Suara.com - Eva, warga negara asal Prancis belajar Islam di Pesantren Tarekat Naqsabandiyah Al Kholidiyah Jalaliyah, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, sekaligus untuk melihat proses pembelajaran di pesantren.
Mahasiswi yang sedang studi banding di Kota Medan itu kepada Antara, Selasa (21/5/2019), mengatakan dirinya tertarik belajar dan melihat langsung kegiatan belajar di pesantren.
"Saya tertarik dengan Islam karena ingin tahu tentang banyak agama budaya, dan Indonesia terkenal dengan Islam tersebut," katanya.
Eva yang sedang studi banding di Indonesia mengenai penelitian harimau dan gajah Sumatera di Kota Medan, datang ke pesantren tersebut bersama teman warga Indonesia, Zakiah Ulfa.
Setelah sampai di Medan, selain ingin melakukan penelitian kampus, Eva yang juga fasih berbahasa Inggris ini berniat untuk belajar di pesantren, karena penasaran untuk melihat bagaimana kehidupan antara Islam di Eropa dengan Indonesia.
Sementara teman Eva, Zakiah Ulfa, mengatakan ia hanya membantu Eva untuk berkunjung ke Pesantren Naqsabandiyah karena mengaku penasaran apa yang dimaksud dengan pesantren dan bagaimana kehidupan Islam di dalamnya.
"Dia ingin tahu tentang Islam, dan dia tahu Indonesia negara Muslim terbesar di dunia, jadi dia pilih Indonesia. Setelah saya tanya-tanya dan saya jelaskan tentang Islam, dia masih banyak bertanya, maka saya bilang kalau masih pengin tahu lagi tentang Islam, saya ajak kamu ke pesantren yang biasa saya kunjungi," katanya.
Mursyid Tarekat Naqsabandiyah Al Kholidiyah Jalaliyah, Syeikh Nur Ali menjelaskan, pihaknya dengan tangan terbuka menyambut siapa saja yang datang ke pesantren ini untuk belajar. Karena sejatinya, Islam hadir untuk memberikan pembelajaran hidup bagi siapapun di dunia ini.
"Kedatangan tamu kita ini, dia ingin tahu, curious to know, masih ingin tahu tentang masalah Islam lebih dalam lagi, dan bagaimana thariqoh yang sebenarnya," katanya.
Baca Juga: Tarekat Naqsabandiyah Sumbar Doakan Jokowi Menang di Pilpres 2019
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
- 7 Rekomendasi Lipstik Terbaik untuk Kondangan, Tetap On Point Dibawa Makan dan Minum
- Cari Mobil Bekas untuk Wanita? Ini 3 City Car Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
Bukan Hoaks! 9 Warga Papua Termasuk Balita Tewas Ditembak saat Operasi Militer TNI
-
Harga Pangan Hari Ini Naik, Cabai dan Minyak Goreng Meroket
-
Perang AS vs Iran: Trump Perpanjang Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
Terkini
-
Buntut Napi Korupsi Ngopi di Kendari: Supriadi Dipindah ke Nusakambangan, Karutan Resmi Dicopot
-
Perang AS vs Iran Bikin Harga Kondom Melejit: Permintaan Naik, Stok Menipis
-
Viral Kue Ulang Tahun Bongkar Skandal Toko Hantu di Pemesanan Lewat Ojek Online
-
Ritual Pengusiran Setan Berujung Maut, 2 Nyawa Melayang, Pelaku Bebas dari Hukuman
-
Bukan Sekadar Aturan, Hal Ini Jadi Tantangan Terberat UU PPRT di Lapangan
-
Tunggu Pramono Anung Pulang, Paripurna Ganti Ketua DPRD DKI Digelar 30 April
-
Mengapa Tawuran di Jakarta Tak Pernah Usai? Sosiolog: Mereka Butuh Didengarkan, Bukan Dikhotbahi
-
Mensos Gus Ipul Dorong Percepatan Pembangunan Sekolah Rakyat di Gorontalo dan Pagar Alam
-
Jalur Perdagangan Selat Hormuz Ditutup Donald Trump Membuat Posisi Diplomasi Iran Semakin Terjepit
-
Peduli Kesehatan Perempuan Indonesia, Pertamina Perluas Akses Deteksi Dini Kanker Payudara