Suara.com - Vietnam kembali memusnahkan 500.000 ekor babi selama dua pekan terakhir guna mengatasi wabah demam babi Afrika, yang sejauh ini telah memberantas 1,7 juta ekor babi atau 5 persen dari peternakan di negara tersebut, kata Kementerian Pertanian, Senin (27/5/2019).
Daging babi menyumbang tiga perempat dari jumlah keseluruhan daging yang dikonsumsi di Vietnam, negara dengan 95 juta jiwa, tempat sebagian besar dari 30 juta babi peliharaan dikonsumsi dalam negeri.
Virus, yang pertama kali terdeteksi di negara Asia Tenggara tersebut pada Februari, menyebar hingga ke 42 dari 63 provinsi, demikian pernyataan Departemen Produksi Ternak, yang di berada di bawah naungan Kementerian Pertanian melalui situsnya.
"Wabah demam babi Afrika sangat berbahaya dan paling mahal dalam industri peternakan Vietnam," kata Menteri Pertanian Nguyen Xuan Cuong dalam satu pernyataan seperti dikutip Antara dari Reuters.
"Meski virus tersebut muncul pertama kali hampir 100 tahun yang lalu namun belum ada vaksin maupun obat-obatan yang mampu menyembuhkan penyakit tersebut."
China, produsen daging babi terbesar di dunia, yang juga disandera virus tersebut, pada Jumat mengatakan pihaknya akan mulai melakukan uji klinis vaksin demam babi Afrika, yang dapat menjadi penyebab kematian bagi babi dan babi hutan, tetapi tidak berbahaya bagi manusia.
Berita Terkait
-
Terjadi Lagi, Anak Putar Gas Motor sampai Tabrak Warung
-
Misteri Gambar Babi di Peta Kuno Ini Akhirnya Terpecahkan
-
Hebat, Gadis Ini Bergelar Doktor & Jadi Apoteker Termuda di Usia 19 Tahun!
-
Tak Cuma Terbesar di Dunia, Gua Ini Juga Punya Sungai Sedalam Lautan
-
Nelayan Ditangkap, Youtuber Vietnam Tuding Indonesia Lakoni 'Trik Kotor'
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Motif Sakit Hati Anggota BAIS ke Andrie Yunus Diragukan, Hakim: Apa Urusan Prajurit dengan RUU TNI?
-
Gibran dan Teddy Indra Wijaya Jadi Magnet Pilres 2029, Hensa: Semua Bergantung Keputusan Prabowo
-
Rusia Minta Evakuasi Diplomat dari Ibu Kota Ukraina, Eropa Memanas
-
Gaza Kembali Membara! Serangan Israel Tewaskan Kolonel Polisi dan Lukai 17 Orang
-
Tulisan Tangan Terakhir Jeffrey Epstein Dipublikasikan, Isi Pesannya Bikin Geger
-
Ancaman Baru Setelah COVID? Argentina Dituding Jadi Sumber Wabah Hantavirus
-
Kelicikan Zionis Israel, Beirut Selatan Dibombardir Saat Gencatan Senjata
-
Warga Perumahan Taman Mangu Indah Bantah Isu Banyak Rumah Dijual Akibat Banjir
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru