Suara.com - Anggota KPU RI Hasyim Asy'ari mengungkapkan, 62 ribu surat suara yang baru tiba di tengah proses penghitungan suara pada wilayah kerja Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) Kuala Lumpur, Malaysia bukan surat suara tambahan.
Hasyim memastikan, surat suara tersebut akan tetap dihitung dalam proses penghitungan suara di PPLN, Kuala Lumpur.
Hal itu dikatakan Hasyim menanggapi pernyataan Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Andi Arief, yang menyebut ada upaya pemaksaan oleh PPLN Kuala Lumpur untuk menghitung surat suara hasil pemungutan suara ulang (PSU) metode Pos.
Andi Arief menyebut, PPLN Kuala Lumpur memaksa menghitung surat suara yang baru tiba saat proses penghitungan suara pada hari ini, Kamis (16/7).
Padahal, sesuai aturan batas akhir pengembalian surat suara PSU metode Pos di Kuala Lumpur, paling lambat diserahkan pada Rabu (15/5) pukul 00.00 waktu setempat.
"Lebih dari 60 ribu surat suara itu bukan baru tiba saat penghitungan suara. Itu sudah tiba di kantor pos sejak sehari lalu. Nah kantor pos itu mengirim ke alamat PPLN itu sehari Cuma sekali. Ini saya sudah perintahkan, surat suara itu tetap harus diterima dan dihitung hari ini," tutur Hasyim di Kantor KPU RI, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (16/5/2019).
Sementara itu, Hasyim enggan menanggapi lebih jauh tudingan Andi Arief yang menyebut 62 ribu surat suara yang baru tiba tersebut diindikasikan untuk menambah perolehan suara putra Duta Besar Indonesia di Malaysia yang merupakan Caleg Partai NasDem, Davin Kirana.
Hasyim lantas meminta agar Andi Arief dapat membuktikan tudingan tersebut. "Kalau dia yang ngetwit begitu, ya dia yang membuktikan," ujarnya.
Sebelumya, politikus Partai Demokrat Andi Arief menyebut ada penambahan 62 ribu surat suara metode pemilihan lewat pos, yang akan dilakukan penghitungan oleh wilayah kerja PPLN Kuala Lumpur, Malaysia.
Baca Juga: Anak Bos Lion Air, Raup Suara Terbanyak di Wilayah Kerja PPLN Kuala Lumpur
Andi Arief menuding penambahan 62 ribu surat suara itu diindikasikan untuk Caleg Partai NasDem, Davin Kirana.
Pernyataan itu disampaikan Andi Arief lewat akun Twitter pribadinya @AndiArief_ pada Kamis (16/5/2019) pukul 13.17 WIB.
Andi mengungkapkan, ada pemaksaan dari PPLN Kuala Lumpur untuk menghitung surat suara hasil PSU metode Pos yang baru tiba hari ini.
Sementara, menurutnya batas akhir pengembalian surat suara PSU metode Pos paling lambat dikembalikan pads 15 Mei 2019 pukul 00.00 waktu Kuala Lumpur.
Untuk diketahui, kekinian wilayah kerja PPLN Kuala Lumpur tengah melakukan proses penghitungan suara.
Penghitungan suara itu dilakukan setelah dilakukannya PSU atas rekomendasi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI terkait ditemukannya surat suara tercoblos di Kuala Lumpur tempo lalu.
Berita Terkait
-
Andi Arief: AHY Pemberani, Anies Baswedan Main Aman
-
Andi Arief: Penambahan 62 Ribu Surat Suara untuk Davin Kirana?
-
Andi Arief Perang Twit karena Disebut Akun Kivlan46 Marxis dan Otak Teroris
-
Tak Amini Prabowo Menang 54 Persen, Andi Arief: AHY Dituduh Pengkhianat
-
Puji Sikap AHY, Andi Arief Minta Anies Baswedan Tak Diam Saja
Terpopuler
- Gaji Rp 8,2 M Belum Dibayar, Aktivis-Influencer Sedunia Tuntut Badan Propaganda Israel
- 65 Kode Redeem FF Terbaru 14 Maret 2026: Sikat Evo Scorpio, THR Diamond, dan AK47 Golden
- 5 Parfum Wanita Tahan Lama di Alfamart untuk Silaturahmi Anti Bau
- Promo Alfamart 14-18 Maret 2026: Diskon Sirop dan Wafer Mulai Rp8 Ribuan Jelang Lebaran
- Kisah Unik Pernikahan Mojtaba Khamenei dan Zahra yang Gugur Dibom Israel-AS
Pilihan
-
Harry Styles Ungkap Perjuangan Jadi Penyanyi Solo Usai One Direction Bubar
-
Dulu Nostalgia, Sekarang Pamer Karir: Mengapa Gen Z Pilih Skip Bukber Alumni?
-
Tutorial S3 Marketing Jalur Asbun: Cara Aldi Taher Jualan Burger Sampe Masuk Trending Topic
-
Dilema Window Shopping: Ketika Mal Cuma Jadi Katalog Fisik Buat Belanja Online
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
Terkini
-
Trump Desak Bantuan Pengamanan Selat Hormuz, Jepang dan Australia Ogah Kirim Kapal Militer
-
Polisi Uji Helm dan Botol Air Keras di Kasus Andrie Yunus, Cari Sidik Jari Pelaku
-
Dari Munir hingga Andrie Yunus, Ini Deretan Teror terhadap Aktivis di Indonesia
-
Identitas Barista Cantik di Video Netanyahu Terbongkar, Pihak Keluarga Ungkap Fakta Lain
-
Korsleting Listrik Picu Kebakaran Lagi di Jatinegara, Paksa 31 Warga Mengungsi
-
Usut Teror Air Keras Andrie Yunus, TAUD Desak Presiden Prabowo Bentuk Tim Investigasi Independen
-
Jangan Sampai Terlambat, Ini 6 Langkah Cepat Pertolongan Pertama Saat Terkena Air Keras
-
Mudik Lebaran 2026: 287 Ribu Orang Seberangi Selat Sunda, Volume Kendaraan Melonjak Tajam
-
Apresiasi bagi Pekerja, Wamenaker Berangkatkan 295 Buruh dalam Program Mudik Gratis 2026
-
Polda Metro Jaya Bongkar 86 Titik CCTV, Cari Jejak Pelaku Penyiram Air Keras Aktivis KontraS