Suara.com - Cawapres terpilih, Ma'ruf Amien mengaku tinggal menunggu waktu saja untuk bertemu dengan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.
Komunikasi kedua belah pihak untuk bertemu, di akui Ma'ruf Amin telah terjalin dengan baik. Tinggal menunggu hari baik untuk kedua Paslon Pilpres saling rekonsiliasi.
"Saya kira pembicaraan awal sudah, tinggal menunggu kapan pertemuan. Tapi komunikasi tidak langsung sudah (berjalan)," kata Ma'ruf Amin saat ditemui di Ponpes Syekh Nawawi al-Bantani, Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang, Banten, Jumat (28/06/2019) malam.
Ketua Umum MUI sekaligus keturunan dari Ulama besar, Syekh Nawawi al-Bantani ini berujar, pertarungan politik Pilpres telah usai.
Kini saatnya kedua kubu, Paslon 01 dan 02, kembali berjabat tangan.
"Karena kita bagaimanapun harus menyatukan seluruh bangsa, membangun Indonesia ini tidak bisa sendirian," ujarnya.
Jokowi - Ma'ruf Amin mengaku akan meminta bantuan Prabowo dan Sandiaga Uno untuk melakukan pembangunan dalam lima tahun kedepan.
"Harus seluruhnya bersatu, tantangan kita berat, potensi kita juga harus kita kembangkan. Karena itu harus bekerja bersama," jelasnya.
Dua Tanggung jawab besar pun kini ada dipundak Ma'ruf Amien, yakni sebagai Ulama dan Umaro.
Baca Juga: Pose Bareng Maruf Amin, Deddy Corbuzier Berasa Jadi Bodyguard
Tanggung jawab itu diembannya setelah terpilih sebagai Wakil Presiden (Wapres) mendampingi Jokowi untuk periode 2019-2024.
"Saat ini saya punya dua tanggung jawab, yaitu mas'uliyyah ulama (tanggung jawab ulama) dan mas'uliyyah umaro (tanggung jawab pemimpin). Jadi sekarang saya ulama dan umaro," kata Ma'ruf Amin.
Meski akan menjabat sebagai Wakil Presiden (Wapres) atau Umaro, Ma'ruf Amin mengaku tidak bisa melepaskan identitasnya sebagai Ulama.
Fungsi Ulama yakni membangun agama ditengah masyarakat, akan berjalan seirama dengan fungsi umaro, yang menurutnya adalah membangun kebermanfaatan, maslahat dan menghindarkan rakyat dari kerusakan serta mara bahaya.
"Jadi santri jangan kecil hati, karena santri bisa jadi apa saja. Saya sejak kecil jadi santri dididik supaya jadi Kyai, ternyata bisa jadi Rois 'Am Nahdatul Ulama (NU), Ketua MUI, lalu sekarang belok jadi umaro setelah diajak Pak Jokowi mendampingi," terangnya.
Dihadapan santri-santrinya, Ma'ruf Amin meyakinkan agar para santri tidak takut bermimpi untuk menjadi apapun. Dirinya mencontohkan banyak pejabat pemerintahan hingga kepala daerah berasal dari kalangan santri.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
Terkini
-
Terungkap: AS Siapkan Strategi Perang Jangka Panjang di Iran, Beda dari Venezuela
-
Nasib Buruh Perempuan hingga Korban MBG Jadi Sorotan Tajam API
-
API Soroti Femisida dan Bias Hukum Jelang Hari Perempuan Internasional
-
Status Bendung Katulampa Naik ke Siaga 3, Air Kiriman Diprediksi Terjang Jakarta Malam Ini
-
Guru SD di Jember Telanjangi 22 Siswa, Anggota DPR: Bisa Diproses Tanpa Laporan
-
Bima Arya Desak Bupati-Wakil Bupati Jember Selesaikan Konflik Elegan
-
Jelang Ramadan, Satpol PP Matraman Sita 51 Botol Miras dalam Operasi Pekat
-
Musim Hujan Picu Jalan Berlubang, Bina Marga Pasang Imbauan Keselamatan
-
Kolaborasi Penerima Bansos dan Kopdes Merah Putih, Kemensos Bantu Kadang dan Ayam Petelur
-
Golkar Target Menang Pemilu 2029, Kaderisasi Jadi Kunci Transformasi