Suara.com - Motor jenis matic dengan plat nomor B 6088 VOW terbakar di tempat parkir Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), Pejambon Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (7/8/2019). Kejadian tersebut sempat membuat heboh para karyawan Kemenlu yang sedang berada di dalam gedung.
Kepala Satuan Pengamanan (Satpam) gedung Kemenlu, Tatang Sutarma, mengatakan kejadian tersebut berlangsung pada sekitar pukul 13.30 WIB. Ia menyebut salah satu petugasnya awalnya mendapatkan info dari salah satu pengunjung Kemenlu.
Setelah mendapat info, Rohim disebutnya melihat kepulan asap berwarna hitam di salah satu motor. Petugas tersebut lantas bersama petugas lainnya menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) untuk menghentikan asap.
Namun asap dari sebuah motor itu tak kunjung padam. Bahkan, tiba-tiba muncul api yang membesar, membakar motor tersebut.
"Petugas keamanan lagi standby ada keluar asap warna hitam. Tak lama keluar api dan terbakar," ujar Tatang di lokasi, Rabu (7/8/2019).
Meski demikian, Tatang belum mengetahui penyebab dari terbakarnya kendaraan itu.
"Tapi enggak tau asal apinya. Langsung petugas memadamkan dengan APAR sama air.
Sebelumnya, ledakan di Kementerian Luar Negeri, Jakarta berasal dari sebuah sepeda motor yang terparkir di parkiran Kantor Kemenlu. Ledakan itu sampai menyebabkan api berkobar dan menghebohkan warga sekitar.
Kepolisian Jakarta Pusat memastikan sumber ledakan bukan dari bom.
Baca Juga: Kemenlu Minta UNHCR Tanggung Jawab Soal Imigran Pencari Suaka
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Harry Kurniawan mengatakan motor jenis Yamaha Mio Soul tersebut terpakir di gedung itu.
Hingga kekinian, belum diketahui ihwal penyebab ledakan tersebut. Aparat kepolisian tengah menelisik penyebab pasti ledakan itu.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jalan Putri Hijau/Yos Sudarso Medan Ditutup 31 Januari hingga 6 Februari, Arus Lalin Dialihkan
- 4 Cushion Wardah untuk Tutupi Kerutan Lansia Usia 50 Tahun ke Atas
- Reshuffle Kabinet: Sugiono Jadi Menko PMK Gantikan 'Orang Jokowi', Keponakan Prabowo Jadi Menlu?
- Ketua KPK Jawab Peluang Panggil Jokowi dalam Kasus Korupsi Kuota Haji
- 5 Mobil Bekas Rp30 Jutaan yang Cocok untuk Guru Honorer: Solusi Ekonomis untuk Mobilitas Sehari-hari
Pilihan
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis
-
Pasar Modal Bergejolak, OJK Imbau Investor Rasional di Tengah Mundurnya Dirut BEI
-
5 HP Memori 128 GB di Bawah Rp2 Juta Terbaik Awal 2026: Kapasitas Lega, Harga Ramah di Kantong!
-
5 HP Murah Mirip iPhone Terbaru: Gaya Mewah Boba 3 Mulai Rp900 Ribuan!
-
Rupiah Melemah ke Rp16.786, Tertekan Sentimen Negatif Pasar Saham
Terkini
-
Risiko Matahari Kembar di Tubuh Polri, Mengapa Kapolri Pilih Mundur Ketimbang Jadi Menteri?
-
Aktivis 98 Kritik Pernyataan 'Titik Darah Penghabisan' Kapolri: Siapa yang Mau Dihadapi?
-
Geger! Jutaan Dokumen Rahasia Jeffrey Epstein Dirilis, Nama Donald Trump Muncul 5.300 Kali
-
Diterpa Isu Reshuffle, Pratikno Tegas Bantah Siapkan Surat Pengunduran Diri
-
Kemenkes: Gas N2O yang Muncul di Kasus Lula Lahfah Punya Aturan Ketat
-
Pengamat: Dasco Kini Jadi 'Buffer Power' Presiden, seperti Taufiq Kiemas dan Yenny Wahid Dulu
-
KPK Segera Tahan Gus Yaqut dan Gus Alex usai Audit Kerugian Negara Rampung
-
Rhenald Kasali: Kita Hidup di Abad Ketidakpastian, Saat Perasaan Menggerakkan Dunia Digital
-
Banjir Ganggu Transjakarta Pagi Ini, 3 Rute Dialihkan dan Sejumlah Halte Tak Terlayani
-
Menag Nasaruddin Umar: NU Pesantren Besar, Kuat karena Akhlak dan Moderasi