Suara.com - Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal memastikan tak akan membelot dari Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto meski sempat bertemu dengan Capres petahana Joko Widodo di Istana Bogor, menjelang hari buruh internasional atau May Day.
Said menegaskan pertemuan tersebut tidak ada hubungannya dengan sikap politik KSPI pada Pilpres 2019. Bahkan, dia menyebut, KSPI telah melakukan kontrak politik dengan Prabowo melalui Sepuluh Tuntutan Rakyat (Sepultura) yang diajukan para buruh. Karena itu, Said merasa buruh berkewajiban mengawal suara Prabowo yang berdampingan dengan Cawapres Sandiaga Uno di Pilpres 2019.
"KSPI sudah menandatangani kontrak politik dengan pak Prabowo melalui sepultura setahun lalu, sehingga lami berkepentingan pengawalan suara pak Prabowo sebagai Pilpres dinanti rekapitulasi manual KPU," ujar Said di Hotel Mega Proklamasi Menteng, Jakarta Pusat (29/4/2019).
Pertemuan Said dengan Jokowi bertujuan untuk membahas revisi PP nomor 78 tahun 2015 tentang pengupahan. Pertemuan itu dikatakan Said diinisiasi oleh Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) dan dihadiri oleh perwakilan enam serika buruh. Tujuannya sebagai tindak lanjut dari janji kampanye Jokowi di Bandung, basis massa KSPSI.
Said menganggap peraturan itu menjadikan upah buruh kecil dan ia ingin mencabut PP tersebut. Namun Said menyatakan Jokowi sudah sepakat untuk merevisi PP itu melalui pertemuan dengan para aktivis buruh itu.
"Saya hadir khusus revisi PP nomor 78. Pertemuan dengan Presiden Jokowi, Jumat lalu yang diinsiasi oleh saudara, sahabat saya Andi Gani dari KSPSI. Pak Jokowi setuju revisi sesuai dengan janji kampanyenya pada waktu itu dihadapan buruh yang dipimpin Andi Gani," jelas Said.
Berita Terkait
-
Sebut Sudah Menangkan Pilpres, KSPI Undang Prabowo Berpidato saat May Day
-
Politisi PAN: Zulhas Lebih Pentingkan Kondisi Bangsa daripada Politik
-
Said Iqbal Bertemu Jokowi, BPN: Enggak Sopan Kalau Absen
-
Sandiaga Setuju Prabowo dan Jokowi Bertemu Jelang Hasil Resmi Pilpres
-
Bertemu Maruf Amin, Tengku Zul: Saya Bukan Penjilat
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- 4 Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
- 4 Sepatu Lari Lokal Harga Rp100 Ribuan dengan Ulasan Terbaik, Pas Buat Jogging
- Mengenal Sosok Alexandra Askandar, Bankir Perempuan Berpengaruh di Jajaran Top Level BUMN
Pilihan
-
Dasco Pagi-pagi Kumpulkan Menkeu Purbaya dan Gubernur BI di DPR, Evaluasi Ekonomi
-
Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
-
Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
Terkini
-
KPK Ungkap Alasan Tak Menerbitkan Surat Panggilan untuk Silmy Karim
-
Pemprov DKI Buka 2.843 Lowongan Padat Karya, Syaratnya Cukup KTP Jakarta
-
Gus Ipul Kunjungi Al Falah Ploso, Minta Doa Kiai Huda untuk Munas-Konbes 2026
-
Sepertiga Kelurahan di Jakarta Belum Punya Pos Pemadam Kebakaran
-
Prasasti: Stabilitas Rupiah dan Inflasi Jadi Ujian Pemerintah
-
Ekstradisi Paulus Tannos ke Indonesia Tunggu Sidang Lanjutan di Singapura pada Agustus 2026
-
ICW soal Kasus Silmy Karim: Pemerasan Masih Marak, Pemerintah Gagal Benahi Sistem Perizinan.
-
4 Cara Mengelola Pengeluaran Bulanan agar Saldo Dompet Digital Lebih Hemat dengan ShopeePay
-
Sengketa Tanah Kedoya Memanas, Tergugat Persoalkan Status Kuasa Hukum Penggugat
-
Jakarta Siapkan Sistem Peringatan Dini Kualitas Udara, Warga Bisa Cek Polusi 3 Hari ke Depan