Suara.com - Setelah dua tahun menjabat sebagai Ketua ASEAN SOMY, Deputi Bidang Pengembangan Pemuda Asrorun, Niam Sholeh menyerahkan kepemimpinan kepada Mr Somkiao Kingsada dari Laos untuk menjabat sebagai ketua hingga dua tahun ke depan. Acara penyerahan dilakukan di Jakarta, Rabu (17/7/2019).
Pada sesi pleno, Asrorun dalam pidatonya menyampaikan pentingnya meningkatkan kerja sama kepemudaan di tingkat ASEAN di berbagai bidang, khususnya dalam mendukung integrasi regional dan tujuan pembangunan berkelanjutan.
"Selama dua tahun ini, kita telah berupaya melaksanakan ASEAN Work Plan on Youth 2016-2020, dengan 45 program. Sampai hari ini, sudah 62 persen terlaksana. Ini tentu prestasi kita bersama. Kerja sama kita semua, anggota ASEAN dan negara mitra. Saya berharap, Laos dengan Mr Samkiao dapat melakukan akselerasi program dan membawa pemuda ASEAN lebih baik lagi," katanya.
Lebih lanjut Niam menjelaskan, salah satu semangat yang terus diperjuangkan Niam dalam periode kepemimpinannya adalah membangun budaya moderasi, toleransi, keterbukaan, dan kebersamaan di tengah pengakuan akan keberagamaan.
"Salah satu yang kita inisiasi dalam dua tahun terakhir adalah camp pemuda antaragama tingkat ASEAN, Asean Youth Interfaith Camp. Saya berharap, ini menjadi agenda tetap SOMY di kepemimpinan berikutnya. Indonesia siap menjadi host dan menjadi agenda permanen Indonesia," tegasnya
Selanjutnya, Ketua ASEAN SOMY yang baru, Somkiao, yang juga menjabat sebagai Deputi Permanen Secretary Lao PDR, dalam pidatonya mengucapkan terima kasih atas kepemimpinan yang dijalankan oleh Indonesia selama dua tahun ini, dan siap melanjutkan hal-hal yang sudah dirintis saat periode kepemimpinan Niam.
"Secara khusus, saya mengucapkan terima kasih kepada Mr Niam dan Indonesia, atas kepemimpinan SOMY yang sangat baik. Mr Niam cukup sukses dalam kepemimpinan selama dua tahun ini. Saya melihat banyak inisiasi baru dilakukan, dan ini modal bagi kami untuk melanjutkan serta tantangan untuk mempertahankan yang baik," ujarnya.
Somkiao juga mengakui secara pribadi, memiliki kedekatan meski Niam tergolong baru di bidang kepemudaan, termasuk di ASEAN.
"Saya sering bersama dalam berbagai kegiatan, baik skala ASEAN maupun event kepemudaan internasional lainnya, seperti di Azerbaijan dan di Portugal beberapa waktu lalu. Kami bersama. Jadi sudah ada chemistri," ujarnya.
Kegiatan ini berlangsung mulai 17 - 20 Juli 2019. Agenda diawali dengan pidato ketua ASEAN SOMY 2017 - 2019, yang dilanjutkan dengan serah terima keketuaan kepada Laos untuk periode 2019 - 2021. Selanjutnya dilakukan pembahasan agenda strategis kepemudaan ASEAN, dimulai dengan update aktivitas dan project yang telah dan akan dilakukan.
Hari kedua akan dilaksanakan pembahasan agenda yang untuk pertemuan tingkat menteri. Pertemuan ini diikuti oleh pejabat negara anggota ASEAN setingkat direktorat jenderal yang menangani kepemudaan.
Berita Terkait
-
Kukuhkan Kontingen ASG 2019, Menpora Optimistis Bisa Juara
-
Menpora Dukung Anugerah Syiar Ramadhan Lahirkan Program Berkualitas
-
Menpora : Prestasi Atlet Sebaiknya Meningkat hingga Olimpiade 2020
-
Menpora Motivasi Atlet Shokaido yang Akan Tanding di Kejuaraan Dunia Karate
-
Lepas Pemain LKG-SKF ke Gothia Cup 2019 Swedia, Ini Pesan Menpora
Terpopuler
- 7 SD Swasta Terbaik di Palembang dan Estimasi Biayanya, Panduan Lengkap Orang Tua 2026
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Aksi Kritik Gubernur Rudy Mas'ud 21 April, Massa Diminta Tak Tutup Jalan Umum
Pilihan
-
Merantau ke Kota Kecil, Danu Tetap Sulit Cari Kerja: Sampai Melamar Pawang Satwa
-
Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu
-
Heboh! Gara-gara Putar Balik, Sopir Truk Ini Kena Tilang Polisi Rp 22 Juta
-
Bukan Hoaks! 9 Warga Papua Termasuk Balita Tewas Ditembak saat Operasi Militer TNI
-
Harga Pangan Hari Ini Naik, Cabai dan Minyak Goreng Meroket
Terkini
-
Garap Kasus Haji, KPK Panggil Ustaz Khalid Basalamah Hari Ini
-
PDIP Tolak Usulan KPK Batasi Masa Jabatan Ketum Parpol: Dinilai Lampaui Kewenangan
-
Percepat Transisi Energi, Mendagri Dorong Gubernur Bebaskan Pajak Kendaraan Listrik
-
Kata-kata Menlu Singapura Tolak Purbaya Soal Tarif Selat Malaka
-
Protes Usul KPK Soal Ketum Parpol Cukup 2 Periode, Sahroni: Hak Internal, Tak Bisa Diganggu Gugat
-
Polisi Bekuk Sindikat Ganjal ATM Jaktim: 4 Pelaku Ditangkap, Gasak Rp 274 Juta Pakai Tusuk Gigi!
-
Media Malaysia Beberkan 3 Negara Terdampak Besar Jika Selat Malaka Kena Tarif
-
Perang Dunia III di Depan Mata! Jerman Kekurangan Tentara, Warga 70 Tahun Jadi Pilihan
-
Nasib Peserta UTBK 2026 yang Curang di Undip, Terancam Masuk Daftar Hitam Permanen
-
WNI Dikurung di Malaysia, 2 Pelaku Didenda Usai Tahan Paspor Korban