Suara.com - Baru-baru ini, seorang petugas kepolisian tepergok menyalahgunakan narkoba di kantor polisi Segamat, Malaysia. Ia pun diberi hukuman, yang oleh publik dianggap terlalu ringan.
Diberitakan Sinchew, Minggu (12/5/2019), peristiwa itu terjadi pada 19 Maret lalu ketika polisi 49 tahun tersebut sedang berada di Departemen Investigasi Kriminal Narkotika (NCID) distrik Segamat.
Pelaku dilaporkan sendiri oleh rekannya karena menggunakan amfetamin, yang termasuk obat-obatan ilegal di Malaysia. Dia pun didakwa di pengadilan pada Minggu (12/5/2019).
Dilaporkan bahwa pelaku mengaku bersalah atas tudingan tersebut. Namun, ia memohon agar diberi keringanan hukuman karena menjadi satu-satunya pencari nafkah di keluarga.
Pelaku mengatakan bahwa istrinya tak bekerja. Selain itu, dirinya mengaku menderita tekanan darah tinggi serta penyakit jantung dan kelima anaknya masih sekolah.
Namun, wakil jaksa mengatakan, pembelaan itu tak bisa dijadikan alasan untuk membenarkan penyalahgunaan narkoba yang dilakukan pelaku.
Pada akhirnya, hakim menjatuhkan hukuman denda sebesar RM1.800 (Rp6,2 juta) kepada pelaku dan memerintahkannya untuk menjalani masa percobaan selama tiga tahun. Polisi akan terus mengawasinya untuk memastikan bahwa pelaku tidak melakukan tindakan yang menyalahi aturan lainnya.
Jika tidak bisa membayar denda, maka pelaku akan dipenjara selama empat bulan.
Mendengar kabar tersebut, menurut laporan World of Buzz, warganet geram dan mengatakan bahwa hukuman denda untuk pelaku terlalu ringan. Banyak dari mereka yang mengkritik pelaku karena bukannya menegakkan hukum, tetapi malah melanggarnya.
Baca Juga: Melawan saat Dibekuk, Residivis Kasus Narkoba Gigit Puting Polisi
Berita Terkait
-
Eks Kasat Narkoba Polres Bima Digelandang ke Bareskrim, Terseret TPPU Koko Erwin
-
Bakal Ikuti Jejak Ramadhan Sananta, Kapten Persita Muhammad Toha Diincar Klub Liga Malaysia
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Modus 'Crispy Fruit', WNA China Pengedar Happy Water Diciduk di Apartemen Pademangan
-
Piala Dunia 2026 Tak Aman? Pakar Keamanan Ungkap Ancaman Nyata di AS dan Meksiko
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Cegah Kelelahan dan Dominasi Elit, Titi Anggraini Desak Pemisahan Pemilu Nasional-Daerah
-
Kepala Daerah dan PPPK Tak Perlu Khawatir, Pelaksanaan Pasal 146 UU HKPD Akan Diatur Melalui UU APBN
-
Prabowo di KTT ASEAN: Dunia Sedang Genting, BIMP-EAGA Harus Lebih Adaptif dan Berdampak
-
Dari Jombang hingga Pati: Mengapa Ponpes Terus Menjadi Titik Merah Predator Seks?
-
Sesumbar Donald Trump Usai 3 Kapal Perang AS Dibombardir Iran di Selat Hormuz
-
Skenario Jahat Zionis Israel Terkuak! Ciptakan Krisis Malnutrisi di Gaza
-
Viral Tampilan Sederhana Sultan Brunei Saat Wisuda Anak, Netizen: Tapi Jamnya Rp2,3 Miliar
-
Era Baru Dimulai, Robot Rp234 Juta Disumpah Jadi Biksu Buddha
-
Hantavirus Tewaskan 3 Orang, Bakal Jadi Pandemi? Ini Penjelasan Resmi WHO
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional