Suara.com - Geger keberadaan Harimau Sumatera yang memangsa 13 hewan ternak milik warga dan satu anjing peliharaan di Jorong Kampung Padang, Nagari Aia Manggih Barat, Kecamatan Lubuk Sikaping Kabupaten Pasaman Sumatera Barat membuat resah warga setempat.
Untuk memberikan rasa aman kepada warga, petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat Resor Pasaman terus berpatroli dan memantauan lokasi munculnya satwa liar yang diduga Harimau Sumatera.
Kepala BKSDA Resor Pasaman Ade Putra mengatakan, saat berpatroli petugas dilengkapi peralatan penanganan konflik satwa dan senjata api yang dipergunakan nantinya untuk mengusir satwa maupun untuk keamanan petugas sendiri.
"Beberapa titik lokasi yang didominasi perkebunan karet dan kakao milik masyarakat setempat disisir untuk memastikan jalur pergerakan dan aktifitas satwa. Tanda-tanda keberadaan satwa yang ditemukan berupa jejak, cakaran dan kotoran menjadi titik fokus pengamatan di lapangan," terang Ade kepada Covesia.com - jaringan Suara.com pada Rabu (24/7/2019).
Dia mengatakan sejak kejadian terakhir pada Jumat (19/7), tidak ada lagi satwa liar yang diduga Harimau Sumatera memangsa ternak warga.
"Namun jejak telapak kakinya masih ditemukan di sekitar lokasi itu. Terbaru kemaren pagi, makanya terus kita pantau agar tidak lagi memakan korban," kata Ade.
Seperti dikemukakan sebelumnya, saat ini BKSDA memasang empat unit kamera pemantau yang disebar di berbagai titik yang merupakan jalur perlintasan satwa tersebut.
"Direncanakan kamera dipasang selama tiga hari ke depan dan akan di cek hasilnya Jumat (26/7). Apabila berdasarkan hasil visual Camera satwa diketahui masih berada di sekitar lokasi, maka BKSDA akan meningkatkan tahapan penanganan dengan penggiringan atau pengusiran satwa kembali ke dalam hutan," tambahnya.
Andai upaya penggiringan ke habitat asli tidak membuahkan hasil, BKSDA bakal melakukan evakuasi atau penangkapan terhadap satwa tersebut.
Baca Juga: Pantau Harimau Sumatera di Dekat Permukiman Warga, BKSDA Pasang Camera Trap
"Ini merupakan langkah terakhir yang dilakukan BKSDA, apabila interaksi harimau dengan manusia semakin meningkat dan berpotensi membahayakan warga," katanya.
Karena itu, masyarakat sekitar lokasi diimbau untuk selalu waspada dan berhati-hati dalam beraktivitas dan diupayakan tidak sendiri.
Selain itu terhadap ternak peliharaan diminta untuk selalu di awasi dan tidak dilepaskan.
Sebelumnya, di lokasi yang berjarak 650 meter dari hutan lindung dan 500 meter dari permukiman warga, terjadi serangan terhadap 13 ekor kambing dan seekor anjing dalam rentang waktu satu bulan terakhir.
Ternak tersebut diduga dimangsa oleh Harimau Sumatera. Hal ini diperkuat dengan identifikasi lapangan yang dilakukan oleh tim BKSDA Resor Pasaman.
Berita Terkait
-
Heboh, 12 Kambing dan Seekor Anjing di Pasaman Hilang Dimangsa Harimau
-
Pantau Harimau Sumatera di Dekat Permukiman Warga, BKSDA Pasang Camera Trap
-
Satroni Permukiman, Harimau Sumatera Mangsa Belasan Kambing Milik Warga
-
Ngamuk Makan Kambing hingga Manusia, BKSDA Rehabilitasi Harimau 'Palas'
-
Sempat Bikin Geger, Harimau Bonita akan Dilepasliarkan
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
-
4 HP Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Gaming, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
Terkini
-
Siapa Sebenarnya Pelapor Pandji? Polisi Usut Klaim Atas Nama NU-Muhammadiyah yang Dibantah Pusat
-
Langit Jakarta 'Bocor', Mengapa Modifikasi Cuaca Tak Digunakan Saat Banjir Melanda?
-
Debit Air Berpotensi Naik, Ditpolairud Polda Metro Jaya Sisir Permukiman Warga di Pluit
-
Bus TransJakarta Hantam Tiang PJU di Kolong Tol Tanjung Barat, Satu Penumpang Terluka!
-
El Clasico Legenda Bakal Hadir di GBK, Pramono Anung: Persembahan Spesial 500 Tahun Jakarta
-
Jakarta Dikepung Banjir, Ini 5 Cara Pantau Kondisi Jalan dan Genangan Secara Real-Time
-
Superflu vs Flu Biasa: Perlu Panik atau Cukup Waspada?
-
BNI Pertegas Dukungan Sekolah Rakyat untuk Perluas Pemerataan Pendidikan Nasional
-
Tutup Rakernas I 2026, PDIP Umumkan 21 Rekomendasi Eksternal
-
Banjir Rendam Jakarta, Lebih dari Seribu Warga Terpaksa Mengungsi