Suara.com - Majelis Hakim Pengadilan Militer I-04 Palembang kembali meminta keterangan saksi terkait kasus pembunuhan disertai mutilasi terhadap korban Fera Oktaria (21) yang dilakukan terdakwa Prajurit Dua (Prada) Deri Pramana (DP).
Saksi Nurdin mengaku mengendus bau bangkai diduga berasal dari kamar 06, lokasi Fera ditemukan tewas. Bau menyengat itu terendus ketika petugas kebersihan penginapan Sahabat Mulia sedang menyapu lantai.
Dalam kesaksiannya, Nurdin mengaku awalnya dia mengira bau busuk itu berasal dari sampah.
"Saya lagi menyapu. Awalnya saya kira sampah. Tapi seperti bangkai tikus," ujarnya, Kamis (8/8/2019).
Khawatir bau busuk itu menyebar ke seluruh ruangan penginapan, Nurdin pun langsung bergegas membuah sampah dalam tong yang berada di lantai dua. Meski sampah itu sudah dibuang, Nurdin mengaku masih mencium bau busuk yang berasal di kamar yang disewa Prada Deri dan Fera.
Saking penasaran, petugas kebersihan itu pun sempat mengetuk pintuk kamar 06.
"Saya sempat ketok (pintu). Tapi tidak ada jawaban," katanya.
Keesokan harinya, kecurigaan saksi Nurdin kian kuat lantaran tamu kamar 06 tidak kunjung kembali. Sedangkan bau busuk kian menyengat. Bersama saksi Arafik yang sebelumnya ditelepon, saksi Nurdin melapor ke RT, RW dan kepolisian.
"Polisi yang membuka pintu kamar dan mengetahui ada mayat korban Fera," ujarnya.
Baca Juga: Terkuak, Prada Deri Pemutilasi Pacar Palsukan Identitas saat Pesan Kamar
Sebelum penemuan mayat Fera, saksi Nurdin pun mengaku sempat bercakap dengan terdakwa Prada DP yang bertanya soal harga sewa speedboat dari Sungai Lilin menuju Karang Agung. Selain itu, terdakwa Prada DP juga mengaku menjalankan bisnis koral.
"Saya sempat lihat terdakwa menyeret koper besar, menuju lantai dua. Saya lihat itu dari tangga," kata dia.
Diketahui, kasus mutilasi ini terungkap sejak Fera ditemukan tewas secara tak utuh alias dimutilasi di sebuah penginapan Sungai Lilin, Musi Banyuasin, Sumsel, Jumat (10/5/2019). Saat ditemukan, kasir indomaret itu sudah dalam kondisi tanpa busana dan terbaring di ranjang penginapan.
Dari penyelidikan sementara yang dilakukan polisi, Prada Deri diketahui merupakan kekasih korban. Setelah memutilasi korban, Prada DP bergegas kabur dengan naik bus ke arah Lampung menuju ke Pelabuhan penyeberangan Bakauheni - Merak.
Selama buron, Prada Deri bersembunyi di sebuah padepokan di kawasan Serang, Banten dan mengubah namanya menjadi Oji bin Samsuri.
Kontributor : Andhiko Tungga Alam
Berita Terkait
-
Terkuak, Prada Deri Pemutilasi Pacar Palsukan Identitas saat Pesan Kamar
-
Drama Air Mata di Sidang Oknum TNI Terdakwa Pemutilasi Kasir Minimarket
-
Menangis Terus di Sidang, Prajurit TNI Pemutilasi Pacar Ditegur Hakim
-
Jalani Sidang Perdana, Oknum TNI Pemutilasi Kasir Minimarket Menangis
-
Usai Mutilasi Pacar, Prada Deri Ubah Nama Jadi Oji bin Samsuri di Padepokan
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara