Suara.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengatakan bahwa kehidupan masyarakat saat ini tidak bisa terlepas dari kecanggihan teknologi. Ketergantungan teknologi itu membuat empat perusahaan terbesar di dunia yakni Google, Facebook, Amazon dan Microsoft mampu memonopoli dunia.
JK menuturkan, masyarakat kekinian sangat bergantung kepada Google. Google merupakan perusahaan Amerika Serikat yang memudahkan masyarakat untuk mencari segala informasi hanya melalui sambungan internet.
Microsoft juga menjadi perusahaan terbesar lainnya yang digunakan masyarakat sebagai sistem operasi Windows. Produknya sangat bermanfaat bagi pengguna komputer bahkan kini sudah tersedia melalui gawai.
Kemudian ada Amazon, perusahaan yang didirikan di Amerika Serikat pada 1994 itu bergerak di bidang penjualan berbasis online atau kalau saat ini dikenal sebagai perusahaan e-commerce. Banyaknya yang menggunakan jasa Amazon, membuat perusahaan tersebut meraup laba hingga USD 1 triliun pada 2018.
Selain itu, ada juga Facebook yang sangat akrab dengan kehidupan masyarakat sehari-hari. Layanan jejaring sosial itu memudahkan masyarakat untuk berkomunikasi bahkan menemukan kawan baru.
"Akhirnya ketergantungan kita di suatu sistem di dunia ini, ketergantungan kita di monopoli kepada kita pribadi hanya oleh 4 perusahaan terbesar di dunia ini," kata JK saat memberikan pidatonya pada acara 24th INDEF Anniversary di Aryaduta Hotel, Jalan Prajurit KKO Usman Dan Harun, Jakarta Pusat, Rabu (7/8/2019).
JK kemudian menjelaskan bahwa ketergantungan masyarakat akan terus meningkat apabila inovasi-inovasi seperti dari pencetus-pencetus empat perusahaan terbesar itu akan dilahirkan kembali.
Menurutnya jangka pendek yang bisa dilakukan pemerintah adalah meningkatkan untuk berinvestasi. Selain berinvestasi juga harus dipikirkan bagaimana meningkatkan pendapatan melalui ekspor.
"Bagaimana ke depan tentunya, ya ke depan selalu saja jangka pendek semuanya tergantung bagaimana kemampuan kita berinvestasi, menginvestasi dan bagaimana kemampuan kita meningkatkan pendapatan lewat ekspor agar terjadi suatu daya beli yang kuat," katanya.
Baca Juga: Setuju Datangkan Rektor Asing, JK: Peningkatan Mutu Lokal Masih Lambat
Berita Terkait
-
Wapres JK Sebut Pemberantasan Korupsi di Indonesia Menimbulkan Ketakutan
-
Wapres JK Minta Mendag Selesaikan Perundingan Perdagangan Bebas Akhir Tahun
-
Cerita The Beatles Bikin Bangkrut Bisnis Barber Shop Wapres JK
-
Curhat Warganet Ditawari Kos Murah di Jogja, Nyaris Berujung Tragis
-
Setuju Datangkan Rektor Asing, JK: Peningkatan Mutu Lokal Masih Lambat
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan