Suara.com - Pengurus Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat dan Masjid Raya Jakarta Islamic Centre (JIC), Jakarta Utara menyelenggarakan salat gerhana atau salat khusuf, menyusul adanya gerhana bulan parsial yang terjadi di Indonesia pada Rabu (17) dini hari.
Imam besar Masjid Istiqlal KH Nasaruddin Umar mengatakan bahwa jamaah masjid Istiqlal melakukan salat khusuf dipimpin oleh imam masjid.
Kepala Divisi Pengkajian dan Pendidikan Jakarta Islamic Center (JIC) Rakhmat Zailani Kiki melalui pernyataan tertulisnya di Jakarta, Selasa (16/7), mengatakan, Masjid Raya JIC, Jakarta Utara, menyelenggarakan shalat khusuf pada Rabu sebelum salat subuh. Salat khusus di masjid ini diselenggarakan mulai sekitar pukul 03.40 WIB.
Sebelumnya, Kementerian Agama (Kemenag) telah mengimbau umat Islam Indonesia untuk melaksanakan salat khusuf atau salat gerhana bulan dan melakukan khutbah. Imbauan itu menyusul adanya gerhana bulan parsial di Indonesia pada Rabu (17/7) dini hari.
Kemenag bahkan mengeluarkan tuntunan salat khusuf bagi umat Islam yang belum mengetahuinya.
Direktur Jenderal Bimas Islam Kemenag Muhammadiyah Amin mengatakan berdasarkan data astronomis gerhana bulan parsial tersebut terjadi pada Rabu (17/7), tepatnya mulai pukul 03:01 WIB.
Menurut dia, hampir seluruh kawasan IndonesIa dapat mengamati gerhana bulan parsial tersebut.
Puncak gerhana kata Amin, akan terjadi pada pukul 04:30 WIB dan akan berakhir sekitar pukul 05:59 WIB.
"Bagi kaum Muslim diimbau untuk melakukan shalat sunat gerhana secara berjamaah dan melakukan khutbah, sesuai dengan tuntunan Nabi Muhammad SAW, dalam pelaksanaan shalat gerhana," ujar Amin dalam siaran persnya, Sabtu (13/7).
Baca Juga: Jokowi Dengarkan Khotbah Soal Maaf dan Kebersamaan di Masjid Istiqlal
Sebelum melaksanakan shalat khusuf, Muhammadiyah Amin juga mengimbau kepada umat Islam untuk bertakbir terlebih dahulu, memperbanyak zikir, istighfar, sedekah, dan amal amal kebajikan lainnya. Kemenag juga mengimbau umat Islam berdoa untuk keselamatan bangsa dan negara. (Antara)
Berita Terkait
-
Gerhana Bulan Parsial 17 Juli, Adakah Efeknya Bagi Tubuh Manusia?
-
Catat: 4 Hal Penting Buat Nonton Gerhana Bulan Parsial 17 Juli
-
Indonesia Bagian Barat Tempat Terbaik Lihat Gerhana Bulan Parsial 17 Juli
-
5 Masjid Paling Indah di Indonesia Ini Layak Dikunjungi Saat Liburan
-
Warga Berebut Selfie dengan Jokowi, Usai Sholat Ied di Masjid Istiqlal
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Hapus Jejak Tiang Monorel, Pramono Anung Buka Perdana CFD Rasuna Said sebagai Ikon Baru Jakarta
-
Usut Jaringan Internasional! 321 WNA Operator Judol Jakbar Dipindahkan ke Imigrasi
-
Polda Metro Kerahkan Ratusan Polis Jaga Ketat HUT GRIB Jaya di GBK
-
Milad GRIB Jaya di GBK, Polda Metro Siagakan Personel Antisipasi Macet dan Kepadatan
-
Puluhan Warga Inggris Korban Wabah Hantavirus Kapal Pesiar Diisolasi Ketat
-
Analis Intelijen Barat Puji Iran Tetap Kokoh Meski Selat Hormuz Digempur AS
-
Respon Iran Atas Tawaran Damai AS Masih Misteri, Tenggat Waktu Marco Rubio Habis
-
Rudal Iran yang Dipakai Serang Kapal Amerika Ternyata Bertuliskan Pesan Ini
-
Soroti Tragedi Dukono, Ahli Kebencanaan: Gunung Bukan Tempat Cari Konten, Zona Bahaya Itu Garis Maut
-
AS Terbangkan Pesawat Charter Jemput Belasan Penumpang Kapal Pesiar Hantavirus