Suara.com - Memasuki bulan ramadan, perubahan pola makan seringkali menimbulkan masalah di rongga mulut, salah satunya sariawan. Bila tidak segera diobati tentu akan mengganggu kenyamanan dalam menjalankan ibadah puasa.
Tak jarang, sebagian orang pun memilih untuk mengobati sariawan dengan menggunakan obat oles ataupun berkumur. Meski demikian, muncul kekhawatiran menggunakan obat sariawan saat berpuasa dapat mengurangi nilai ibadah puasa hingga dapat membatalkan puasa tersebut.
Suara.com melansir dari NU.or.id, Senin (13/5/2019), menggunakan obat sariawan dioles atau berkumur tidak membatalkan puasa selama cairan tersebut tidak masuk ke dalam tenggorokan. Dalam Kitab Mausu'ah Al-Fiqhiyyah Al-Kuwaitiyyah sebagai berikut.
"Tidak ada perbedaan pendapat di antara ulama ahwa puasa tidak menjadi batal dengan sebab mencicipi makanan atau minuman jika tidak sampai (masuk)pada bagian dalam tubuh (jauf) tapi lebih baik hal demikian dijauhi." (Kementerian Wakaf dan Urusan Keagamaan, Mausu'ah Al Fiqhiyyah Al-Kuwaitiyyah, juz 21, hlm 293).
Kasus tersebut pun sama halnya dengan kasus menggunakan obat sariawan saat berpuasa. Selama obat tersebut hanya dioles di bagian rongga mulut tanpa masuk ke perut maka tidak membatalkan puasa.
Jika obat sariawan tersebut terasa sampai ke tenggorokan, namun orang tersebut tak merasa bila menelannya maka tetap diperbolehkan melanjutkan puasa hingga waktu berbuka tiba. Pasalnya, aktivitas di mulut dengan suatu cairan seringkali menimbulkan rasa tersendiri, seperti halnya menyikat gigi menggunakan pasta gigi seringkali terasa di tenggorokan meski tidak menelan pasta gigi tersebut.
Namun, jika seseorang menelan air liur atau ludah yang sudah tercampur dengan obat sariawan atau darah dari sariawan maka puasanya dianggap batal. Sehingga, seseorang perlu hati-hati lagi dalam menelan ludah, bila dirasa masih mengandung obat atau darah lebih baik dikeluarkan melalui mulut.
"Jika seseorang menelan air liurnya yang masih murni maka hal tersebut tidak membatalkan puasanya, meskipun air liurnya ia kumpulkan (menjadi banyak). Dan menelan air liur dapat membatalkan puasa ketika air liurnya terkena najis, seperti seseorang yang gusinya berdarah, atau ia mengonsumsi sesuatu yang najis dan mulutnya tidak ia basuh sampai masuk waktu subuh. Bahkan meskipun air liur (yang terkena najis) warnanya masih bening. Begitu juga (puasa menjadi batal ketika menelan) air liur yang bercampur dengan perkara suci yang lain, seperti orang yang membasahi dengan air liur pada benang jahit yang ditenun, lalu air liurnya berubah warna” (Syekh Zakariya al-Anshari, Asna al-Mathalib, juz 5, hlm. 305).
Dari penjelasan tersebut diatas dapat disimpulkan bahw amenggunakan obat sariawan selama berpuasa tidak membatalkan puasa bila obat tersebut tidak masuk ke dalam tubuh. Namun, perlu kehati-hatian dalam hal ini, sehingga lebih baik pengobatan dilakukan saat waktu sahur atau berbuka untuk menghindari risiko obat tersebut tertelan yang dapat berakibat puasa menjadi batal.
Baca Juga: Dua Solusi Wapres JK untuk Perbaiki Pemilu Indonesia
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Sheet Mask atau Toner Dulu? Ini Urutan yang Benar agar Skincare Menyerap Maksimal
-
Dana Pemerintah Ditarik, Perbankan Hadapi Tekanan Likuiditas Ekstra
-
Rumah Sakit Cali Kolombia Runtuh Usai Gempa, Pasien Bayi hingga Anak-anak Terjebak
-
Apa Persamaan dan Perbedaan Gempa Bumi Venezuela dan Kolombia?
-
Emiten AVIA Tegaskan Kepatuhan Persaingan Usaha KPPU
-
111 Orang Tewas Usai Gempa Bumi Besar Kolombia, Rumah Sakit Hancur
-
Arkeologi Italia Geger! Bangkai Kapal Romawi Kuno Ditemukan di Lepas Pantai Sisilia
-
Kebakaran Empat Lawang, 20 Rumah Terdampak dan Kerugian Tembus Rp5,2 Miliar
-
3 Pelaku Begal Polisi di Palembang Ternyata Ayah, Anak dan Seorang Perempuan
-
Jadi Ojek Pangkalan, Polisi di Palembang Ditusuk 4 Kali dan Motornya Dibawa Kabur Begal