Suara.com - Belasan pedagang musiman yang menyediakan aneka kuliner ikut meramaikan peringatan Hari Buruh Sedunia yang dipusatkan di Tenis Indoor Senayan, Jakarta, Rabu (1/5/2019). Harga semangkok bakso di sana sampai Rp 25 ribu per porsi.
Para pedagang ini menjual berbagai jajanan seperti pecel Madiun, bakso, kerak telor, soto Lamongan, nasi goreng, mie goreng, tempe mendoan, aneka gorengan, serta berbagai macam minuman, mulai dari jeruk peras, teh hangat, kopi dan air mineral.
Menurut Romi (27) salah satu penjual baso, pedagang dari berbagai wilayah itu sudah membuka stannya sejak pagi sebelum acara dimulai.
"Kami dagang musiman saja, di mana ada acara kami hadir," kata Romi.
Khusus hari ini Romi menyediakan 500 porsi bakso, dan berharap seluruh dagangannya laku. Harga seporsi bakso dibandrol Rp25 ribu, dan teh tawar hangat Rp5 ribu per gelas besar.
Pedagang kuliner ini disediakan tempat khusus dengan tenda yang didirikan oleh koordinator, berlokasi di sebelah gedung Tenis Indoor Senayan.
Sejumlah buruh yang datang memanfaatkan waktunya sebelum acara dimulai untuk sarapan, menyeruput kopi hangat. Pembeli juga datang dari petugas keamanan yang berjaga-jaga di lokasi.
Romi dan pedagang lainnya kerap mengikuti berbagai acara untuk berjualan. Pekan lalu dia hadir di acara komunitas motor di Cibitung, membawa 500 porsi baso.
"Kemarin kurang laris, nggak banyak yang beli. Hari ini berharap banyak yang beli," katanya.
Baca Juga: Tertahan di Bundaran HI, Buruh Tak Boleh Dekat ke Halaman Istana Merdeka
Selama musim kampanye Romi dan temen-temen sesama pedagangnya meraup untung karena bisa berjualan pada setiap kampanye paslon 01 maupun paslon 02.
"Alhamdulillah pas kampanye dagangan laris manis," kata Romi. (Antara)
Tag
Berita Terkait
-
Tertahan di Bundaran HI, Buruh Tak Boleh Dekat ke Halaman Istana Merdeka
-
Sebelum ke Padang, Sandiaga Main Basket dengan Sulaiman di Hari Buruh
-
Prabowo Datang, Buruh: Inilah Presiden Pilihan Buruh!
-
Bangkit Melawan Kekerasan, Pemberangusan, dan Turbulensi Industri Media
-
Buruh Jurnalis: Innalilahi Atas Matinya Kebebasan Berekspresi
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
DPRD DKI Minta Seluruh Bus Transjakarta Dipasang Kamera Pendeteksi Sopir Ngantuk
-
Modus Operandi 'Endless Art Investment Cara Nadiem Diduga Samarkan Aliran Dana Google Chromebook OS
-
Prabowo Sambangi Yordania, Pesawat Kepresidenan RI Dikawal F-16
-
DPRD DKI: Raperda Sistem Pangan Solusi Food Waste Jakarta
-
Polda DIY Bantah Gunakan Gas Air Mata Saat Bubarkan Massa, Sebut Suara Ledakan dari...
-
Lalin Jakarta Pagi Ini: Senayan Lancar, Rindam Padat, Truk Tabrak Separator di Gatot Subroto
-
Massa Robohkan Gerbang Polda DIY! Tiga Mahasiswa Sempat Diamankan Saat Demo Ricuh
-
Perang Rusia-Ukraina Masuk Tahun Keempat, PBB Desak Gencatan Senjata Segera
-
Fakta Baru! Pegawai Rental yang Aniaya Petugas SPBU Ternyata Positif Sabu dan Ganja
-
Komisi III DPR RI Sayangkan Guru Honorer di Probolinggo Dipidanakan karena Rangkap Jabatan