Suara.com - Kekisruhan yang terjadi di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, berimbas kepada para pengguna moda transportasi KRL.
Akun jejaring sosial pengguna KRL @CurhatKRL mengunggah sebuah rekaman video penumpang dilarang keluar dari Stasiun Tanah Abang.
Larangan tersebut berasal dari para petugas Stasiun Tanah Abang karena kondisi di sekitar stasiun tidak kondusif.
"Penumpang di Stasiun Tanah Abang diimbau petugas agar tidak keluar area stasiun dulu, karena kondisi tidak kondusif," cuit akun @CurhatKRL, Rabu (22/5/2019).
Bahkan, di video sebelumnya yang dikirim warganet, terlihat kepulan asap dari kejauan. Dia mengimbau masyarakat untuk menghindari wilayah Tanah Abang.
"Kondisi keluar Stasiun Tanah Abang. Tolong hindari daerah Tanah Abang dulu gaess. Tadi akses keluar Tanah Abang udah ditutup," cuit warganet pengguna akun @azyzahn.
Pun admin @CurhatKRL juga mengabarkan adanya kepulan asap di flyover atas Stasiun Tanah Abang di cuitan sebelumnya.
"Ada kebulan asap di fly over atas Stasiun Tanah Abang *infotemen*," cuit admin @CurhatKRL.
Admin @CurhatKRL juga berkicau, "Info dari @Commuterline Perjalanan KA rute Rangkas Bitung-Tanah Abang perjalanan hanya sampai Stasiun Kebayoran dan Perjalanan KA rute Bogor-Jatinegara perjalanan hanya sampai Stasiun Manggarai."
Baca Juga: Massa Berjubah Putih Kumpul di Petamburan, Bawa Batu dan Kayu Sambil Teriak
Seperti diketahui, pada Selasa (21/5/2019) malam hingga Rabu (22/5/2019) dini hari wilayah sekitar Jalan MH Thamrin, Tanah Abang, hingga Petamburan, Jakarta terjadi kericuhan antara peserta aksi demo tolak hasil Pemilu 2019 yang tak mau membubarkan diri dengan pihak keamanan.
Berita Terkait
-
Truk Elektrik di Jerman Ini Gunakan Alat Mirip KRL, Intip Bentuknya
-
Miris, KRL Penuh, Wanita Ini Paksa Masuk Hingga Pintu Tak Bisa Ditutup
-
Aksi Emak Nekat Gelantungan di Pintu KRL yang Penuh sampai Disoraki
-
Selama Ramadan Masyarakat Dibolehkan Buka Puasa di Dalam KRL
-
Perempuan Muda Keguguran di Dalam Gerbong KRL Commuter Line
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- Misteri Lenyapnya Bocah 4 Tahun di Tulung Madiun: Hanya Sekedip Mata Saat Ibu Mencuci
Pilihan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
Terkini
-
Sapu Jalan Berujung Maut: Petugas PPSU Tewas Ditabrak Mobil Oleng di Pejaten
-
Petani Tembakau Madura Desak Pemerintah Ubah Kebijakan Rokok Ilegal
-
DKI Jakarta Berangkatkan 7.819 Jemaah Haji, Pemprov Siapkan 117 PPIH
-
Tangisan Anak di Serpong Utara Ungkap Penemuan Jasad Wanita Dalam Rumah
-
Aksi Kamisan ke-904 Soroti Militerisasi Sipil: Impunitas Masih Berulang
-
Tim Advokasi Minta MK Batalkan Pasal Kontroversial UU TNI, Soroti Ruang Sipil dan Impunitas
-
Cueki Permintaan Trump, Presiden Lebanon Ogah Bicara dengan Benjamin Netanyahu
-
Gelar KWP Awards 2026, Ariawan: Pers dan Parlemen Wajib Kolaborasi untuk Negara
-
Mengenal Piramida Budaya Perkosaan: Dari Obrolan Digital hingga Kekerasan Nyata
-
Pentagon Panaskan Mesin Perang, Negosiasi AS-Iran Terancam Kolaps