Suara.com - Jagat media sosial dibuat heboh oleh keberadaan pantai syariah di Banyuwangi, Jawa Timur.
Sebagai pantai yang mengutamakan unsur syariah, pengunjung laki-laki dan perempuan dipisah di pantai tersebut.
Pada bagian depan pantai terdapat tulisan "Syariah Beach Pulau Santen". Pengunjung wanita diizinkan memasuki kawasan pantai dengan memasuki area pantai di sebelah kiri.
Sementara untuk pengunjung laki-laki dapat memasuki area pantai di sebelah kanan.
Banyak warganet yang terkejut mengetahui keberadaan Pantai Syariah. Tak sedikit dari warganet yang merasa keberatan dengan keberadaan pantai tersebut.
Lantas, seperti apa Pantai Syariah Pulau Santen sebenarnya?
Pantai Syariah memang benar ada di kawasan Karangrejo, Banyuwangi, Jawa Timur. Lokasi pantai tersebut hanya berjarak sekitar sepuluh menit dari Kantor Bupati Banyuwangi yang berada di kawasan Taman Baru.
Sebelum diresmikan menjadi Pantai Syariah, pantai dengan nama asli Pantai Pandanan atau Pantai Bidadari ini dikenal sebagai pusat lokalisasi Pakem.
Setelah dilakukan penutupan, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas memutuskan untuk menjadikan pantai tersebut sebagai pantai Islami agar lokalisasi tidak kembali muncul.
Baca Juga: Usai Jalani Operasi, PPSU Cantik yang Ditabrak Pemotor Sudah Ingat Pacar
Pantai Syariah diresmikan pada pertengahan 2017. Pantai tersebut disulap menjadi pantai pertama di Indonesia yang menerapkan konsep halal.
Di pantai dengan pasir berwarna hitam ini, pemerintah menyediakan payung-payung cantik yang berwarna-warni menghiasi tepian pantai.
Tak hanya itu, ada pula laybag sebagai tempat duduk pengunjung yang ingin bersatai ria di tepi Pantai Syariah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
Pascabanjir Sumatra, Penanganan Beralih ke Pemulihan Layanan Kesehatan dan Kebutuhan Dasar
-
Indonesia Tancap Gas Jadi Pusat Halal Dunia lewat D-8 Halal Expo Indonesia 2026
-
Literasi Halal Dinilai Masih Lemah, LPPOM Siapkan Pelajar Jadi Agen Perubahan
-
Jepang Studi Banding Program MBG di Indonesia
-
Kasus Korupsi LPEI Berkembang, Kejati DKI Tetapkan 4 Tersangka Baru dan Sita Aset Rp566 Miliar
-
Merasa Tak Dihargai, Anggota DPR Semprot Menteri KKP: Kami Seperti 'Kucing Kurap'
-
Korban Bencana Boleh Manfaatkan Kayu Hanyut, Kemenhut Juga Stop Penebangan Hutan
-
Politisi PDIP Ingatkan Prabowo: Jangan Buru-buru Bangun IKN, Siapkan Dulu Ekosistemnya
-
Bukan Sekadar Banjir: Auriga Desak KLHK dan KPK Usut Dugaan Korupsi di Balik Perusakan Lahan PT TPL
-
BNI Bersihkan Masjid Darul Aman Pascabanjir di Agam