lalin Dialihkan
- 4 Cushion Wardah untuk Tutupi Kerutan Lansia Usia 50 Tahun ke Atas
- Reshuffle Kabinet: Sugiono Jadi Menko PMK Gantikan 'Orang Jokowi', Keponakan Prabowo Jadi Menlu?
- Ketua KPK Jawab Peluang Panggil Jokowi dalam Kasus Korupsi Kuota Haji
- 5 Mobil Bekas Rp30 Jutaan yang Cocok untuk Guru Honorer: Solusi Ekonomis untuk Mobilitas Sehari-hari
Pilihan
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis
-
Pasar Modal Bergejolak, OJK Imbau Investor Rasional di Tengah Mundurnya Dirut BEI
-
5 HP Memori 128 GB di Bawah Rp2 Juta Terbaik Awal 2026: Kapasitas Lega, Harga Ramah di Kantong!
-
5 HP Murah Mirip iPhone Terbaru: Gaya Mewah Boba 3 Mulai Rp900 Ribuan!
-
Rupiah Melemah ke Rp16.786, Tertekan Sentimen Negatif Pasar Saham
Terkini
-
Wamensos Agus Jabo Ajak PWI Gaungkan Program Sekolah Rakyat
-
Penyebab Longsor Cisarua Dominasi Faktor Alam, Ahli Ungkap Ancaman Geologis Gunung Burangrang
-
Akal Bulus Maling di Jakbar: Nginap di Hotel Melati, Gasak Rumah Mewah Rp150 Juta Lewat Balkon
-
Akar Masalah Seleksi Hakim MK: Konfigurasi Kekuasaan dan Upaya Melahirkan 'Hakim Boneka'
-
Mabes Polri Endus Praktik Saham Gorengan di Balik IHSG Anjlok, Siap Buru Mafia Pasar Modal
-
IDAI Ingatkan Lonjakan Penyakit Anak di Musim Hujan: Waspada Super Flu hingga Bahaya Zat Kimia
-
Duduki Kursi Ketum PBNU Lagi, Gus Yahya: Semua Kembali Guyub
-
Kasus Resmi Dihentikan, Hogi Minaya Legowo Tak Tuntut Balik
-
Percepat Program Prioritas Pemerintah, Kemendagri Akan Gelar Rakornas Pusat & Daerah 2026
-
Akhirnya Senyum Lebar! Hogi Minaya Blak-blakan Soal Masa Kelam Jadi Tersangka