Suara.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginginkan menteri-menteri yang mengisi kabinet di periode kedua ini berasal dari kalangan milenial atau dari tokoh muda.
Menanggapi hal tersebut, Profesional muda Wishnutama mengaku tak pernah berpikir untuk mendapatkan kursi menteri setelah Jokowi kembali terpilih bersama Wapres Ma'ruf Amin.
"Kok ditanya siap apa enggak? orang saya enggak pernah pikirin (jadi menteri)," ujar Wishnutama di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (12/7/2019).
Ketika ditanya apakah dirinya bersedia jika dirinya ditunjuk Jokowi menjadi menteri, Wishnutama menuturkan dirinya tak pernah memikirkan hal tersebut. Bahkan kata dia, tak pernah membahas perihal kursi kabinet.
"Enggak pernah kepikiran, enggak pernah dibahas, saya juga enggak pernah mikir," kata dia.
Wishnutama merupakan salah satu penggagas di balik kesuksesan acara pembukaan dan penutupan Asian Games 2018 lalu.
Tokoh pertelevisian itu mengaku sependapat jika kalangan muda memiliki energi dan keberanian dalam melakukan terobosan. Namun, Wishnutama tak menyoal siapapun nama yang akan dipilih Jokowi menjabat sebagai menteri di kabinetnya.
"Ya pasti anak muda pasti punya energi yang lebih muda namanya juga anak muda. Pasti kalau anak muda kan lbh berani melakukan terobosan. Tapi belum tentu juga orang tua juga bisa berani, banyak yang tua-tua bikin terobosan. Contohnya di Amerika orang-orang kreatif yang inovasi orangtua Steven Spielberg, tapi ada juga Mark Zuckerberg sama juga tergtung orangnya. (Yang penting) Ya keberanian untuk melakukan perubahan, melakukan inovasi," tutur dia.
Tak hanya itu, ia pun mencontohkan menteri-menteri yang berprestasi di kabinet Jokowi saat ini yakni Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljo.
Baca Juga: Soal Nasib Baiq Nuril, DPR Minta Jokowi Kirim Surat Amnesti Pekan Depan
Bahkan ia berharap Basuki dan Sri Mulyani bisa kembali menjabat menteri meski bukan dari kalangan muda.
"Bu Sri Mulyani, Pak Basuki (jadi menteri yang dipertahankan Jokowi). Contoh pak Basuki orang tua tapi hebat juga kok artinya berinovasi juga kok. (Basuki) enggak banyak omong, tahu-tahu (infrastruktur) jadi, sederhana, lucu lagi kocak, selera humornya tinggi," tandasnya.
Diketahui, Presiden Jokowi mengklaim sudah mengantongi nama-nama yang akan menduduki kursi kabinet pada periode kedua kepemimpinannya, tahun 2019 – 2024.
Meski belum mau membeberkan tokoh-tokoh itu, Jokowi mengungkapkan sebagian dari kabinetnya nanti adalah kaum profesional, kader partai politik, termasuk kalangan milenial.
Jokowi menuturkan dirinya sudah meminta partai-partai pendukung untuk mengajukan nama calon menteri tapi dari kalangan muda.
Namun, jika tidak ada, ia akan mencari tokoh muda dari kalangan profesional untuk didapuk menjadi menteri.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Jakarta Darurat Lapangan Padel 'Bodong', 185 Bangunan Tak Berizin Terancam Ditertibkan Satpol PP
-
Vonis Korupsi Tata Kelola Minyak: Eks Dirut Pertamina International Shipping Dihukum 9 Tahun Penjara
-
Lingkaran Setan Kekerasan di Balik Seragam: Mengapa Polisi Junior Terus Jadi Korban Senior?
-
Bareskrim Ambil Alih Pengejaran Ko Erwin, Bandar Narkoba Terkait Kasus AKBP Didik
-
WNA Australia Terinfeksi Campak Usai Kunjungi RI, Kemenkes Percepat Imunisasi MR untuk Anak PAUDTK
-
Pramono Anung Instruksikan Perluasan Akses Jalan Guna Urai Kemacetan Flyover Latumenten
-
KPK Telusuri Pemilik Lima Koper Berisi Uang Rp5 Miliar dalam Kasus Bea Cukai
-
DPRD DKI Kritik Impor 3.100 Sapi oleh Pramono Anung, Dinilai Tak Sejalan UU Pangan
-
Habib Jafar: Ramadan Momentum Jadi Muslim Kaya Hati, Bukan Sekadar Kaya Materi
-
Hakim Tetapkan Kerugian Negara Kasus Korupsi Minyak Pertamina Sebesar Rp9,4 Triliun