- Eks Wamenaker Noel mengklaim Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akan segera ditangkap KPK berdasarkan informasi yang ia miliki.
- Noel mengingatkan Purbaya berhati-hati karena kebijakan bagusnya mengganggu para elite yang mungkin mencari kesalahan hukum.
- Noel didakwa menerima gratifikasi Rp3,3 miliar plus motor Ducati serta terlibat pemerasan Rp70 juta dari pemohon sertifikasi K3.
Suara.com - Eks Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Immanuel Ebenezer alias Noel, mengklaim bahwa Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tidak lama lagi akan ditangkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
“Semakin terbukti informasi A1 saya tinggal sejengkal lagi, Pak Purbaya. Apalagi kemarin KPK bilang saya angkat topi ke Pak Purbaya,” kata Noel di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Senin (9/2/2026).
“Lama-lama Pak Purbaya akan angkat koper dari rumahnya untuk ke KPK, itu maksudnya,” imbuhnya.
Noel juga mengingatkan Purbaya agar berhati-hati dalam mengambil kebijakan. Menurutnya, kebijakan yang dibuat Purbaya sudah baik, tetapi ada sejumlah elite yang merasa terganggu.
Ia menilai, pihak-pihak yang tidak menyukai kebijakan tersebut berpotensi mencari celah kesalahan untuk menjatuhkan Purbaya.
“Hati-hati Pak Purbaya, beliau punya kebijakan begitu bagus tapi banyak elite akan terganggu. Karena banyak pemain-pemain liar di republik ini yang dengan kebijakan Pak Purbaya mereda, sangat terganggu,” ujarnya.
Noel menambahkan, kondisi tersebut bisa saja terjadi karena, menurut dia, hukum di Indonesia dapat diperjualbelikan.
“Ingat, hukum di republik ini bisa dibeli, apalagi yang namanya komisi penitipan kasus,” tuturnya.
Dalam perkara yang menjeratnya, Noel didakwa menerima gratifikasi sebesar Rp3,3 miliar serta satu unit sepeda motor Ducati Scrambler warna biru dongker. Uang dan sepeda motor itu diduga diberikan oleh ASN Kementerian Ketenagakerjaan dan pihak swasta.
Baca Juga: Kenaikan Gaji Hakim Bisa Tekan Korupsi, KPK: Tapi Tergantung Orangnya
Selain itu, jaksa KPK juga mendakwa Noel menerima suap dan melakukan pemerasan sebesar Rp70 juta dari total dugaan pemerasan Rp6,5 miliar bersama sejumlah terdakwa lain. Mereka di antaranya Fahrurozi, Hery Sutanto, Subhan, Gerry Aditya Herwanto Putra, Irvian Bobby Mahendro, Sekarsari Kartika Putri, Anitasari Kusumawati, dan Supriadi.
Noel dan kawan-kawan disebut memaksa para pemohon sertifikasi K3 untuk membayar sejumlah uang dengan total mencapai Rp6,5 miliar.
Jaksa juga merinci dugaan aliran dana kepada para terdakwa lainnya. Koordinator Bidang Kelembagaan dan Personel K3, Irvian Bobby Mahendro, disebut menerima Rp978,3 juta (Rp978.354.000). Koordinator Bidang Pengujian dan Evaluasi Kompetensi Keselamatan Kerja, Gerry Aditya Herwanto Putra, diduga menerima Rp652,2 juta (Rp652.236.000), dan Subkoordinator Keselamatan Kerja Ditjen Bina K3, Subhan, Rp326,1 juta (Rp326.118.000).
Subkoordinator Kemitraan dan Personel Kesehatan Kerja, Anita Kusumawati, diduga menerima Rp326,1 juta (Rp326.118.000). Fahrurozi dari Ditjen Binwasnaker dan K3 disebut menerima Rp270,9 juta (Rp270.955.000), sedangkan Direktur Bina Kelembagaan Hery Sutanto Rp652,2 juta (Rp652.236.000).
Subkoordinator Sekarsari Kartika Putri diduga menerima Rp652,2 juta (Rp652.236.000), dan Koordinator Supriadi Rp294 juta (Rp294.063.000).
Pihak lain yang juga diduga menerima uang hasil pemerasan antara lain Dirjen Binwasnaker & K3 periode 2020–2024 Haryani Rumondang sebesar Rp381,2 juta (Rp381.281.000), Sekretaris Ditjen Binwasnaker & K3 periode 2021–2024 Sunardi Manampiar Sinaga Rp288,1 juta (Rp288.173.000), serta Sekretaris Ditjen Binwasnaker & K3 periode 2024–2025 Chairul Fadly Harahap Rp37,9 juta (Rp37.945.000).
Berita Terkait
Terpopuler
- Hadir ke Cikeas Tanpa Undangan, Anies Baswedan Dapat Perlakuan Begini dari SBY dan AHY
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- 7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian
- 5 HP Murah RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan di Akhir Maret 2026
- Harga Mobil BYD per Maret 2026: Mulai Rp199 Jutaan, Ini Daftar Lengkapnya
Pilihan
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
Terkini
-
Respons Isu di Media Sosial, Pemprov DKI Jakarta Pastikan Penggunaan Kendaraan Dinas Sesuai Aturan
-
Arus Balik Lampaui Keberangkatan, KAI: Jakarta Diserbu 50 Ribu Penumpang Kereta per Hari
-
Arus Balik Masih Padat, Rekayasa Lalu Lintas di Tol Trans Jawa Berlanjut Jumat 28 Maret
-
HUT ke-12, TransJakarta Banting Harga Jadi Rp12, Ini Syaratnya!
-
Pemerintah Percepat Pembangunan Huntap Bagi Masyarakat Terdampak Bencana
-
PM Malaysia Anwar Ibrahim Kunjungi Jakarta, Polda Metro Siapkan Pengamanan Rute VVIP
-
Mengukur Mikroplastik Tak Semudah Dikira, Studi Soroti Tantangan dan Jalan Keluarnya
-
Korlantas Polri Berlakukan One Way Lokal KM 132KM 70, Ini Skema Bertahapnya
-
Antisipasi Kepadatan Angkutan Berat, Polda Metro Siapkan Rekayasa Lalu Lintas di Tanjung Priok
-
Blusukan Prabowo ke Bantaran Rel Senen Dinilai Lebih Spontan, Pengamat Bandingkan dengan Gaya Jokowi