Sebagai pelipur, ia mencurahkan perhatiannya pada buku-buku sastra dan kamus yang sering dibacanya. Ia juga selalu mengingat pesan gurunya semasa SD, bahwa setiap cita-cita, pasti akan tercapai jika diiringi dengan sikap giat belajar. Berbekal petuah ini, dia pun berhasil lulus kuliah pada usia yang masih cukup belia, yakni 16 tahun.
Gadis jenius yang juga mengagumi tokoh kemerdekaan India, Mahatma Ghandi, berhasil lulus sekolah dengan cara 'melompati' jenjang pendidikan formal yang berlaku di Indonesia.
Jenius
Tercatat, dirinya berhasil menamatkan pendidikan SMP yang ditempuh hanya dalam waktu satu tahun, dan SMA-nya ditempuh dalam waktu sebelas bulan.
Saat menginjak usia 16 tahun, ia berhasil lulus kuliah secara Cumlaude pada jenjang S1 di The College of Wiliam and Mary, Virginia, Amerika Serikat jurusan Fisika.
Uniknya ia tidak memerlukan bimbingan seorang guru ketika dirinya menghadapi beragam tes dan segala bentuk ujian akademik.
Ingin Jadi TNI
Atas sederet prestasinya tersebut, dirinya sempat menjadi seorang guru di Shanghai, Tiongkok. Di sana, ia mengajar bahasa Inggris dan mendampingi siswa yang akan masuk ujian SAT.
Karena keinginannya untuk mempunyai teman yang banyak, ia berencana ingin masuk sebagai anggota TNI.
Baca Juga: Aa Gym Usul Calon Menteri Prabowo Tidur di Penjara dan Liang Lahad
Cita-cita ini terinspirasi dari banyaknya siswa Indonesia yang pernah belajar di Amerika Serikat yang memilih masuk militer ketika pulang ke Tanah Air.
Dalam perjalanannya menggapai impian menjadi seorang tentara, dirinya mengakui ada banyak halangan dan penolakan yang harus dihadapinya.
Tak hanya itu, dirinya bahkan harus menerima kenyataan pahit, menjadi bulan-bulanan kebencian oleh orang di sekitarnya, bahkan ditinggalkan dan niat mulianya itu dianggap sebagai main-main.
Sikap diskriminatif tersebut sungguh dialami oleh Audrey semenjak kecil. Pada saat Orde Baru ditumbangkan oleh gerakan reformasi, dirinya yang merupakan keturunan Tionghoa, mengaku mengalami peristiwa yang cukup sulit kala itu.
Anggapan tidak nasionalis dan bukan pribumi asli, sering dialaminya. Walau ia mengaku bahwa dirinya merupakan sosok yang Pancasilais, tak ada yang mau menggubrisnya pada saat itu.
Urung mencoba masuk TNI, ia mengubah haluan menjadi seorang penulis, dan beberapa buku telah ia terbitkan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara