Presiden Jokowi bertemu Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di Ankara, Turki. Kamis (6/7/2017). [Foto Laily Rachev - Biro Pers Setpres]

Suara.com - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan disebut-sebut tak mau mengakui kemenangan Capres nomor urut 1 Jokowi pada Pilpres Indonesia 2019.

Klaim yang diperiksa:

Kabar tersebut awalnya termuat dalam laman daring bernama aljazera.online, Sabtu (20/4) akhir pekan lalu.

Dalam laman itu, terdapat artikel berjudul ”Info Dari Turki : Erdogan Tidak Pernah Akui Kemenangan Jokowi.”

Pada artikel itu juga, terdapat hasil bidik layar akun Twitter milik @hasmi_bakhtiar, yang membenarkan informasi bahwa Erdogan tak mengakui kemenangan Jokowi.

”Gw dapat info dari Turky, Erdogan gak pernah mengakui kemenangan Jokowi. Semua kepala negara dunia termasuk Erdogan masih menunggu hasil resmi dan sangat paham apa yang sedang terjadi di Indonesia. Pak Jokowi, jangan pakai jabatan bapak sebagai presiden mengelabui publik," tulis akun tersebut.

Unggahan @hasmi_bakhtiar yang disertakan dalam artikel aljazera.online itu telah mendapat 1,8K komentar, diretweet 3.500 kali dan disukai 5.800 orang.

[Aljazera.online]

Fakta:

Teks dalam artikel ”Info Dari Turki : Erdogan Tidak Pernah Akui Kemenangan Jokowi” tersebut merupakan hasil menjiplak artikel media terverifikasi Dewan Pers, yakni Detik.com pada hari Kamis (18/4).

Aljazera.online hanya menghapus kalimat ”Sudah 21 Kepala Negara Ucap Selamat ke Jokowi, Erdogan Juga akan Telpon,”  pada artikel Detik.com tersebut.

Hasil bidik layar akun Twitter Jokowi yang ditampilkan laman itu juga tak utuh. Jokowi seharusnya menjelaskan ucapan selamat dari tokoh-tokoh dunia itu ditujukan kepada warga Indonesia karena Pemilu 2019 berlangsung aman, lancar, dan damai.

Selain itu, kredibilitas Aljazera.online juga tak bisa dipercaya. Sebelumnya, mereka pernah menulis kabar bohong soal “Petir Menggelegar Setelah Presiden Indonesia Masuk Kabah”.

Kala itu, Kepala Biro Jakarta Al Jazeera Media Network Sohaib Jassim, memberi pernyataan tertulis bahwa Aljazera.Online mencatut nama medianya, Al Jazeera Media Network, yang berbasis di Qatar.

[Twitter]

Kesimpulan

Informasi yang disebarkan Aljazera.Online mengenai Erdogan tak mengakui kemenangan Jokowi tak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.