Suara.com - Aksi emak-emak pengendara motor sering dianggap meresahkan. Tapi kali ini, aksi emak-emak di Banten yang mengejar pemotor usai mengusili anak SD ini malah didukung oleh warganet.
Makin nahas, karena pemotor ini berakhir di selokan dan kena semprot dari emak-emak yang mengejarnya.
Lewat jejaring Facebook, warganet bernama Eris Riswandi mengunggah video singkat yang memperlihatkan tiga orang pemotor, yang diketahui merupakan anak SMP dan SMA, berada di selokan.
Menyertai video tersebut, Eris juga menuliskan kronologi kejadian mengapa tiga orang tersebut bisa berakhir di selokan dan disemprot oleh emak-emak.
"Kronologi: Anak SMP dan SMA ngambil topi anak SD dari kepalanya sambil naik motor, terus dikejar sama ibu-ibu dan jatuh ke got. Akhirnya disidang sama ibu-ibu dan yang lainnya," tulis Eris.
Terlihat ketiga orang anak SMP dan SMA yang berbonceng tiga menggunakan skuter matik Honda Beat ini berada di selokan dan menunduk saat dinasihati oleh emak-emak yang mengejarnya.
Dari apa yang diucapkan emak-emak itu, bukan soal harga topi yang dipermasalahkan, melainkan keisengan pemotor yang mengusili anak SD, yang dianggap meresahkan.
Sementara itu di kolom komentar, warganet pun mendukung aksi emak-emak yang mengejar pemotor yang berakhir di selokan usai mengusili anak SD.
"Kena batunya kan lu, rasain, makannya bercanda jangan berlebihan," kata Amiruddin.
Baca Juga: Perempuan Bertato Terciduk Hendak Selundupkan Sabu ke Rutan Jakpus
"Jadikan pelajaran hidupmu nak, jangan pernah melawan emak-emak di jalan. Segalak-galaknya emak di rumah, masih lebih ganas emak di luar." Ujar Fitri.
Berita Terkait
Terpopuler
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- Kehabisan Uang Usai Mudik di Jogja, Ratusan Perantau Berburu Program Balik Kerja Gratis
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
- Mobil Alphard Termurah, 100 Jutaan Dapat Tahun Berapa?
Pilihan
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
-
Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres
-
Ogah Terjebak Kemacetan di Pantura, Ratusan Pemudik Motor Pilih Tidur di Kapal Perang TNI AL
-
Sempat Dikira Tidur, Pria di Depan Gedung HNSI Juanda Ternyata Sudah Tak Bernyawa
Terkini
-
Krisis Energi, Presiden Korsel Minta Warga Mandi Jangan Lama-lama, Cas HP Hanya Siang
-
Viral Tuduhan Buang Sampah ke Kali Pesanggrahan, DLH DKI: Itu Titik Penampungan Resmi
-
Studi: Karbon Biru Bisa Tekan Emisi Dunia, Mengapa Banyak Negara Belum Menggunakannya?
-
Iran Tolak Proposal Trump, Ajukan 5 Syarat Termasuk Ganti Rugi Perang dan Kontrol Selat Hormuz
-
Pulau Terancam Diduduki, Iran Beri Peringatan Keras kepada Negara-Negara Tetangga
-
Krisis PPPK di NTT: 9.000 Pegawai Terancam Putus Kontrak Masal
-
Di Balik Cloud Storage, Ada Biaya Lingkungan yang Harus Kita Bayar
-
Jerman 'Impor' Tenaga Kerja India: Solusi di Tengah Tsunami Pensiun
-
Tak Masalah Dilaporkan ke Dewas KPK, Deputi Penindakan dan Eksekusi: Bentuk Kepedulian Masyarakat
-
Israel Perluas Serangan ke Lebanon, Begini Sejarahnya!