Suara.com - Menteri Pertahanan RI Ryamizard Ryacudu meminta Tim Mawar tidak disangkutpautkan dengan aksi kerusuhan di Jakarta pada 21 dan 22 Mei 2019 lalu.
Dia menyebut, Tim Mawar sudah selesai dan sudah dibubarkan. Oleh karena itu, menurutnya, tidak tepat jika Tim Mawar dikaitkan dengan peristiwa kericuhan.
"Sudah lah, Tim Mawar sudah selesai jangan dibawa-bawa lagi. Luka lama jangan dibawa-bawa lagi. Itu selesai jadi tidak ada," kata Ryamizard di Kementerian Pertahanan RI, Jakarta Pusat, Rabu (12/6/2019).
Ia kemudian meminta agar penyebutan Tim Mawar saat ini ditiadakan.
"Enggak usah lagi pakai nama Tim Mawar," tandasnya.
Tim Mawar diketahui merupakan sebuah tim kecil yang memburu dan menangkapi aktivis. Tim kecil yang dibentuk dari kesatuan Kopassus Grup IV, TNI Angkatan Darat ini adalah dalang dalam operasi penculikan aktivis politik pro-demokrasi 1998.
Sebelumnya, mantan Komandan Tim Mawar Mayjen TNI (Purn) Chairawan membantah tim yang dulu dipimpinnya menjadi dalang di balik aksi kerusuhan Jakarta pada Mei lalu. Bantahan itu disampaikan Chairawan sekaligus menanggapi pemberitaan Majalah Tempo dengan judul "Tim Mawar dan Rusuh Sarinah".
Chairawan menegaskan, Tim Mawar telah bubar sejak tahun 1999 melalui putusan pengadilan. Selepas pensiun dari dunia militer, dirinya menyebut tak pernah berhubungan dengan seluruh anggota Tim Mawar.
"Sudah tak ada kegiatan lagi. Saya pun tak pernah berhubungan lagi dengan mereka," kata Chairawan di Gedung Dewan Pers, Jakarta Pusat, Selasa (11/6/2019).
Baca Juga: Dianggap Masa Lalu, Moeldoko: Jangan Lagi Sebut Tim Mawar!
Berita Terkait
-
Mau Polisikan Akun Medsos, Eks Komandan Tim Mawar Minta Bantuan Media
-
Dianggap Masa Lalu, Moeldoko: Jangan Lagi Sebut Tim Mawar!
-
Eks Komandan Tim Mawar Kembali Gagal Polisikan Majalah Tempo
-
Menanti Polisi Periksa Eks Tim Mawar karena Bertemu Kobra Hercules
-
Rapat 22 Mei Bareng Kobra Hercules, Polisi Segera Panggil Eks Tim Mawar
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang
-
Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang
-
Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA
-
Kepercayaan Polri Tembus 82,4 Persen, Habiburokhman: Jangan Puas Diri, Terus Berbenah
-
Prabowo Tanya Akademisi: Kenapa 81 Tahun RI Tidak Bisa Bikin Mobil Buatan Sendiri?
-
Sikat Parkir Liar di Cawang, 250 Personel Gabungan Derek Mobil yang Nekat Bandel!
-
Perempuan Didorong Jadi Aktor Utama Ekonomi Restoratif, Tak Lagi Sekadar Penerima Manfaat
-
Terkuak! Ini Pemicu Longsor Petamburan: Dari Abrasi Kali BKB hingga Bangunan di Sempadan
-
Sekjen Partai Buruh Ferri Nuzarli Mundur! 1,3 Juta Anggota ORI Kompak Tinggalkan Partai
-
Prabowo Singgung Kegaduhan Usai Pemilu, Istana Langsung Klarifikasi