Suara.com - Jelang sidang putusan sengketa Pilpres 2019, yang bakal digelar hari Kamis (27/6/2019) pukul 12.30 WIB ini, sejumlah peristiwa menarik terjadi.
Salah satunya aksi halal bihalal Persaudaraan Alumni 212 di sekitar Mahkamah Konstitusi (MK).
Bahkan, dalam aksi tersebut mereka menyerukan akan mengerahkan jumlah massa lebih banyak lagi pada sidang putusan MK yang akan dibacakan pada Kamis (27/6/2019).
Berikut Suara.com merangkum berita populer menyambut sidang putusan MK sepanjang Rabu (26/6/2019).
1. Fahri Hamzah Minta Aksi Massa Tak Dilarang
Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah meminta agar pemerintah tidak memandang negatif aksi massa yang akan digelar di Gedung MK Kamis besok. Ia juga meminta pemerintah membiarkan aksi massa berjalan seperti biasa sebagai bentuk menyuarakan aspirasi.
"Kalau ada aksi kembali besok, tolong jangan dipandang negatif. Biarkan orang kecewa kalau dia kalah atau biarkan orang gembira kalau dia menang. Biarkanlah itu berjalan sebagai bagian dari satu pesta," kata Fahri Hamzah di Catatan Demokrasi Kita tvOne, Selasa (25/6/2019).
Pernyataan Fahri Hamzah tersebut ditentang keras oleh Wakil MPR RI Ahmad Basarah. Adu argumen terjadi antara Fahri Hamzah dan Ahmad Basarah.
Simak berita selanjutnya di sini.
2. FPI Serukan Untuk Melawan Bila Aksi Dihalau
Ketua Front Pembela Islam (FPI) Habib Muhsin Alatas menyerukan perlawanan bila ada pihak yang menghalau kelompoknya saat aksi massa berlangsung. Seruan tersebut disampaikan saat sedang memimpin orasi di samping patung kuda Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat.
Baca Juga: Menag Lukman Hakim Akui Terima 30 Ribu USD dari Keluarga Arab Saudi
"Kami di sini untuk meminta keadilan. Kami berharap majelis hakim konstitusi bisa berbuat adil. Kalau hakim sudah adil keputusannya, kami terima atau tidak?" ujar Muhsin
"Kalau ada yang menyerang kita diam atau lawan?" tanya Muhsin kepada massa aksi.
"Lawan," jawab para massa aksi.
Simak berita selanjutnya di sini.
3. Banser NU Geruduk Kantor Anies Baswedan
Puluhan anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Nahdlatul Ulama menggeruduk Kantor Balai Kota DKI Jakarta tempat Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan berkantor. Aksi unjuk rasa tersebut digelar menolak kehadiran Ustaz Felix Siauw sebagai penceramah di Masjid Fatahillah, Balai Kota DKI Jakarta.
Banser NU menilai Felix Siauw sebagai ulama yang anti Pancasila. Meski kajian bulanan di Masjid Fatahilah yang mengundang Felix Siauw sempat dibatalkan, pada hari kajian digelar Felix Siauw tetap mengisi ceramah di masjid tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
- 25 Kode Redeem FF Aktif 5 Juli 2026: Kesempatan Dapat Bundle BR Elite dan Item Premium
Pilihan
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
Terkini
-
Kader PSI Kalsel Desak Jokowi Segera Dilantik Jadi Ketua Dewan Pembina, Begini Respons Kaesang
-
Duet 'Indonesia Emas 2045' dan 'India Maju 2047', PM Narendra Modi: Kita Mitra Alami
-
Dikritik Bambang Pacul, Ahmad Muzani Tegaskan Berangkat ke Iran sebagai Utusan Khusus Presiden
-
Tarif TransJakarta Mau Naik, Akankah Warga Kembali Memilih Kendaraan Pribadi?
-
Roy Suryo Siapkan Praperadilan Kedua Usai Menang Sebagian di PN Jaksel, Kini Gugat Status Tersangka
-
Update 14 Tersangka Baru Kasus Daycare Little Aresha: 1 Tersangka Mangkir dari Pemeriksaan Polisi
-
Menang Sebagian, Roy Suryo Kini Incar Pembatalan Status Tersangka di Praperadilan Kedua
-
API Sebut Rezim Hari Ini Tak Prioritaskan Agenda Perlindungan Perempuan
-
Tak Semua Dikabulkan, Ini 3 Poin Gugatan Praperadilan Roy Suryo yang Ditolak Hakim
-
Kisah Ramayana Satukan RI-India, Puan Ajak PM Modi Jaga Dunia Melintasi Lautan