Suara.com - Prabowo Subianto dinilai sudah tidak percaya pada institusi nasional dan lebih percaya pada institusi asing. Pendapat ini dikemukakan oleh pengamat komunikasi politik dari Universitas Indonesia (UI) Ari Junaedi.
Hal itu ditunjukkan dengan sikap calon presiden nomor urut 2 tersebut yang terus melontarkan tudingan miring kepada penyelenggara pemilu. Namun, di sisi lain, Prabowo Subianto "curhat" kepada perwakilan kedutaan besar negara sahabat dan wartawan asing.
"Sudah menuding KPU yang tidak-tidak, sekarang wartawan nasional pun dilarang meliput. Ini 'kan seperti sudah tidak percaya institusi nasional, dan lebih percaya asing dalam menyelesaikan persoalan dalam negeri," kata Ari Junaedi di Jakarta, Rabu (8/5/2019) seperti dilansir SUARA dari ANTARA.
Komentar Ari Junaedi itu terkait pertemuan Prabowo Subianto dengan perwakilan kedutaan besar negara sahabat dan wartawan asing di kediamannya, Jalan Kertanegara IV, Jakarta, Senin (6/5) malam. Di pertemuan yang melarang kehadiran wartawan nasional itu, Prabowo Subianto menuding banyak kecurangan pemilu di Indonesia.
Ari Junaedi mengatakan, sikap Prabowo Subianto yang cenderung lebih percaya pihak asing ini kontradiktif dengan apa yang selama ini dikampanyekan ke publik.
"Prabowo selama kampanye 'kan mendaku seolah-olah dia paling nasionalis, dan bahkan sambil menggebrak-gebrak meja menuding banyak pihak sebagai antek asing," ujar Ari Junaedi.
Pengajar di sejumlah kampus ternama ini menilai manuver politik Prabowo Subianto usai pencoblosan 17 April 2019 terkesan sudah membabi buta dan melawan arus utama.
Ari Junaedi menilai Prabowo Subianto telah terjebak dalam keinginan sejumlah elite politik yang sejak awal menskenariokan dirinya pasti menang di Pilpres 2019.
"Elite di lingkar politik terdekat Prabowo inilah yang ditengarai politikus Demokrat Andi Arief sebagai genderuwo yang ikut bertanggung jawab terhadap informasi sesat kemenangan 62 persen bagi pasangan 01," ujar Ari Junaedi.
Baca Juga: Marak Baliho Prabowo - Sandiaga, Bawaslu Depok: Bukan APK
Berita Terkait
-
Prabowo Terima Data Penghitungan Suara, BPN Akan Ekspose Senin Depan
-
Terima Masukan Hasil Pemilu, Prabowo Sowan ke PKS
-
Ustaz Somad Terancam Tak Gajian dan Dipecat dari ASN karena Dukung Prabowo
-
Jurkam Prabowo Lieus Sungkharisma Dituduh Makar Dilaporkan ke Bareskrim
-
KASN Tunggu Klarifikasi Ustaz Abdul Somad Terkait Video Dukung Prabowo
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Cara Mencari Sinyal TVRI di TV Digital dan TV Analog agar Bisa Nonton Siaran Piala Dunia 2026
- 4 SMA di Banten Terpilih Jadi Sekolah Unggul Garuda 2026, Ini Daftarnya
- Milk Cleanser Viva untuk Umur Berapa? Ini Penjelasan dan 5 Pilihan Variannya
- 4 Cushion Terbaik untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Anti Crack Samarkan Garis Halus Seharian
Pilihan
-
Prediksi Argentina vs Aljazair: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
Terkini
-
Penting, Ini 5 Persiapan Finansial yang Mesti Dilakukan Agar Terus Cuan di Masa Pensiun
-
Setop Dapur MBG Baru! Pemerintah Bakal Audit dan Beri 'Rapor' Kinerja
-
Gaji Tembus Rp5,7 Juta! Pemprov DKI Buka 2.843 Lowongan Kerja Padat Karya bagi Warga Jakarta
-
Tolak Pidana LGBTQ, Koalisi Sipil: Jangan Alihkan Isu Korupsi MBG dan Rupiah!
-
Jelang Konbes Banser, Gus Ipul Tegaskan Peran Banser sebagai Pengabdian Ulama untuk Bangsa
-
Sampai Disorot DPR! Sahroni Desak Pria Cabuli Anjing di Penjaringan Diseret ke Meja Hijau
-
BTN, Pemprov DKI Jakarta dan Kementerian UMKM Perkuat Strategi Beyond Mortgage
-
Motif Asmara Tak Direstui! Aksi Fortuner Putih Culik Lansia di PIK Terancam 12 Tahun Bui
-
Kinerja Positif, BTN Raih Laba Bersih Konsolidasi Rp1,85 Triliun per Mei 2026
-
Waspada! Stiker Sedot WC Jadi Kode Transaksi Sabu di Cipayung Jakarta Timur