Suara.com - Kota Palembang, Sumatera Selatan mulai diselimuti asap selama sepekan terakhir. Jarak pandang di Palembang hanya 5 km.
Kebakaran lahan dan hutan di sejumlah kabupaten di Sumatera Selatan sejak sepekan terakhir. Namun belum mempengaruhi jarak pandang di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang, Rabu (17/7/2019) hari ini.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang Tri Agus Pramono mengatakan jarak pandang masih normal sehingga jadwal penerbangan berjalan seperti biasanya.
“Iya kami mengetahui ada beberapa kebakaran lahan beberapa hari terakhir, tapi sejauh ini tidak berpengaruh,” kata dia.
Kondisi ini memang berbeda dengan Kota Pekan Baru dan Dumai, Provinsi Riau yang sudah terdampak oleh kebakaran hutan dan lahan. Pada Minggu (14/7/2019), ada kabut tipis di dua kota tersebut yang menyebabkan jarak pandang hanya lima kilometer.
Ia mengatakan, bukan hanya jarak pandang, untuk suhu udara juga masih dianggap normal yakni di kisaran 31-32 derajat celcius saat pukul 12.00 WIB yang artinya masih di angka ambang, sementara di pagi hari sekitar pukul 09.00 WIB pada kisaran suhu 26 derajat celcius.
Sejauh ini, BMKG menetapkan suhu titik panas itu 40 derajat Celcius yang menjadi batas ambang kewaspadaan.
“Jika sudah 40 derajat baru itu menjadi peringatan artinya sudah ada titik panas, tapi ini bukan titik api (hotspot),” kata dia.
Untuk itu, di saat musim kemarau ini, BMKG mengingatkan masyarakat terhadap ancaman karhutla ini. Meski belum memasuki puncak musim kemarau yang diperkirakan pada Agustus mendatang, tapi kondisi alam sudah sangat kering.
Baca Juga: Kabut Asap Kebakaran Hutan dan Lahan Selimuti Pekanbaru Riau
Beberapa kabupaten sudah tidak mengalami hujan lebih dari sepekan, yang artinya lahan gambut seluas 1,4 hektare yang tersebar sudah sangat kering kondisinya saat ini.
"Saat ini pemerintah gencar menyosialisasikan ke masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, selain itu memang di Sumsel untuk tindakan mitigasi sudah jauh lebih baik jika dibandingkan sebelumnya," kata dia.
Sebelumnya, karhutla terjadi di sejumlah kabupaten di Sumsel, seperti di Desa Meranjat III Kabupaten Ogan Ilir pada Selasa (16/7/2019) yang menghanguskan lahan 2,5 hektare, dan pada hari yang sama di Musi Banyuasin yakni di Jalan Kol. H Nazom Nurhawi, Kelurahan Kayuare, Kecamatan Sekayu atau di kawasan Perumahan VBS yang melahap areal seluas 2.500 meter persegi.
Kemudian kebakaran di lahan gambut terjadi di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir, Sumatera Selatan, yang menghanguskan lahan 2 hektare di Desa Tempirai Selatan, Kecamatan Penukal Utara, Senin (15/7/2019). Pada hari yang sama juga terjadi kebakaran lahan di Kabupaten Ogan Ilir di Desa Tanjung Baru, Kecamatan Indralaya Utara dari pukul 14.30- 15.00 WIB, yang menghanguskan lahan milik warga seluas 0,5 hektare.
Sebelumnya kebakaran lahan juga terjadi di Kabupaten PALI yang menghanguskan areal seluas 20 hektare, Sabtu (13/7/2019), dan kebakaran di Desa Sejaro Sakti, Inderalaya, Kabupaten Ogan Ilir, Kamis (11/7/2019), yang menghanguskan lahan seluas 2 hektare. (Antara)
Berita Terkait
-
Usai Jalan 13 Km, Siswa Baru SMA Taruna Tewas Dipukuli saat MOS
-
Cemburu Buta, Mantan Pacar Bakar Irma Fitriani Hidup-hidup
-
Divonis 20 Tahun Bui, Tiga Bersaudara Kasus Narkoba Kabur dari Rutan
-
LPDB - KUMKM Sudah Salurkan Dana Bergulir Rp 211 Miliar di Sumsel
-
Gubernur Sumsel : Pertanian Jadi Potensi yang Dapat Turunkan Kemiskinan
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Korea Utara Tantang AS dan Sekutu: Jangan Atur-atur Kami Soal Nuklir
-
Sekarang Malu dan Menyesal Terima Uang Rp3 Miliar dan Ducati, Noel: Saya Minta Ampun Yang Mulia
-
Kapolri Sebut Penguatan Kompolnas Cukup Masuk di Revisi UU Polri, Tak Perlu UU Baru
-
Ahli Psikologi TNI Bongkar Profil 4 Penyiram Air Keras Andrie Yunus: Kemampuan Analisa Rendah
-
Buntut Kematian Dokter Myta, Kemenkes Tunda Internship di Puskesmas dan RSUD Kuala Tungkal
-
'Nak Keluar Sayang', Noel Minta Putrinya yang Berseragam Sekolah Keluar Sidang karena Ditegur Hakim
-
7,36 Persen Warga Indonesia Tanpa Air Bersih, Teknologi Ini Jadi Harapan Baru?
-
Kasus Dokter Internship Meninggal, Menkes Minta Audit Medis Tindakan RS
-
Maut Mengintai di Balik 'Jalan Pintas', 57 Nyawa Melayang Sia-sia di Jalur Kereta Daop 1 Jakarta
-
Eks Wamenaker Noel Ngaku 'Gak Tahu' Terima Ducati Harus Lapor KPK: Saya Menyesal Banget