Suara.com - Politikus Partai Gerindra, Permadi mengaku tidak paham alasan Bareskrim Polri melakukan pemanggilan terhadap dirinya hari ini, Selasa (14/5/2019). Untuk itu Permadi mengutus kuasa hukumnya untuk pertanyakan kejelasan atas pemanggilan yang dilakukan pihak Bareskrim.
Permadi dijadwalkan akan diperiksa Bareskrim Polri pada pukul 13.00 WIB. Namun ia memastikan tidak akan hadir lantaran hendak rapat di MPR.
"Aku tidak hadir karena ada rapat MPR," kata Permadi saat dihubungi wartawan.
Meskipun sudah mengetahui adanya pemanggilan untuknya, Permadi masih mengklaim tak paham kasus mana yang dimaksudkan oleh Bareskrim Polri. Ia juga meminta pengacaranya untuk mempertanyakan hal tersebut ke pihak kepolisian.
"Tidak ada pemberitahuan untuk kasus apa (pemanggilan) hari ini, (tak dijelaskan) di surat panggilan. Jadi pengacara saya mempertanyakan untuk kasus yang mana saudara Permadi diundang," ujarnya.
Akan tetapi Permadi mengaku sudah mengetahui soal pelapornya di Bareskrim Polri. Meskipun dirinya sempat mengetahui kalau dipanggil karena kasus SARA, namun ia tidak memahami kasus tersebut secara detail.
"Ya sudah tahu. Besok juga tahu yang diperiksa. Atas namanya kalau yang di Bareskrim tahu katanya perkara SARA," tandasnya.
Untuk diketahui, sebelumnya Permadi dilaporkan ke Polda Metro Jaya pada Kamis (9/5/2019) malam. Permadi dipolisikan atas ucapannya yang menyebut kata 'revolusi'. Ia dilaporkan oleh seorang pengacara bernama Fajri.
Laporan itu bermula dari sebuah video yang beredar di Youtube. Video tersebut pun menjadi bukti bagi Fajri untuk melaporkan politisi Partai Gerindra itu.
Baca Juga: Dituding Sebar Hoaks, Haikal Hassan Dilaporkan ke Bareskrim Polri
Menurut Fajri, pihak kepolisian ternyata telah melakukan penyelidikan. Pasalnya, polisi telah terlebih dulu membuat laporan Model A sebelum pelaporan Fajri.
"Kita nggak perlu buat laporan polisi (LP) lagi, menindak lanjuti LP yang sudah ada katanya oleh tim Cyber dan nanti kita akan dipanggil sebagai saksi. Setelah kita sampai sini, katanya sudah ada laporan polisi, nah itu LP-nya LP A. Kalau LP A itu polisi yang buat laporan sendiri, temuan polisi," kata Fajri sesuai membuat laporan di Polda Metro Jaya.
Meskipun laporan tersebut disampaikan kepada Polda Metro Jaya, namun laporan tersebut kini ditangani oleh Bareskrim Polri. Pemanggilan Permadi tersebut tertulis dalam lapran nomor S.pgl/1041-Subdit-I/V/2019/Dit Tipidum.
Berita Terkait
-
Kasus Makar, Permadi Janji Mau Diperiksa Polisi Rabu Besok
-
Kasus Makar, Politisi Gerindra Permadi Minta Dipanggil Ulang
-
Politisi Gerindra Permadi Mangkir Dipanggil Polisi soal Kasus Makar
-
Sempat Bilang Tak Mempan, Bareskrim Panggil Lieus Sungkharisma Besok
-
Besok Diperiksa Kasus Makar, Lieus: Pemerintah Jangan Sewenang-wenang
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Shin Tae-yong Resmi Dihukum 10 Tahun, Bagaimana Nasibnya di Persija Jakarta?
- 4 Zodiak yang Diprediksi Hidup Lebih Tenang dan Damai di Akhir Juli 2026, Siapa Saja?
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Festival Merah Putih 2026 Hadirkan 17 Agenda Spektakuler di Kota Bogor
-
Inklusi Keuangan di Daerah 3T, Pendampingan Mantri BRI Jadi Solusi Warga Toraja Utara
-
Ucapan 'Londo Ireng' Prabowo Dinilai Ancam Demokrasi, Jurnalis: Kami Bukan Musuh Negara
-
Kemelekatan Adalah Derita
-
Kebakaran Kasepuhan Ciptamulya: 51 Rumah dan 49 Leuit Hangus, Puluhan Ton Padi Musnah
-
Pria Tewas Diduga Dianiaya saat Melerai Perkelahian di Hiburan Malam Karimun
-
Berawal dari Teller, Ketangguhan Mantri BRI Ini Menginspirasi Warga Toraja Utara
-
Soal Ucapan 'Londo Ireng', PDIP: Kritik Tak Boleh Dibungkam!
-
Situasi Jalan Tambak Berangsur Kondusif, Penyebab Bentrokan Masih Diselidiki
-
Nonton Timnas di Pakansari Besok? Simak Skema Pengalihan Lalu Lintas Polres Bogor