Suara.com - Pertemuan antara Joko Widodo atau Jokowi dan Prabowo Subianto di gerbong MRT baru-baru ini, membuka wacana tentang kemungkinan partai pendukung Prabowo, utamanya Gerindra, bakal masuk dalam komposisi kabinet mendatang.
Sementara partai pendukung Prabowo lain, seperti PAN dan Demokrat sudah sejak awal melakukan pendekatan ke kubu Jokowi. Masih terjadi tarik ulur soal penting tidaknya keberadaan oposisi dalam pemerintahan mendatang.
Menurut Pimpinan Kolektif DPN Seknas Jokowi, Dono Prasetyo, keberadaan oposisi tetap penting dalam sistem demokrasi, sesuai dengan prinsip check and balance.
“Oposisi bukanlah sesuatu yang asing di negeri kita, oposisi sudah ada sejak awal republik, kita ingat dahulu ada partai Masyumi atau PNI yang selalu bergantian dalam memerintah dan oposisi," ujar Dono dalam keterangan tertulis yang diterima Suara.com, Selasa (23/7/2019).
Dalam pandangan Dono, politisi sekarang lebih pragmatis dan silau terhadap kekuasaan, seolah ada pandangan bila menjadi oposisi kelak akan menderita.
"Mengapa takut menderita, politik adalah bagian dari perjuangan, bukan untuk mencari kesejahteraan bagi diri sendiri, jadi penderitaan adalah bagian dari perjuangan itu," katanya.
Dalam perkembangan terakhir, ada figur pendukung Prabowo, sengaja membuat bluffing, dengan mengajukan syarat kubu Prabowo dapat 45 persen dalam komposisi kabinet.
“Ini jelas tuntutan yang tidak masuk akal, saya kira ucapan tokoh tersebut sangat subyektif, artinya di luar sepengatahuan pak Prabowo. Itu ucapan seorang oportunis, diberi angin sedikit, langsung disambar," kata Dono.
Dono menyebut, Prabowo adalah mantan komandan pasukan yang sangat berpengalaman di medan tempur, bahwa seperti halnya pertarungan dalam pilpres, demikian juga dalam pertempuran, kalah atau menang adalah biasa.
Baca Juga: PKS Ungkap Alasan Tetap Jadi Oposisi
“Justru kekalahan hari ini kita jadikan pelajaran, untuk meraih kemenangan dalam pertarungan berikutnya," ujarnya lagi.
Dono menyebut pengalaman PDIP yang pernah menjadi oposisi selama SBY berkuasa (2004-2014), yang tetap terlihat tenang, dan terus menyampaikan masukan konstruktif pada rezim yang berkuasa, seperti soal kenaikan harga BBM dan bantuan langsung tunai.
"Jangan bebani pak Jokowi lagi, oposisi bukan hal tabu, bila ingin beroposisi katakan saja dari sekarang," imbuh dia.
Berita Terkait
-
DPR Harapkan 10 Nama Calon Pimpinan KPK Segera Disetor ke Presiden Jokowi
-
Menghadap Jokowi Bahas Menteri? Hary Tanoe: Tak Rame-rame, Ribut Nanti
-
Celetukan soal Anies hingga Karier Politik Selesai, 5 Kabar Terbaru Ahok
-
Jokowi Sumbang Sapi 1,2 Ton untuk Warga Banten pada Hari Raya Kurban 1440 H
-
Ogah Dilihat Lemah Negara Luar, Istana Siap Ajukan PK soal Karhutla
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
Pilihan
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
-
Akun RHB Sekuritas Milik Wadirut Dijebol, Ada Transaksi Janggal 3,6 Juta Saham BOBA
-
Danantara Janji Bangkitkan Saham Blue Chip BUMN Tahun Ini
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
Terkini
-
Kerry Riza Ajak Masyarakat Lihat Perkaranya Berdasarkan Fakta Bukan Fitnah
-
Dugaan Korupsi Minyak Mentah: Saksi Bantah Ada Kontrak Sebut Tangki BBM OTM Jadi Milik Pertamina
-
Menuju JFSS 2026, Pemerintah dan Kadin Sepakat Ketahanan Pangan Jadi Prioritas Nasional
-
Aceh Tamiang Dapat 18 Rumah Rehabilitasi, Warga Bisa Tinggal Tenang
-
Usai di Komdigi, Massa Demo Datangi Polda Metro Jaya Minta Usut Kasus Mens Rea
-
Profil Gubernur Papua Tengah Meki Fritz Nawipa: dari Pilot ke Pemimpin Provinsi Baru
-
Catatan Kritis Gerakan Nurani Bangsa: Demokrasi Terancam, Negara Abai Lingkungan
-
Satgas Pemulihan Bencana Sumatra Gelar Rapat Perdana, Siapkan Rencana Aksi
-
Roy Suryo Kirim Pesan Menohok ke Eggi Sudjana, Pejuang atau Sudah Pecundang?
-
Saksi Ungkap Rekam Rapat Chromebook Diam-diam Karena Curiga Diarahkan ke Satu Merek