Suara.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menertibkan pengemis dan gelandangan yang menyerbu ibu kota saat Hari Raya Idul Fitri. Mereka akan dibina oleh Dinas Sosial DKI.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berharap, para gelandangan dan pengemis tidak datang ke Ibu Kota hanya untuk mencari belas kasihan dari warga saat hari raya.
"Mudah-mudahan tidak (ada yang datang) dan tentu kami akan mentertibkan," kata Anies di Puskesmas Kalideres, Jakarta Timur, Senin (3/6/2019).
Setelah gelandangan dan pengemis dirazia, Anies menginstruksikan Dinas Sosial DKI Jakarta untuk membina mereka.
"Memastikan mereka-mereka yang memang membutuhkan bantuan dinas sosial akan siap untuk membantu," jelasnya.
Untuk diketahui, menjelang hari raya Idul Fitri, sejumlah gelandangan dan pengemis mulai menjamur di beberapa ruas jalan Ibu kota Jakarta.
Puskesmas Tetap Buka
Selain itu, Anies yang melakukan inspeksi mendadak atau sidak ke Puskesmas Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat, memastikan layanan kesehatan tetap buka saat libur lebaran.
Anies memastikan beberapa puskesmas tingkat kelurahan akan tetap melayani masyarakat setengah hari pada tanggal 3,4, dan 7 Juni 2019 mulai pukul 08.00 - 12.00 WIB. Namun pada tanggal 5 dan 6 Juni puskesmas kelurahan tutup.
Baca Juga: Anies Pastikan Layanan Kesehatan di Jakarta Tetap Buka Saat Libur Lebaran
"Pelayanan kesehatan bisa datang ke kelurahan masih juga masih buka tapi nanti kelurahan tanggal 3, 4 dan 7 itu beroperasi hanya jam terbatas, dan tanggal 5, 6 kelurahan tutup," kata Anies.
"Pada tingkat kelurahan memang diubah jamnya, jadi dari jam setengah 8 sampai jam 12 siang," ujar Anies.
Anies mengarahkan masyarakat yang membutuhkan, tetap ke puskesmas kecamatan atau langsung Rumah Sakit Umum Daerah di Jakarta.
"Puskesmas Kecamatan buka 24 jam, meskipun hari lebaran. Jadi hari lebaran pun menangani 24 jam, IGD (RSUD) 24 jam pelayanan 24 jam, jadi kalau Puskesmas Kecamatan tidak ada jam operasi yang terbatas," jelasnya.
Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti menambahkan, tenaga medis di Puskesmas Kecamatan akan bersiaga meski tinggal 40 persen.
Sementara di RSUD yang berjaga di unit rawat jalan tinggal 40 persen, sementara di unit gawat darurat akan tetap disiagakan 100 persen tenaga medis.
Berita Terkait
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
Terkini
-
Rano Karno Terharu Lihat Warga Jakarta Makin Tertib, Protes Soal CFD Dianggap Wajar
-
Blusukan Terakhir di Lampung, Jokowi Sempatkan Jajan Es Kopi dan Rujak Buah
-
Sentil Gaji Direksi, Prabowo Setuju Laba BUMN Dialokasikan untuk Riset
-
Mulai Agustus 2026, Jakarta Berhenti Kirim Sampah Mentah ke Bantar Gebang
-
Prabowo: Kampus Itu Arena Adu Gagasan, Bukan Tempat Pertentangan
-
Daftar 5 Calon Manajer Kopdes Meninggal Dunia Saat Latsarmil: Gejala, Penyebab dan Kronologi
-
Diduga Intimidasi Dokter hingga Meninggal, Legislator PKB Terancam Sanksi Berat
-
Fakta-fakta Kematian 5 SPPI Calon Manajer Koperasi saat Jalani Latihan Militer
-
Awas Kena Derek! Dishub DKI Mulai Rutin Razia Parkir Liar di Senopati dan Gunawarman Tiap Weekend
-
Aktivasi di CFD FX Sudirman, Mozy Ajak Masyarakat Kenali Layanan Perjalanan Digital