Suara.com - Kabar tentang Cawapres 02 Sandiaga Uno menyeruak di media sosial, mengenai dia disebut akan dijadikan menteri dalam kabinet baru Presiden sekaligus Capres petahana Jokowi.
Beredarnya rumor tersebut membuat gelisah publik. Mereka menanti klarifikasi dari pasangan Capres 02 Prabowo Subianto itu.
Permintaan itu akhirnya mendapat jawaban langsung dari pihak yang digunjingkan, yakni Sandiaga Uno sendiri.
Salah satu video klarifikasi darinya diunggah ke Twitter oleh pengguna akun @mas__piyuuu, Senin (17/6/2019).
Pada video itu Sandiaga Uno berdiri di antara tiga anggota Tim Hukum Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi: Hashim Djojohadikusumo, Bambang Widjojanto, dan Denny Indrayana.
Dirinya meminta agar publik tak terpengaruh dengan desas-desus bahwa kubu 02 sudah tak solid.
"Jangan terpengaruh dengan isu-isu yang beredar negatif bahwa tim kita sudah tidak solid. Tim kita tetap solid. Saya dan Pak Hashim ditugaskan langsung oleh Pak Prabowo malam ini untuk memastikan bahwa persiapan sudah masuk tahapan akhir di bawah Mas BW dan Prof Denny," ujar Sandiaga Uno.
Selain itu, ia juga mengimbau warganet agar mengabaikan saja rumor yang mengatakan bahwa ia dan Hashim akan ditunjuk sebagai menteri.
"Harapan juga bahwa rumor-rumor yang beredar bahwa Pak Hashim ditunjuk jadi menteri ataupun saya ditunjuk jadi... apa tadi? Menteri Peranan Wanita? Itu jangan terlalu dihiraukan," imbuh Sandiaga Uno sambil tertawa bersama Hashim, BW, dan Denny.
Baca Juga: Larang ke MK, Sandiaga Uno Minta Pendukung Berdoa dari Rumah
Sebelumnya, Ketua Presidium Indonesian Police Watch (IPW) Neta S Pane menyebutkan bahwa dirinya mendapat informasi tentang masuknya Sandiaga Uno ke dalam kabinet Jokowi.
"Informasi malam ini yang saya dapat, Calon Wakil Presiden 02 akan menjadi menteri, masuk dalam kabinet Jokowi yang akan datang," ujarnya di MetroTV Newsroom, Kamis (13/6/2019), disambut tawa jurnalis Aviani Malik, Wahyu Wiwoho, Fitri Megantara, dan Don Bosco Selamun.
Berita Terkait
-
Hak Prerogatif Presiden, Wiranto Tak Masalah Aktivis 98 Jadi Menteri Jokowi
-
IPW Sebut Keluarga Cendana Big Dalang Kerusuhan 22 Mei, Polri: Baru Dengar
-
Gugat Pilpres 2019 ke MK, Sandiaga Harapkan Bukti Kecurangan Terungkap
-
Sandiaga Abadikan Foto Pertemuan Bermakna dengan Ustaz Arifin Ilham
-
Tsamara Amany: Pak Sandi, Masa Depan Politik Bapak Masih Panjang
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
IHSG 'Kebakaran' di Awal Februari, Menkeu Purbaya: Ada Faktor Ketidakpastian!
-
Pupuk Indonesia Pugar Pabrik Tua, Mentan Amran Bilang Begini
-
Setiap Hari Taruhkan Nyawa, Pelajar di Lampung Timur Menyeberang Sungai Pakai Getek
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
Terkini
-
Dari MBG Sampai ASRI, Presiden Prabowo Menggugah 4 Ribu Lebih Peserta Rakornas Kemendagri 2026
-
Eksekusi Brutal di Bali: Dua WNA Australia Dituntut 18 Tahun Penjara Kasus Pembunuhan Berencana
-
Eks Pejabat Kemendikbud Akui Terima Rp701 Juta dari Pemenang Tender Chromebook
-
Skandal Suap Jalur Kereta Api, KPK Cecar Direktur Kemenhub Jumardi Soal Aliran Dana dan Tender
-
Pantura Genuk Minim Genangan di Musim Hujan, Infrastruktur Pengendali Banjir Dioptimalkan
-
Satgas PKH Sedang Verifikasi Temuan PPATK Soal Hasil Penambangan Emas Ilegal Senilai Rp992 Triliun
-
Pandji Pragiwaksono Dicecar 48 Pertanyaan Usai Diperiksa Bareskrim: Saya Ikuti Prosesnya Saja
-
Lebih Ganas dari COVID-19, Menakar Kesiapan Indonesia Hadapi Virus Nipah yang Mematikan
-
Dirut Garuda dan Perwakilan Embraer Sambangi Istana, Bahas Rencana Pembelian Pesawat?
-
Jakarta Makin Gampang Tenggelam, Sudah Waktunya Benahi Tata Ruang?