Suara.com - Juru bicara Badan Pemenangan Nasional atau BPN Prabowo - Sandiaga, Andre Rosiade menilai wajar jika ada masyarakat yang menggelar demontrasi karena menemukan adanya kecurangan di Pemilu 2019.
Menurutnya aksi demonstrasi tersebut lumrah dalam berdemokrasi.
"Ada ruang kita memprotes kecurangan, tentu itu hal yang lumrah dalam berdemokrasi. Saya rasa ini dinamika biasa saja, kalau ada masyarakat yang demo, masyarakat yang protes, mengekespresikan dan kecurangan," ujar Andre.
Ia pun tak ingin masyarakat yang mengkritik dan melakukan demonstrasi dianggap melakukan makar. Menurutnya demontrasi adalah hal yang wajar dalam berdemokrasi.
"Jangan sampai orang kritis (karena) curang, lalu dibilang makar, digelar pasukan, nakut-nakutin. Ngapain itu dipertontonkan itu kepada rakyat. Dinamika di demokrasi adalah hal-hal yang wajar," kata dia.
Wakil Sekretaris Jenderal Gerindra itu menyebut, aksi demonstrasi bukanlah upaya makar. Ia pun mengimbau agar aparat keamanan dan pemerintah tidak terlalu responsif menanggapi demonstrasi dan menuduh upaya makar.
Sebab di Undang-undang memperbolehkan aksi unjuk rasa sesuai dengan mekanisme hukum yakni dengan melayangkan surat pemberitahuan kepada aparat kepolisian.
"Undang-undang kita mengatur demosntrasi itu boleh, yang penting bikin surat ke polisi, kasih surat pemberitahuan, damai, tidak anarkis, dan kondusif itu boleh. Jadi demo itu bukan makar. Yang penting jangan anarkis. Kalau aparatur jangan terlalu responsif, dituduh makar. Terlalu over akting," katanya lagi.
Karena itu, kata Andre, pihaknya mengambil langkah dengan cara melaporkan kecurangan Pemilu 2019 ke Bawaslu.
Baca Juga: Curhat Dituduh Makar, Permadi: Saya di Penjara 38 Kali sampai Diancam Mati
"Kami selalu ambil langkah konstitusional, makanya kami sering sidang ke Bawaslu. Komitmen kami konstitusional, bukan kayak yang dituduhkan bahwa BPN tak konstitusional," tandasnya.
Berita Terkait
-
Bawaslu Tak Temukan 73 Ribu Kesalahan Situng yang Dilaporkan BPN Prabowo
-
Merasa Tuduh BPN Inkonstitusional, BPN Sindir AHY Bangsawan Politik
-
BPN Duga Kecurangan Pemilu karena Unsur Human Order
-
Permadi Akui Buat Petisi saat Bertemu Kivlan dan Eggi Sudjana
-
Bawaslu Menangkan Gugatan Prabowo, BPN Berkukuh Desak KPU Hentikan Situng
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
Terkini
-
ILUNI UI Soroti Risiko Hukum di Balik Transformasi BUMN: Era Baru, Tantangan Baru
-
H-7 Keberangkatan, Pemerintah: Persiapan Haji 2026 Hampir Rampung 100 Persen
-
Kasus Pelecehan Seksual FH UI: Bukti Dunia Pendidikan Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja?
-
Tak Perlu KTP Pemilik Lama, Polri Longgarkan Syarat Pajak Kendaraan Bekas di Seluruh Daerah!
-
Eropa Bersiap AS Keluar dari NATO, Trump yang 'Mencla-mencle' Jadi Sorotan Jerman
-
Ancam Kesehatan dan Lingkungan: DKI Gelar Operasi Basmi Ikan Sapu-sapu Jumat Lusa
-
Horor di Sekolah Turki: Anak Mantan Polisi Tembak 4 Orang Tewas, 20 Lainnya Luka-luka
-
Pemimpin Fatah Marwan Barghouti Disiksa di Penjara Israel, Dipukuli hingga Diserang Anjing
-
Fakta Baru Kasus Begal Damkar di Gambir: 3 dari 5 Pelaku Ternyata Penjahat Kambuhan!
-
Catat! Ini Jadwal Lengkap Keberangkatan Haji Indonesia 2026